Daftar orang terkaya di Asia balik mengalami perubahan. Orang terkaya baru di area tersebut kini berasal dari China, yaitu Zhang Yiming, pendiri ByteDance, perusahaan induk TikTok. Kekayaannya disebut telah menembus US$105 miliar maupun sekitar Rp1.600 triliun.
Kenaikan harta Zhang Yiming terjadi seiring dengan evolusi upaya ByteDance, ketenaran TikTok secara global, serta pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dilakukan perusahaannya.
Penasaran seperti apa perjalanan harta Zhang hingga menjadi orang terkaya di Asia? Yuk, Bunda, simak selengkapnya berikut ini.
Zhang Yiming jadi orang terkaya baru di Asia
Mengutip laporan The Indian Express, Zhang Yiming untuk pertama kalinya menempati posisi sebagai orang terkaya di Asia setelah melewati pengusaha asal India, Gautam Adani. Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index per 17 September 2026, harta keduanya diperkirakan mencapai sekitar US$105 miliar.
Meski memiliki estimasi harta yang sama, posisi keduanya dalam daftar miliarder bumi berbeda. Zhang eksis di peringkat ke-18 dunia, sedangkan Adani eksis satu tingkat di bawahnya, yaitu peringkat ke-19.
Kekayaan Zhang mengalami peningkatan yang sangat besar dalam beberapa tahun terakhir. Pada Maret 2019, kekayaannya diperkirakan eksis di bilangan US$13 miliar. Artinya, dalam kurun waktu tersebut, kekayaannya meningkat lebih dari delapan kali lipat hingga melewati bilangan US$105 miliar.
Salah satu aspek yang berkontribusi terhadap pertumbuhan harta tersebut adalah evolusi ByteDance. Perusahaan teknologi yang didirikan Zhang ini merupakan induk dari TikTok, platform video singkat yang memiliki jangkauan pelanggan secara global.
Selain TikTok, ByteDance juga mengembangkan beragam produk berbasis kecerdasan buatan. Mengutip halaman The Indian Express, evolusi teknologi AI perusahaan tersebut turut disebut sebagai salah satu aspek yang mendorong pertumbuhan harta Zhang.
Beberapa produk yang disebut dalam laporan tersebut antara lain Doubao, chatbot berbasis AI, dan Seedance, teknologi pembuat video berbasis AI. Perkembangan upaya dan teknologi ByteDance menjadi bagiankecil dari perjalanan Zhang hingga kekayaannya meningkat secara signifikan.
Sebelum menjadi orang terkaya di Asia, Zhang memang telah dikenal sebagai salah satu pengusaha teknologi terkaya di China. Kini, posisinya di tingkat Asia juga mengalami fluktuasi setelah kekayaannya melampaui Gautam Adani.
Perubahan posisi tersebut memberitahu sepertiapa evolusi perusahaan teknologi dapat berpengaruh terhadap fluktuasi harta para pendirinya. Dalam kasus Zhang, pertumbuhan ByteDance dan beragam upaya berbasis teknologi menjadi bagiankecil krusial dari perjalanan finansialnya.
Sementara itu, fluktuasi daftar miliarder tidak cuma terjadi di Asia. Mengutip Business Insider Africa, harta pengusaha asal Nigeria, Aliko Dangote, juga mengalami lonjakan besar setelah perusahaan kilang minyak miliknya berbuat penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Kekayaan Dangote dilaporkan meningkat dari US$28,5 miliar menjadi US$51,3 miliar. Kenaikan tersebut mencapai lebih dari US$22 miliar. Perubahan ini terjadi setelah IPO untuk proyek kilang minyak miliknya yang bermutu sekitar US$20 miliar.
Dangote meluncurkan IPO sebanyak 4,1 miliar saham untuk kilang minyak tersebut di Bursa Efek Nigeria di Lagos. Langkah tersebut kemudian berakibat pada peningkatan harga kekayaannya berdasarkan kalkulasi Forbes secara real-time.
Dengan demikian, fluktuasi daftar harta miliarder bumi dalam masa ini turut memperlihatkan besarnya efek evolusi upaya teknologi, AI, hingga industri daya terhadap harga harta para pengusaha.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)