Jakarta -
Istilah 'narsistik' kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terkesan egois alias terlalu mementingkan diri sendiri. Padahal, kepribadian narsistik mempunyai karakter yang lebih kompleks dari sekadar terlihat arogan.
Menilik dari Very Well Family, orang narsistik biasanya punya rasa percaya diri yang rentan dan memerlukan pengakuan dari orang lain. Mereka juga condong kesulitan berempati lantaran terlalu konsentrasi pada diri sendiri.
"Kepribadian narsistik ditandai dengan rasa krusial diri yang berlebihan dan kebutuhan konstan bakal perhatian," kata psikiater asal Amerika Serikat, Daniel B. Block, MD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam hubungan dengan orang lain, sosok narsistik lebih nyaman dengan orang yang mudah dipengaruhi. Mereka menggunakan banyak langkah untuk membikin seseorang meragukan keahlian dan penilaiannya sendiri.
Meski begitu, tidak semua orang mudah terjebak dalam pola tersebut, Bunda. Ada beberapa karakter kepribadian yang justru membikin orang narsistik merasa tidak nyaman lantaran mereka susah dimanipulasi.
7 Ciri kepribadian yang tidak disukai orang narsistik
Ada beberapa jenis kepribadian yang biasanya susah diterima oleh orang narsistik. Berikut ulasan selengkapnya yang dikutip dari beragam sumber:
1. Tenang saat menetapkan batas diri
Dilansir dari Your Tango, orang narsistik tidak menyukai perseorangan yang bisa menetapkan batas pribadi dengan tenang dan tegas. Mereka tidak merasa perlu menjelaskan diri secara berlebihan alias mengabaikan prinsip yang sudah ditetapkan hanya untuk menyenangkan orang lain.
Biasanya, batas tersebut cukup ditunjukkan dengan menjaga jarak dari situasi yang tidak nyaman. Ini sebabnya, orang narsistik kesulitan memengaruhi alias mengendalikan mereka, sehingga lebih memilih mendekati orang yang susah mempertahankan batas pribadinya.
2. Mengutamakan kejujuran daripada pencitraan
Bunda perlu tahu, orang narsistik biasanya sangat peduli pada gambaran diri dan gimana mereka dipandang oleh orang lain. Mereka condong berupaya menjaga penampilan alias kesan yang ditampilkan di hadapan banyak orang.
Sebaliknya, mereka suka merasa tidak nyaman dengan orang yang lebih menghargai kejujuran daripada pencitraan. Tipe orang seperti ini menilai seseorang berasas sikap dan tindakan, bukan penampilannya.
3. Tidak mudah terpancing
Menurut psikolog asal Amerika Serikat, Ramani Durvasula, sikap yang condong biasa saja terhadap perilaku pamer alias membanggakan diri dapat membikin orang narsistik merasa kesal.
Pasalnya, mereka sangat menginginkan perhatian, pujian, dan pengakuan dari orang lain, Bunda.
"Jika sejak awal kita tidak memberi mereka banyak pengakuan, kita tidak mengagumi dan memuji mereka secara berlebihan, maka mereka mungkin bakal segera beranjak ke sasaran baru. Namun, jika Anda betul-betul seseorang yang ramah dan tertarik dengan apa yang orang lain katakan, susah untuk mematikan sifat itu," ungkap Durvasula, dikutip dari USA Today.
4. Jeli membaca karakter orang lain
Orang narsistik suka sekali mengandalkan banyak langkah untuk memanipulasi orang di sekitarnya. Karena itu, mereka tidak menyukai orang yang bisa mengenali pola perilaku tersebut dan tidak mudah terpengaruh.
"Jika seorang narsistik merasa seseorang tidak menyadari trik manipulatif mereka, mereka bakal lebih condong menargetkannya," ujar psikoterapis di Amerika Serikat, Chelsey Cole.
"Jadi, perihal pertama yang kudu kita lakukan adalah mengenali siapa yang ada di ruangan berbareng kita. Pasalnya, apa yang tidak kita ketahui dapat dan bakal membahayakan diri kita sendiri," sambungnya.
5. Tidak mengagumi orang secara berlebihan
Orang narsistik menikmati perhatian, pujian, dan kekaguman dari orang-orang di sekitarnya. Inilah mengapa, mereka merasa mempunyai kendali dan sering kali digunakan untuk menghindari tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan.
Mereka pun condong tidak menyukai orang yang tidak mengidolakan alias memuja mereka secara berlebihan. Terlebih jika orang tersebut berani bersikap kritis, mengabaikan sikap narsistik, dan menuntut adanya pertanggungjawaban atas tindakan yang dilakukan.
6. Memiliki sikap empati tapi tetap waspada
Orang yang penuh kasih sayang biasanya tidak memberikan rasa nyaman tersebut kepada orang yang tidak pantas, termasuk orang narsistik. Hal ini lantaran kebaikan mereka tidak mudah diakses begitu saja.
Mereka juga tidak ragu untuk menarik kembali empati alias kasih sayang ketika merasa ada upaya manipulasi. Meski peduli pada orang lain, mereka tetap sadar bahwa terlalu baik bisa menempatkan diri pada situasi yang merugikan.
7. Memiliki identitas diri yang kuat
Orang yang betul-betul memahami siapa dirinya tidak disukai oleh para narsistik. Mereka tidak mudah dimanipulasi dan tidak menerima kritik tentang identitas diri hanya demi menyenangkan orang lain.
Jika perihal tersebut terjadi, mereka condong langsung menjauh. Orang-orang ini mempunyai batas yang tegas serta standar yang tinggi untuk melindungi diri, terutama yang berangkaian dengan identitas mereka.
Demikianlah tujuh karakter kepribadian yang tidak disukai orang narsistik lantaran dianggap susah untuk dikendalikan dan dimanipulasi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·