6 Makanan Pemicu Peradangan yang Memicu Lemak Perut Menumpuk

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 505x dilihat
6 Makanan Pemicu Peradangan yang Memicu Lemak Perut Menumpuk

Bagikan Postingan

Makanan pemicu peradangan yang bisa bikin lemak perut menumpuk/ Foto: Magnific.com/jcomp

Lemak yang menumpuk di area perut kerap menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi penampilan sekaligus berhubungan dengan konsekuensi kesehatan. Salah satu aspek yang berpartisipasi adalah pola makan sehari-hari. 

Beberapa jenis makanan, termasuk yang tinggi gula, lemak, dan bahan olahan dikaitkan dengan peradangan dalam tubuh. Meski begitu, Beauties perlu memahami bahwa peradangan bukan satu-satunya penyebab lemak perut menumpuk. Faktor lain, seperti jumlah kalori yang dikonsumsi, aktivitas fisik, kualitas tidur, stres, hormon, dan kondisi kesehatan, turut berpengaruh. 

Lantas, makanan apa saja yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan? Dilansir dari Citizens Hospitals, simak daftar makanan pemicu peradangan yang bisa bikin lemak perut menumpuk! 

1. Karbohidrat Olahan

Roti gandum utuh hamil serat lebih tinggi dibanding roti putih biasa cocok untuk buka puasa dan sahur. Serat ini membantu menjaga rasa kenyang lebih lama, sehingga Anda tidak gampang lapar di tengah hari saat puasa.

Roti/Foto: Pexels.com/ Cats Coming

Roti putih, pasta dari tepung olahan, nasi putih, serta sereal bungkusan tertentu termasuk sumber karbohidrat yang cukup lazim dikonsumsi. Namun, karena sebagian serat dan lapisan bijinya telah dihilangkan selama proses pengolahan, beberapa produk tersebut dapat dicerna lebih cepat daripada varian biji-bijian utuh. 

Akibatnya, kadar gula darah bisa meningkat lebih cepat, terutama jika makanan dikonsumsi tanpa sumber protein, serat, maupun lemak sehat yang membantu menyeimbangkan hidangan. Jika pola makan sehari-hari didominasi karbohidrat olahan dan total kalori yang masuk melampaui kebutuhan tubuh, penumpukan lemak, termasuk di area perut, bisa lebih gampang terjadi. 

Namun, bukan berarti Beauties mesti selesai makan nasi putih maupun roti sepenuhnya. Kamu setidaknya bisa variasikan pilihan karbohidrat dari beras merah, oat, quinoa, maupun roti gandum utuh. 

2. Gorengan

Gorengan/ Foto: Magnific.com/jcomp

Kentang goreng, ayam goreng, dan beragam gorengan lainnya memang menggugah selera. Namun, proses menggoreng dapat menaikkan kandungan kalori makanan karena minyak terserap selama pemasakan. 

Penggunaan minyak yang dipakai berulang kali maupun pemanasan pada suhu tinggi juga dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi merugikan kesehatan. Jika asupan makanan seperti ini terlalu sering mendominasi menu harian, pola makan menjadi lebih sulit seimbang. 

Oleh karena itu, sebagai alternatif, Beauties bisa mencoba memanggang, mengukus, maupun menggunakan air fryer. Cara ini membantu mengurangi kebutuhan minyak tanpa mesti menghilangkan semua makanan kegemaran dari menu sehari-hari.

3. Daging Olahan

Daging olahan/ Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Daging olahan biasanya melewati proses pengawetan, pengasapan, penggaraman, maupun penambahan bahan tertentu agar lebih tahan durasi dan memiliki cita rasa khas. Contohnya adalah sosis, bacon, ham, dan hot dog. Produk-produk ini dapat hamil natrium dalam jumlah tinggi, sedangkan sebagian jenisnya juga memiliki kandungan lemak bosan yang cukup besar. 

Sejumlah riset mengaitkan konsumsi daging olahan dengan konsekuensi pandemi kronis, meskipun hubungan tersebut tidak berarti setiap produk akan langsung memicu peradangan pada setiap orang.

