7 Kepribadian Orang Yang Selalu Terlibat Drama Dalam Hidupnya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Aug 21, 2026 06:50 AM 22

Bunda, ada orang yang seolah tidak pernah lepas dari drama dalam hidupnya. Mulai dari pertengkaran hingga beragam kejadian tak terduga, masalah seperti terus datang silih berganti.

Namun, menurut psikolog Dr. Scott Lyons, kondisi tersebut belum tentu hanya lantaran nasib buruk. Seseorang terkadang justru secara tidak sadar mencari drama sebagai langkah untuk menghindari luka alias masalah emosional yang lebih dalam.

Drama dapat menjadi sistem untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit yang belum terselesaikan. Oleh lantaran itu, di kembali kebiasaan seseorang yang selalu terlibat drama, mungkin ada kondisi emosional yang perlu dipahami lebih jauh.


7 Kepribadian orang yang selalu terlibat dalam drama hidupnya

Dilansir Your Tango, berikut karakter kepribadian orang-orang yang selalu tampak dikelilingi drama dan kekacauan.

1. Hebat dalam situasi kritis

Lyons mengenang suatu masa dalam hidupnya ketika sedang kuliah pascasarjana, menyutradarai opera, menjalani magang, bekerja penuh waktu, dan menjalankan sebuah perusahaan secara bersamaan.

Baca Juga : 7 Ciri Kepribadian Orang yang Bermental Kuat dan Percaya Diri, Jauh dari Insecure

Saat itu, Lyons bersikeras bahwa dia bisa mengatasi stres dan agenda yang padat. Namun, akhirnya kesehatannya memburuk dan menyadari bahwa kenyataannya tidak demikian.

Menurut Mayo Clinic, indikasi stres dapat memengaruhi kesehatan, meskipun mungkin tidak menyadarinya. Bunda mungkin menyalahkan penyakit atas migrain tersebut, kebiasaan tidur yang buruk, emosi tidak lezat badan, alias kurangnya fokus.

2. Menjadwalkan diri sendiri secara berlebihan

Mudah bagi orang untuk mengisi agenda mereka hanya untuk mengalami saat-saat terendah dalam hidup, dan lantaran itu, terus-menerus bergosip dan melampiaskan kekesalan tentang sungguh sibuknya agenda pribadi.

Masalahnya adalah mereka sendiri yang menciptakan jadwal-jadwal ini, dan menurut arti itu, tidak ada yang bisa disalahkan selain pikiran sendiri.

Psikolog Jennifer Newman, mengatakan meski wajar memasukkan sebanyak mungkin kegiatan ke dalam kehidupan sehari-hari, Bunda tetap kudu menghargai waktu yang dihabiskan sendirian dan tidak produktif.

3. Menganggap perihal yang familiar sebagai ‘aman’

Karena ketidakkonsistenan dan kurangnya stabilitas di rumah-rumah yang dipenuhi kekacauan, beberapa orang condong selalu waspada, selalu mencari situasi yang tidak kondusif alias penuh gejolak emosi berikutnya.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya rasa kondusif saat mereka tumbuh dewasa, di mana kewaspadaan berlebihannya membuahkan hasil dengan membikin mereka lebih aman.

Tak mengherankan jika orang-orang ini condong tertarik pada drama. Sebab, drama terasa begitu familiar dan mengingatkan mereka pada ‘rumah’.

4. Memilih untuk tinggal di tempat yang membikin mereka tidak bahagia

Orang yang selalu terlibat drama terkadang melakukan perihal sesederhana memilih untuk tinggal di daerah yang tidak membawa kebahagiaan bagi mereka.

Mungkin tampak jelas bahwa orang yang tidak senang kudu mengubah lingkungannya, lantaran perihal itu dapat berkedudukan dalam stres. Sayangnya, banyak orang tidak terpikir untuk memandang lingkungan mereka sebagai solusi.

5. Tidak pernah berakhir sejenak

Lyons menjelaskan bahwa orang yang selalu terlibat drama sering kali tidak memberi dirinya waktu untuk berakhir dan istirahat.

Padahal, jarak sejenak dapat membantu seseorang menyadari apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan. Hal sederhana seperti berendam air hangat alias jalan-jalan di taman sering dianggap sepele.

Menurutnya, kebiasaan terus bergerak dan mencari kesibukan bisa menjadi langkah untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit yang belum terselesaikan.

Akibatnya, seseorang bukan hanya menghindari rasa sakit, tetapi juga melewatkan momen-momen mini yang menyenangkan dalam hidup.

6. Mudah bosan

Gejala jenuh sering muncul pada orang-orang yang menyukai drama ketika tidak ada perihal yang menarik perhatian. Mereka mudah bosan, tetapi di dalam hati, mungkin ada sesuatu yang lebih dalam terjadi.

Mereka mungkin memerlukan pergerakan terus-menerus untuk menghindari ketidaknyamanan lantaran kesunyian.

7. Memilih pekerjaan yang tidak memuaskan alias penuh tekanan

Menurut laporan Gallup, banyak pekerja merasa tidak puas dengan pekerjaannya. Sebagian besar apalagi merasa tidak terlibat secara emosional dan tidak senang saat bekerja. Hanya sebagian mini yang merasa betul-betul menikmati pekerjaannya.

Lyons memandang kondisi ini sebagai salah satu langkah seseorang terus terjebak dalam drama hidup tanpa berupaya mencari penyebab utama ktidakbahagiaannya.

Alih-alih mengubah keadaan, mereka memilih memperkuat dalam pekerjaan yang penuh tekanan dan kekacauan. Padahal, terus berada dalam lingkungan kerja yang penuh tekanan dapat berakibat jelek pada kesehatan diri dan hubungan dengan orang lain.

Demikian beberapa karakter kepribadian orang yang selalu terlibat drama dalam hidupnya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Pilihan Redaksi
  • 9 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Bicara Blak-blakan Tanpa Filter
  • Ciri-Ciri Kepribadian Seseorang Dilihat dari Obrolan Singkat & Mandinya Lama
  • 7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih"

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)
Selengkapnya