Jakarta -
Cuaca panas dan paparan cahaya matahari dapat membikin kulit kehilangan kelembapannya. Kondisi ini bisa menyebabkan kulit terasa kering, kasar, hingga mengelupas, terutama jika tubuh kurang mendapat asupan cairan.
Selain mencukupi kebutuhan air, Bunda juga perlu memberikan kelembapan tambahan dari luar. Salah satunya dengan menerapkan rutinitas perawatan sederhana menggunakan pelembap yang sesuai dengan jenis kulit.
Yuk, simak ulasan selengkapnya yang perlu Bunda ketahui mengenai pentingnya melindungi kulit saat cuaca panas berikut ini.
Jenis pandemi kulit yang muncul saat cuaca panas
Dilansir Harvard Health Publishing, selama cuaca panas, kadar polutan lingkungan seperti ozon dan elemen kecil debu dapat meningkat.
Reaksi antara polutan tersebut, panas, dan radiasi UV menghasilkan polutan sekunder seperti peroxyacetyl nitrates (PANs). Polutan seperti ini dapat mengiritasi kulit dan berkontribusi pada peradangan melalui stres oksidatif dan kerusakan DNA.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkap beberapa jenis pandemi kulit yang mungkin muncul saat musim kemarau. Berikut di antaranya:
- Kulit kering dan dehidrasi: Udara kering membikin kulit cepat kehilangan cairan, memicu rasa gatal, bersisik, hingga pecah-pecah.
- Kulit terbakar: Paparan cahaya ultraviolet (UV) yang terlalu tinggi menyebabkan kulit memerah, terasa panas, perih, dan mengelupas.
- Biang keringat (miliaria): Keringat berlebih yang terjebak di pori-pori akibat suhu panas menyengat memicu bintik merah kecil yang gatal.
- Infeksi jamur dan bakteri: Penurunan pasokan air bersih membatasi kebersihan diri, memudahkan bakteri berkembang biak di lipatan kulit yang berkeringat.
- Dermatitis/eksim kambuh: Penurunan kelembapan udara secara drastis memperburuk kondisi penderita radang kulit atopik.
Cara mencegah kulit kering
Dilansir healthline, fluktuasi corak hidup sederhana terkadang dapat membantu mencegah dan mengatasi kulit kering. Berikut beberapa hal yang dapat Bunda lakukan:
- Hindari menggunakan air panas untuk mandi maupun berendam.
- Mandi setiap dua hari sekali, bukan setiap hari.
- Batasi waktu mandi kurang dari 10 menit.
- Gunakan sabun pelembap saat mandi maupun berendam.
- Oleskan pelembap saat mandi maupun berendam.
- Tepuk-tepuk, jangan digosok, kulit yang basah kemudian keringkan dengan handuk lembut.
- Hindari menggaruk maupun menggosok area kulit yang kering.
- Gunakan air purifier di rumah.
- Minumlah banyak air
- Ubah rutinitas perawatan kulit sesuai dengan instruksi dokter.
Sementara itu, Kemenkes juga mengeluarkan beberapa pencegahan kulit kering yang dapat Bunda ikuti:
- Gunakan pelembap (losion) secara rutin untuk mengunci kadar air di kulit.
- Pakai tabir surya (sunscreen) sebelum beraktivitas di luar ruangan.
- Menggunakan busana yang longgar, lembut, dan menyerap keringat.
- Menjaga kebersihan badan meskipun kesiapan air bersih terbatas.
Bahan alami untuk mengatasi kulit kering
Bunda juga dapat mengatasi kulit kering menggunakan bahan-bahan alami berikut ini:
- Madu: Dengan sifat anti-inflamasi dan antimikroba, madu merupakan pengobatan luka alami dan pelembap.
- Minyak kelapa: Dengan sifat antimikroba dan pelembapnya, minyak kelapa dapat membantu menjaga kulit statis terhidrasi dan mengurangi peradangan.
- Lidah buaya: Paling sering digunakan dalam bentuk gel untuk membantu menenangkan kulit terbakar cahaya matahari, lidah buaya dapat merangsang peremajaan sel kulit dan membantu menyembuhkan kulit kering dan iritasi.
- Oatmeal: Berendam dalam air mandi yang dicampur oatmeal koloid dapat membantu menenangkan kulit kering dan iritasi.
Nah, itulah beberapa metode mengatasi kulit kering saat cuaca panas yang dapat Bunda lakukan di rumah. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)