Namun, untuk menjaga pola makan statis seimbang, Beauties bisa lebih sering memilih sumber protein yang minim pengolahan, seperti ikan, dada ayam, telur, tahu, tempe, lentil, dan kacang-kacangan. Selain membantu asupan protein lebih bervariasi, pilihan tersebut dapat memudahkan Anda mengatur jumlah garam dan lemak dalam makanan. Jika statis mau makan sosis maupun daging olahan lainnya, jadikan sebagai selingan, bukan lauk setiap hari.

4. Makanan dengan Pemanis Buatan

Makanan dengan pemanis buatan/ Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Makanan pemicu lemak perut yang berikutnya adalah makanan dengan pemanis buatan. Beberapa riset memberitahu bahwa pemanis buatan seperti aspartam dan sukralosa dapat mengubah mikroba usus dan berpotensi menaikkan peradangan yang erat kaitannya dengan penumpukan lemak. 

Namun, efeknya dapat berbeda bersandar pada jenis pemanis, jumlah konsumsi, dan kondisi individu. Selain itu, perlu diingat juga bahwa makanan maupun minuman bercap bebas gula belum tentu otomatis lebih sehat secara keseluruhan. 

Beauties statis perlu memperhatikan komposisi dan kebiasaan makan, bukan cuma jumlah gulanya. Jika mau mengurangi konsumsi pemanis, Anda dapat membiasakan lidah menikmati rasa yang tidak terlalu manis secara bertahap. Buah utuh juga bisa menjadi alternatif jika mau mendapatkan rasa manis alami sekaligus tambahan serat dan nutrisi lainnya. 

5. Produk Susu

Produk susu/ Foto: Magnific.com/magnific

Susu, keju, dan produk olahan susu lainnya hamil nutrisi seperti protein dan kalsium. Akan tetapi, bagi yang memiliki intoleransi laktosa maupun alergi terhadap protein susu seperti kasein, mengonsumsi produk susu dapat memicu respons peradangan di usus. 

Hal itu dapat menimbulkan gejala seperti kembung, gas, dan gangguan pencernaan, yang menyebabkan perut penuh dan memicu peradangan ringan. Jika Beauties merasa keluhan sering muncul setelah mengonsumsi produk susu, cobalah memperhatikan jenis dan jumlah yang dikonsumsi. 

Untuk alternatif yang lebih aman, pilih susu nabati seperti susu almond tanpa pemanis, susu kelapa, maupun susu oat. Jangan lupa juga periksa kandungan proteinnya serta apakah produk tersebut telah diperkaya kalsium dan vitamin D. 

6. Makanan Ringan Olahan

Makanan ringan olahan/ Foto: Magnific.com/stockking

Makanan ringan bungkusan sering dibuat dengan perpaduan rasa, tekstur, dan harum yang membikin orang mau terus menyantapnya. Sebagian produk juga hamil gula tambahan, natrium tinggi, maupun lemak dalam jumlah cukup besar. 

Jika Anda terbiasa ngemil sambil bekerja, menonton, maupun bermain ponsel, jumlah yang dikonsumsi terkadang sulit disadari. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menaikkan asupan kalori harian yang berkontribusi terhadap penambahan bermutu badan dan pembentukan lemak, termasuk di area perut.

Namun, bukan berarti semua camilan bungkusan mesti dihindari. Kamu bisa menjadikannya sebagai konsumsi sesekali dan lebih sering memilih camilan yang memberikan nutrisi tambahan, seperti buah segar, kacang-kacangan tanpa banyak garam, maupun yoghurt tanpa gula tambahan. Perhatikan pula ukuran porsinya agar kebiasaan ngemil statis sesuai kebutuhan. 

Jadi, itulah beberapa makanan pemicu peradangan yang bisa bikin lemak perut menumpuk. Mulai kini jangan lupa mulai batasi konsumsinya ya, Beauties! 

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads