Kecelakaan kerja bisa terjadi kapan saja. Penanganan yang sigap dan tepat di golden periode adalah kunci mengurangi risio kecacatan apalagi kematian akibat kecelekaan kerja. Propinsi Banten, adalah propinsi yang didominasi oleh area industri, kegiatan logistik, serta mobilitas kendaraan yang tinggi, yang berpotensi meningkatkan akibat kecelakaan kerja maupun kecelakaan lampau lintas.
Kasus kecelakaan kerja di propinsi Banten pun termasuk tinggi. Data tahun 2024 ditemukan sekitar 1200 kecelkaan kerja di Kabupaten Serang. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan bakal jasa trauma yang cepat, terintegrasi, dan siap siaga menjadi semakin krusial bagi masyarakat dan pekerja di daerah Serang dan sekitarnya.
Berangkat dari kebutuhan yang tinggi, Bethsaida Hospital Serang secara resmi meluncurkan Advanced Trauma Center (ATC), pusat jasa cedera dan kegawatdaruratan terpadu yang dirancang untuk memberikan penanganan trauma secara cepat, tepat, dan komprehensif.
“Advanced Trauma Center adalah penanganan komprehensif yang memerlukan tim multidisiplin lintas spesialis. Di ATC Bethsaida Hospital Serang, kami siapkan semua peralatan termasuk penunjang diagnostik ialah MRI 1,5Tesla, lantaran kebanyakan kecelakaan kerja memerlukan pemeriksaan radiologi,” jelas Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirta Mulya Juandi.
Fasilitas yang Wajib Ada di Advanced Trauma Center (ATC)
Prinsip penanganan trauma adalah penanganan secepatnya, setelah pasien stabil. Oleh lantaran itu untuk mendirikan sebuah jasa Trauma Center yang advanced, dibutuhkan beberapa fasilitas, antara lain ambulance rescue yang punya akomodasi life saving, dan perlengkapan P3K lengkap.
Selain itu, bisa melayani semua jenis trauma dalam waktu 24 jam selama 7 hari (24/7), pelayanan diagnostik 24 jam, dan ditangai master multidisiplin.
Adapun tim multidisiplin terdiri dari master ahli ortopedi, bedah saraf, bedah umum, bedah mulut, bedah digestif, radiologi, penyakit dalam, mata, konservasi gigi, anestesi, rehab medik, dan didukung akomodasi IGD 24 jam, smart ambulance, serta tim medis berpengalaman, jasa ini diharapkan dapat memberikan alur penanganan pasien yang lebih terarah sejak pertimbangan awal (tim Trauma Center), pemeriksaan penunjang (teknologi diagnostic: X-Ray, USG, CT Scan 258 Slice, MRI 1.5T), tindakan medis (kamar operasi, C-Arm, Cath Lab), hingga proses pemulihan (rehabilitasi medik).
“Jadi one stop pelayanan trauma, pasien tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit lain,” jelas Direktur Sales, Marketing & Business Development Bethsaida Healthcare, Iwan A. Setiawan.
Peran Radiologi dalam Diagnotik Trauma berat
Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Serang, dr. Eha Juleha, Sp.Rad, menjelaskan bahwa pemeriksaan MRI berkedudukan krusial dalam menunjang ketepatan diagnosis, terutama pada kasus-kasus yang memerlukan visualisasi jaringan secara lebih jelas.
“Dalam penanganan trauma, pemeriksaan radiologi mempunyai peran krusial untuk membantu master memandang kondisi pasien secara lebih detail. Dengan support MRI 1.5T, pertimbangan terhadap jaringan lunak, tulang belakang, sendi, maupun saraf dapat dilakukan dengan lebih baik, sehingga master klinisi dapat menentukan langkah penanganan yang lebih tepat,” jelas dr. Eha.
Peralatan diagnostik radiologi lain adalah CT Scan dan USG. “CT Scan bisa menilai adanya perdarahan lantaran cedera kepala, lampau memandang apakah ada robekan untuk kasus cedera area abdomen, sedangkan MRI untuk memandang kondisi jaringan lunak. Misalnya pasien cedera dengkul hasil rontgen mencurigai adalanya sedera ACL, maka perlu kita lakukan pemeriksaan lanjutan dengan MRI,” lanjut dr. Eha.
Pemeriksaan radiologi tanpa zta kontras hanya memerlukan waktu 20-30 menit saja, dan menurut dr. Eha, rata-rata kasus trauma tidak memerlukan kontras.
Lebih lanjut, dr. Tirta Mulya Juandi, menyampaikan bahwa peluncuran Advanced Trauma Center merupakan bagian dari pengembangan jasa Bethsaida Hospital Serang untuk memberikan akses kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Serang, Cilegon, dan daerah Banten.
“Melalui Advanced Trauma Center, kami mau menghadirkan jasa trauma yang tidak hanya sigap dalam respons, tetapi juga komprehensif dalam penanganan. Dengan support master spesialis, akomodasi modern, serta teknologi diagnostik seperti MRI 1.5T, kami berambisi masyarakat dapat memperoleh jasa kesehatan yang lebih optimal, aman, dan terpercaya,” ujar dr. Tirta.
Dokter Spesialis Bedah Saraf Bethsaida Hospital Serang, dr. Mochamad Sri Arya H, Sp.BS, menambahkan bahwa penanganan trauma memerlukan koordinasi yang baik antarspesialis, terutama pada kasus yang melibatkan cedera kepala, tulang belakang, maupun sistem saraf.
“Pada kasus trauma, kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi aspek yang sangat penting. Dengan adanya jasa yang terintegrasi serta support pemeriksaan penunjang yang memadai, proses pertimbangan dan penentuan tindakan dapat dilakukan lebih sigap dan terarah,” jelas dr. Arya.
Dengan peluncuran Advanced Trauma Center ini, Bethsaida Hospital Serang semakin memperkuat komitmennya untuk menjawab kebutuhan pasien masa sekarang melalui jasa trauma yang komprehensif, didukung teknologi diagnostik modern dan kerjasama master ahli multidisiplin.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·