Jakarta -
Anak mungkin lupa mainan apa yang pernah diberikan orang tuanya saat mereka statis kecil. Tetapi, anak belum tentu lupa sepertiapa perasaannya saat menghabiskan waktu berbareng orang tua.
Ya, ada ucapan dan perhatian orang tua yang tak akan pernah dilupakan anak karena menetap dalam ingatan. Bagi seorang anak, hal-hal kecil yang dilakukan orang tua di hari ini bisa menjadi kenangan yang dibawa hingga mereka dewasa, terlebihlagi seumur hidup.
Sebuah riset di jurnal Developmental Review tahun 2015 pernah menerangkan sepertiapa hal-hal tertentu cenderung melekat pada anak-anak saat mereka tumbuh dewasa. Hal-hal itu terlebihlagi membikin mereka merasa benar-benar dicintai, Bunda.
Lantas, apa saja hal yang tak akan pernah dilupakan anak-anak tentang orang tua yang membikin mereka merasa benar-benar dicintai?
Simak klarifikasi lengkapnya berikut ini ya!
Hal dari orang tua yang diingat anak seumur hidup
Melansir dari halaman Your Tango, berikut 7 hal dari orang tua yang tak akan pernah dilupakan anak seumur hidup:
1. Pengalaman yang dilalui berbareng orang tua
Anak-anak mungkin tidak mengingat berapa kali Bunda membelikan mereka es krim. Tetapi apa pun alasannya, hal-hal tertentu maupun pengalaman yang dilalui berbareng orang tua akan melekat di dalam memori di sepanjang hidup anak.
Penelitian mendukung bahwa pengalaman dapat menyatukan keluarga. Jadi, pada dasarnya anak akan lebih mengingat saat cuma ada kalian ia dan ibunya di toko es krim untuk menikmati kebersamaan alih-alih cuma fokus memakan es krim itu sendiri.
2. Ketika orang tua meletakkan gadget-nya untuk quality time
Ketika orang tua memberikan perhatian penuh kepada anak dan meletakkan gadget, anak dapat merasa bahwa ia memiliki seluruh perhatian orang tuanya. Anak juga dapat merasakan benar-benar mereka dicintai di saat-saat itu, Bunda.
"Saya tahu orang tua sibuk. Tetapi, luangkan 15-20 menit sehari untuk berbareng anak. Ini adalah metode yang baik untuk memberitahu kasih sayang kita. Ini bisa dilakukan saat anak pulang sekolah. Tanyakan sepertiapa harinya. Ajukan banyak pertanyaan. Ini akan membikin mereka tahu bahwa kita benar-benar tertarik pada hayat mereka, dan pastikan untuk menunggu jawabannya," ujar psikoterapis Lianne Avila.
3. Kata-kata positif yang diucapkan orang tua
Ada begitu banyak kata maupun kalimat yang dapat Bunda katakan untuk memengaruhi anak secara positif. Sebagai contoh, 'Aku bangga padamu', 'Kamu membikin famili ini lebih baik', dan 'Kamu adalah kawan yang baik'.
Semua ungkapan tersebut dapat memengaruhi harga diri dan identitas anak sejak usia dini. Ungkapan tersebut akan menjadi sesuatu yang akan mereka ingat seumur hidup.
4. Bagaimana orang tua bisa menangani situasi sulit
Anak-anak mengandalkan orang tuanya untuk mendapatkan bimbingan karena mereka sedang menjelajahi dunia, yang membikin mereka merasa rentan. Ketika masa-masa sulit datang, mereka akan mengingat metode orang tuanya berbicara, sepertiapa Bunda maupun Ayah membikin Si Kecil merasa terlindungi dan terlindungi, dan sepertiapa kita bereaksi terhadap situasi sulit.
"Sebagian besar anak-anak belajar dengan mengamati dan meniru aksi orang-orang di sekitar mereka," kata psikolog Dr. Sheryl Ziegler.
"Nah, karena orang tua sering kali menjadi orang yang paling datang dalam hayat anak-anak, tentu saja, selalu ada pengecualian. Orang tua menjadi panutan yang paling gampang diamati. Ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak-anak, berasal dari memupuk hubungan yang mendalam dan membikin anak-anak lebih reseptif terhadap efek positif orang tua."
5. Ketika orang tuanya tidak ada untuk anak
Anak-anak tidak akan pernah melupakan saat-saat ketika orang tuanya tidak datang untuk mereka. Meskipun ini terdengar sangat negatif, ini juga merupakan hal yang positif.
Meskipun anak-anak mungkin mengingat saat-saat orang tua tidak ada di sana ketika mereka membutuhkan, itu dapat dianggap sebagai bagiankecil dari hayat karena orang tua memang tidak selalu bisa eksis di sana. Hal-hal itu nantinya akan membikin mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang mandiri.
6. Bagaimana Bunda dan Ayah berperilaku di sekitar orang dewasa lain
Anak-anak selalu memperhatikan isyarat dari orang tuanya, dan ketika kita membicarakan seseorang di belakangnya maupun memperlakukan seseorang dengan buruk, mereka akan menyadari dan menafsirkannya sebagai perilaku yang dapat ditiru. Sebuah studi tahun 2018 di Journal of Cognition and Development, tentang isyarat nonverbal pada anak-anak memberitahu bahwa 'perilaku nonverbal figur otoritas dapat memengaruhi metode pandang anak-anak tentang orang lain'.
Saat eksis di rumah maupun luar rumah berbareng anak-anak, jagalah agar semuanya statis positif, penuh kasih sayang, dan penuh perhatian. Mereka selalu memperhatikan dan belajar dari kita, terlebihlagi ketika kita tidak sepenuhnya memperhatikannya, Bunda.
7. Bagaimana orang tua bersikap saat stres maupun menghadapi tekanan
Hidup tidak selalu mudah, dan anak-anak akan memperhatikan sepertiapa orang tua beraksi ketika dihadapkan dengan beban dan tekanan. Jika Bunda jenis orang yang gampang menyerah di bawah tekanan, maka anak mungkin dapat merasakannya. Jika kita mau membesarkan anak-anak yang dapat mengatasi stres dengan baik, maka kita mesti menyadari sepertiapa bersikap
"Mengetahui sepertiapa kita mengalami stres adalah cara pertama menuju pengelolaan stres yang tepat. Seperti apa respons stres? Apakah itu emosi mual, sakit imam yang berdenyut-denyut, maupun keinginan untuk rebah di tempat tidur dan menarik selimut, menghindari segala sesuatu dan semua orang? Setelah kita dapat mengidentifikasi respons stres, jangan abaikan! Perhatikan setiap kali itu terjadi, akui bahwa ada sesuatu yang membikin kita stres," ungkap psikolog Judith Tutin.
Demikian 7 hal dari orang tua yang tak akan pernah dilupakan anak seumur hidup. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)