Keguguran dapat meninggalkan kesedihan yang mendalam. Bagi sebagian perempuan, kehilangan janin di dalam kandungan bisa menghadirkan kekecewaan dan duka yang susah diungkapkan dengan kata-kata.
Tak banyak yang tahu, keguguran rupanya adalah peristiwa yang umum terjadi, Bunda. Menurut studi baru dari Australian Institute of Health and Welfare (AIHW), 1 dari 3 wanita yang melahirkan pada tahun 2022 sebelumnya pernah mengalami keguguran.
Studi ini menganalisis informasi dari lima negara bagian dan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan nyaris 1 dari 3 wanita yang melahirkan pada tahun 2022 sebelumnya pernah mengalami setidaknya satu kali keguguran. Sementara itu, 1 dari 10 wanita pernah mengalami dua kali keguguran alias lebih.
Perkiraan sebelumnya menemukan bahwa antara 1 dari 4 dan 1 dari 5 kehamilan berhujung dengan keguguran. Meskipun studi pembukaan ini memberikan gambaran tentang prevalensi keguguran, dan bahwa keguguran sebelum usia kehamilan 20 minggu adalah perihal yang umum, informasi tersebut tidak merinci pengalaman berasas golongan demografis alias letak geografis.
"Kesenjangan dalam informasi tentang prevalensi dan perawatan keguguran kehamilan berfaedah tetap banyak yang perlu dipelajari tentang pengalaman-pengalaman ini," kata ahli bicara AIHW, Deanna Eldridge.
"Masih banyak pekerjaan yang kudu dilakukan. Ini adalah studi pendahuluan, tetapi ini adalah langkah pertama yang sangat penting," ungkap salah satu pendiri dan kepala pelaksana Early Pregnancy Loss Coalition, Isabelle Oderberg.
| Baca Juga : 7 Penyebab Keguguran Berulang, Usia Ibu Hamil hingga Kelainan Bentuk Rahim |
Pengalaman kaum muda mengenai keguguran
Meskipun informasi tersebut tidak memberikan wawasan tentang seberapa umum keguguran terjadi pada penduduk Australia yang lebih muda, Oderberg mengatakan ada bukti anekdot yang menunjukkan bahwa jenis kehilangan ini berakibat berbeda pada orang-orang usia muda.
"Saya rasa keguguran sering kali dianggap remeh secara umum. Tetapi saya pikir ketika tetap muda dan seorang ahli medis memandang seseorang belum tentu berada di akhir perjalanan reproduksinya, mereka condong lebih meremehkannya," ujar Oderberg.
Pengalaman yang sama juga dialami oleh Laura Baxter. Di usia 24 tahun, dia mengalami keguguran. Baxter menggunakan pil kontrasepsi dan tidak menyadari dirinya mengandung ketika mulai mengalami pendarahan dahsyat dan rasa sakit yang luar biasa.
"Rasa sakitnya sangat berbeda, dan saya langsung jatuh ke lantai," kata Baxter.
Setelah memeriksakan ke dokter, Baxter baru tahu dirinya mengalami keguguran. Dokter menemukan sisa jaringan kehamilan yang tetap tertinggal pada hasil USG.
Baxter mengatakan bahwa sang master memperlakukan kegugurannya sebagai kejadian biasa. Ketika Baxter menjadi emosional, master itu berbicara kepadanya, "Saya rasa ini memang sedikit terasa seperti kehilangan."
Baxter kemudian diminta untuk membiarkan perdarahannya keluar untuk menghilangkan sisa jaringan. Baxter mengatakan pengalaman itu membuatnya merasa diabaikan dan seolah-olah kegugurannya telah diremehkan.
Apa itu keguguran?
Melansir dari laman Cleveland Clinic, keguguran adalah hilangnya kehamilan sebelum minggu ke-20. Sebagian besar keguguran terjadi pada trimester pertama kehamilan.
Keguguran sering terjadi lantaran masalah pada kromosom yang menghentikan perkembangan kehamilan secara normal. Kehilangan kehamilan adalah pengalaman yang sangat pribadi. Setiap wanita mungkin memerlukan waktu yang berbeda untuk memproses keguguran tersebut.
Terkadang, seorang wanita tidak mengetahui tanda alias indikasi keguguran sama sekali. Pada kebanyakan kasus, keguguran mungkin baru diketahui saat pemeriksaan USG.
- Perdarahan vagina, yang mungkin dimulai dengan ringan dan kemudian menjadi lebih berat, termasuk kemungkinan keluarnya jaringan alias gumpalan darah.
- Kram alias nyeri di perut bagian bawah, lebih kuat daripada nyeri saat menstruasi.
- Nyeri punggung bawah yang berkisar dari ringan hingga berat.
Demikian studi terbaru yang membahas tentang keguguran. Semoga info ini berfaedah ya.
| Pilihan Redaksi
|
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
6 Gejala Kram Perut yang Perlu Diwaspadai saat Hamil, Bisa Jadi Tanda Keguguran Bun
Program Hamil Setelah Keguguran, Ini Waktu yang Tepat untuk Mulai Berhubungan Seks
12 Kebiasaan Penyebab Keguguran yang Mesti Bumil Tahu