7 Kebiasaan Di Rumah Yang Membuat Anak Tumbuh Lebih Cerdas Menurut Pakar

Jun 23, 2026 09:30 AM - 3 jam yang lalu 100

Jakarta -

Setiap orang tua tentu mau memandang anak tumbuh menjadi pribadi yang pandai dan bisa menghadapi tantangan di masa depan. Namun, kepintaran rupanya tidak hanya dipengaruhi oleh keahlian akademis saja.

Para mahir menilai bahwa kepintaran tidak mempunyai satu ukuran yang sama untuk setiap anak, Bunda. Maka dari itu, orang tua tidak perlu membandingkan keahlian mereka dengan anak lainnya, ya.

Meski dipengaruhi banyak faktor, lingkungan di rumah rupanya krusial dalam mendukung perkembangan anak. Beberapa kebiasaan yang dilakukan dapat mengoptimalkan potensi kepintaran anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengutip laman Your Tango, orang tua dari anak-anak yang tumbuh pandai mempunyai beberapa kebiasaan yang dilakukan secara berbeda di rumah. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Orang tua membujuk anak terlibat dalam obrolan di meja makan

Anak-anak tentu memerlukan waktu untuk bermain dan menikmati masa kecilnya. Namun, orang tua juga bisa membujuk mereka ikut mendengarkan obrolan yang biasanya dilakukan orang dewasa.

Meski belum sepenuhnya mengerti topik yang dibahas, anak dapat belajar banyak hanya dengan duduk berbareng family di meja makan. Orang tua juga dapat membujuk anak untuk ikut menyampaikan pendapat alias menceritakan perihal yang mereka ketahui.

Hal seperti ini pun disetujui langsung oleh seorang penasihat perguruan tinggi asal Korea Selatan, YJ Heo, dalam video di Tiktok, baru-baru ini.

"Anak-anak ini pasti menjadi pandai lantaran mereka membicarakan bumi di sekitar mereka," ujar Heo.

"Mereka dipaksa untuk mencari tahu apa yang terjadi untuk kemudian melaporkan dan membicarakannya," katanya.

2. Orang tua membiasakan anak doyan membaca

Anak yang tumbuh di lingkungan yang dekat dengan kitab condong punya keahlian membaca dan perkembangan kognitif yang lebih baik. Kebiasaan membaca juga dapat memperluas pengetahuan mereka, Bunda.

Selain menambah wawasan, membaca membantu anak mengerti beragam info dan langkah berpikir orang lain. Seiring waktu, pengetahuan yang mereka kumpulkan dapat memudahkan mereka dalam belajar dan menyelesaikan masalah.

"Seiring waktu, akumulasi pengetahuan, pemrosesan informasi, latar belakang, dan pemahaman tentang gimana orang pandai lainnya berpikir memungkinkan anak-anak untuk memproses info dengan lebih efisien," kata Heo.

3. Menciptakan lingkungan yang mendorong rasa mau tahu anak

Bunda perlu tahu bahwa tidak semua anak mempunyai rasa mau tahu yang terjadi sejak mereka kecil. Sebagai orang tua, kita perlu memberi kesempatan agar anak dapat belajar banyak perihal baru di sekitarnya.

Kegiatan seperti membujuk anak ke museum, memutar musik di rumah, alias menunjukkan kegemaran yang dimiliki orang tua menjadi pengalaman yang berharga.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rasa mau tahu mempunyai peran dalam mendukung keberhasilan anak, termasuk di bagian sains dan teknologi.

4. Orang tua membujuk anak membahas apa yang terjadi di sekitar mereka

Tidak semua waktu di rumah kudu selalu diisi dengan kegiatan belajar saja ya, Bunda. Hal-hal seperti peristiwa sehari-hari juga bisa menjadi bahan obrolan yang menarik berbareng anak.

Menurut terapis pasangan dan family di Amerika Serikat, Mary Kay Cocharo, anak yang tumbuh dalam lingkungan komunikasi yang sehat condong lebih percaya diri saat dewasa. Lebih dari itu, mereka juga lebih siap dalam menghadapi hubungan sosial maupun bumi kerja, Bunda.

5. Orang tua berkedudukan lebih aktif dalam membimbing anak

Anak yang tumbuh pandai berada dalam lingkungan yang mendukung perkembangan dirinya secara sehat. Orang tua tidak hanya memberi semangat saja, tetapi juga membantu anak untuk tahu gimana langkah menghadapi tantangan.

YJ Heo mengatakan bahwa orang tua tidak sekadar menjadi "sosok" yang memberi pujian. Mereka lebih seperti pembimbing yang ikut mengarahkan anak agar bisa belajar dari proses yang dijalani.

"Para orang tua tampak seperti pelatih. Mereka tidak hanya memainkan permainan untuk anak mereka, mereka juga memberi tahu anak itu gimana langkah bermain," kata Heo.

6. Orang tua mengajarkan anak langkah berinteraksi dengan orang lain

Kemampuan anak untuk menjadi imajinatif dan jujur pada dirinya sendiri kerap berasal dari empati. Dari sini, anak memandang sesuatu dari perspektif pandang orang lain.

Hal ini biasanya terbentuk dari langkah orang tua berkomunikasi di rumah. Bagaimana mereka berbicara, menyikapi perbedaan pendapat, hingga menyelesaikan konflik, semuanya menjadi contoh anak dalam keseharian.

7. Orang tua menciptakan ruang kondusif untuk anak

Lingkungan family yang terlalu sering menghakimi dapat membikin anak kesulitan mengembangkan kebiasaan positif dalam hidupnya. Kondisi ini juga turut memengaruhi kepintaran serta emosional mereka.

Anak yang terus dihakimi condong menutup diri dan enggan berkomunikasi, Bunda. Kondisi ini pada akhirnya menghalang rasa mau tahu dan perkembangan langkah berpikirnya.

Meski begitu, menciptakan suasana rumah yang "aman" tidak kudu dengan langkah yang sulit. Dengan sikap tidak menghakimi, anak bakal lebih percaya diri dan punya semangat belajar yang lebih baik.

Itulah penjelasan tentang kebiasaan di rumah yang dapat membantu anak tumbuh lebih pandai menurut para pakar. Semoga dapat memberi manfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya