Dari perpaduan notes menggoda, hingga kolaboras HMNS x Amanda Zahra yang viral. Rilisan minyak wangi lokal terbaru ini layak untuk Anda lirik.
Industri minyak wangi lokal Indonesia terus bergeliat dengan kehadiran rilisan-rilisan baru yang semakin imajinatif dan beragam. Mulai dari kerjasama brand ternama dengan public figure, sampai penelitian aroma gourmand yang menggugah selera, para perfumer lokal terus membuktikan kualitasnya.
Baca juga: Rhode x Alexandra Leclerc, Kolaborasi Baru yang Bikin Tampil Glowing Makin Effortless
HMNS x Amanda Zahra EoN Infusé de Terra

Salah satu rilisan yang paling dinantikan tahun ini datang dari HMNS Perfumery yang menggandeng Amanda Zahra untuk menghadirkan jenis terbaru dari lini Essence of the Night (EoN), ialah EoN Infusé de Terra. Kolaborasi ini mengusung tagline “The Rebirth of EoN”, menghadirkan narasi tentang seorang dewi yang dihukum lantaran cinta dan seorang manusia yang mengabdikan hidupnya untuknya.
Dari segi aroma, EoN Infusé de Terra tampil lebih fresh dan airy dibanding jenis EoN sebelumnya, dengan karakter utama tuberose yang kuat namun tetap terasa clean dan mudah dipakai sehari-hari. Uniknya, perilisan minyak wangi ini juga dibarengi dengan rilisnya kitab The Death of EoN yang sukses sold out dalam lima menit saja! Desain botolnya tampil minimalis dengan warna earth tone yang terasa premium dan berkarakter.
Layr x Pears Crystal Lace

Layr Fragrance, brand lokal yang dikenal dengan konsep “Architecture of Fragrance”, bekerja-sama dengan Pears menghadirkan Crystal Lace. Parfum unisex ini ditujukan bagi Anda yang menyukai kesan floral lembut namun tetap terasa kegemerlapan dan spesial untuk dipakai sehari-hari.
Susunan aromanya terdiri dari top note incense, middle note rose dan peony, serta base note beetroot dan vetiver yang menciptakan karakter earthy, aromatic, dan mewah. Botolnya didominasi warna jade dan tutup yang memiliki marble finish. Benar-benar mempercantik koleksi parfummu.
Mine Perfumery Matcha Cream & Sakura Mochi

Buat pencinta aroma gourmand bertema Jepang, Mine Perfumery merilis dua varian layering yang bisa dipakai sendiri-sendiri maupun dipadukan, ialah Matcha Cream dan Sakura Mochi. Konsep layering ini memang menjadi karakter unik Mine Perfumery, di mana setiap minyak wangi dirancang agar bisa ditumpuk dengan jenis lain untuk menciptakan aroma individual yang unik.
Matcha Cream menghadirkan kesan creamy dan earthy yang mengingatkan Anda sama segelas matcha latte, sementara Sakura Mochi membawa nuansa manis lembut ala kue mochi dan kembang sakura. Dipadukan bersama, keduanya menciptakan aroma manis-earthy yang hangat dan nyaman, cocok untuk Anda yang menyukai wewangian bertema dessert namun tetap ringan dipakai sehari-hari.
Kyfee August 26

Kyfee, brand minyak wangi lokal yang digagas oleh Luna Maya, menghadirkan koleksi Daydream yang salah satu variannya berjulukan August 26. Parfum ini terinspirasi dari hari ulang tahun Luna Maya yang mengusung karakter fruity-floral yang dreamy dan feminin, sejalan dengan konsep besar koleksi Daydream yang mau menghadirkan a little dream in every spray.
The Body Tale Soy Milk Extrait de Parfum

The Body Tale membuka babak pertama dari seri The Tale of Asia lewat minyak wangi berjudul Soy Milk. Terinspirasi dari kehangatan susu kedelai yang menjadi simbol kenyamanan dan kehangatan rumah di beragam budaya Asia, minyak wangi ini dirancang berbareng perfumer Romane Zarzycki.
Aromanya dibuka dengan kehangatan susu kedelai dan beras yang lembut disertai sentuhan pepper, kemudian berkembang menjadi heart note violet, orris, dan white floral, sebelum akhirnya turun ke base note sandalwood, cedar, patchouli, vetiver, musk lembut, dan woody amber. Hasilnya adalah extrait de parfum unisex yang creamy, elegan, dan terasa familiar seperti sebuah memori.
Mars on Earth x Muklay Pulp Fiction

Terakhir, ada kerjasama unik antara Mars on Earth dan seniman kontemporer Muklay yang menghadirkan minyak wangi berjudul Pulp Fiction. Kolaborasi lintas industri ini menyasar pencinta minyak wangi yang juga menggemari pop culture dan street culture, menghadirkan identitas visual sekaligus aroma yang berani dan berbudi pekerti kuat.
Sebagai bagian dari rilisan kolaboratif, Pulp Fiction menjadi bukti bahwa bumi minyak wangi lokal sekarang nggak hanya berbincang soal aroma, tapi juga gimana sebuah wewangian bisa menjadi medium ekspresi identitas penggunanya.
Baca juga:Punya Rambut Kering lantaran Bleaching? Contek Hair Care Seulgi Red Velvet Ini
Selain perpaduan notes yang menarik, beberapa rilisan minyak wangi lokal baru ini juga punya konsep yang betul-betul matang dan berkarakter. Ada yang sudah Anda lirik untuk check out saat payday nanti?
Images: Brands