Jakarta -
Hari Anak Nasional menjadi waktu yang tepat untuk mengingat pentingnya memberikan awal kehidupan yang terbaik untuk anak. Salah satunya melalui pemberian air susu ibu (ASI).
Tak hanya menjadi sumber nutrisi utama pada bayi, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ASI juga berangkaian dengan perkembangan kognitif dan tumbuh kembang anak hingga jangka panjang.
Selama ini, ASI dikenal sebagai sumber nutrisi utama pada bayi. Sejumlah penelitian juga menunjukkan segudang faedah ASI yang tak hanya berakhir di masa bayi, tapi juga berdampak hingga anak tumbuh besar. Lantas, benarkah ASI dapat mendukung anak menjadi pandai dan aktif?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benarkah ASI dapat meningkatkan IQ anak?
Sejumlah penelitian menemukan hubungan positif antara lama menyusui dengan perkembangan kognitif anak. Salah satunya penelitian jangka panjang yang dipimpin Dr. Bernardo Lessa Horta dari Federal University of Pelotas, Brasil.
Tim peneliti mengikuti nyaris 6.000 bayi sejak lahir hingga berumur sekitar 30 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang disusui selama 12 bulan alias lebih mempunyai skor IQ rata-rata 3,76 poin lebih tinggi, menempuh pendidikan lebih lama, serta mempunyai pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan anak yang disusui kurang dari satu bulan.
"Studi kami memberikan bukti pertama bahwa menyusui yang berkepanjangan tidak hanya meningkatkan kepintaran hingga setidaknya usia 30 tahun, tetapi juga berakibat baik pada tingkat perseorangan dan masyarakat dengan meningkatkan pencapaian pendidikan dan keahlian menghasilkan,” kata Dr Horta dikutip dari Today.
Menyusui hingga 6 bulan dikaitkan dengan IQ dan prestasi akademik yang lebih baik
Penelitian menggunakan data Avon Longitudinal Study of Parents and Children (ALSPAC) yang melibatkan lebih dari 14.500 ibu mengandung di Inggris. Peneliti mengevaluasi riwayat menyusui serta beragam hasil perkembangan neurokognitif anak hingga remaja dengan mempertimbangkan beragam aspek yang dapat memengaruhi hasil, seperti pendidikan orang tua, kebiasaan merokok saat hamil, hingga metode persalinan.
Hasilnya, anak yang tetap mendapatkan ASI pada usia enam bulan menunjukkan beragam untung dalam aspek perkembangan kognitif dibandingkan anak yang tidak pernah mendapatkan ASI.
Anak-anak ini mempunyai skor IQ verbal, performa, dan IQ total yang lebih tinggi saat usia 8 hingga 15 tahun.
Selain itu, anak juga menunjukkan keahlian membaca yang lebih baik, prestasi matematika yang lebih tinggi, keahlian percakapan yang lebih baik, serta keahlian motorik lembut yang lebih baik.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini merupakan penelitian observasional sehingga tidak dapat membuktikan hubungan karena akibat secara langsung.
Namun, temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan yang konsisten antara menyusui hingga usia enam bulan dengan beragam untung neurokognitif jangka panjang.
Mengapa ASI krusial untuk perkembangan otak?
Salah satu argumen ASI dikaitkan dengan perkembangan otak adalah kandungan nutrisinya yang lengkap. Selain menjadi sumber daya utama untuk bayi, ASI juga mengandung beragam nutrisi yang berkedudukan dalam perkembangan sistem saraf dan kegunaan otak.
Menurut Lauren Manaker, MS, RDN, LD, CLEC, salmon menjadi salah satu makanan yang baik dikonsumsi ibu menyusui lantaran kaya bakal DHA, masam lemak omega-3 yang berkedudukan mendukung perkembangan otak dan mata bayi.
"Tidak hanya sebagai sumber protein berbobot tinggi, tetapi juga merupakan salah satu sumber terbaik masam lemak omega-3 DHA, nutrisi yang mendukung perkembangan mata dan otak bayi," kata Manaker melansir dari Very Well Health
ASI mengandung beragam unsur gizi yang berkedudukan dalam perkembangan otak bayi, seperti protein, taurin, dan masam amino. Selain itu, ibu menyusui juga perlu mencukupi asupan nutrisi penting, seperti DHA, kolin, yodium, dan vitamin B12, yang berkedudukan dalam mendukung tumbuh kembang bayi.
Meski demikian, para mahir juga mengingatkan banyak aspek yang memengaruhi kepintaran anak, mulai dari genetik, stimulasi, pola asuh, kualitas tidur, status gizi, hingga lingkungan belajar. Dengan kata lain, ASI merupakan salah satu aspek krusial yang mendukung tumbuh kembang anak, tetapi bukan satu-satunya penentu kecerdasan.
Manfaat ASI lainnya untuk tumbuh kembang anak
ASI mempunyai banyak faedah lainnya selain mendukung perkembangan otak, antara lain:
- Memenuhi kebutuhan nutrisi bayi selama enam bulan pertama
- Mengandung antibodi yang membantu melindungi bayi dari infeksi
- Membantu menurunkan akibat diare, jangkitan saluran napas, dan jangkitan telinga
- Berkaitan dengan penurunan akibat obesitas pada anak
- Memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi.
Selain menyusui sesuai rekomendasi, ibu juga perlu memenuhi kebutuhan gizinya sendiri. Asupan yang seimbang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa menyusui. Berikut beberapa inspirasi menu yang dapat dicoba.
1. Salmon panggang dan sayuran kukus
Salmon kaya DHA, protein, selenium, dan yodium yang mendukung perkembangan otak bayi.
2. Oatmeal dengan almond dan blueberry
Oat mengandung karbohidrat kompleks yang membantu menyediakan daya untuk ibu menyusui. Almond dan blueberry juga menambah asupan serat serta antioksidan.
3. Sup ayam jagung
Ayam merupakan sumber protein, vitamin B12, dan kolin yang krusial untuk perkembangan sistem saraf bayi.
4. Telur rebus dan roti gandum
Telur merupakan sumber kolin yang berkedudukan dalam perkembangan otak, sedangkan roti gandum membantu memenuhi kebutuhan daya ibu.
5. Tumis bayam dan wortel
Bayam kaya folat, sedangkan wortel mengandung beta-karoten yang berkedudukan sebagai prekursor vitamin A.
6. Tempe bacem dan tumis buncis
Tempe menyediakan protein nabati, unsur besi, serta hasil fermentasi yang baik untuk pencernaan ibu.
7. Smoothie pisang, yoghurt, dan chia seed
Menu ini dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus memberikan protein, kalsium, dan serat.
Pemberian ASI memberikan banyak faedah untuk bayi, termasuk yang dikaitkan dengan perkembangan kognitif dalam beragam penelitian. Namun, para mahir mengingatkan bahwa banyak aspek yang memengaruhi kepintaran dan tumbuh kembang anak.
Karena itu, selain memberikan ASI sesuai rekomendasi, orang tua juga perlu memastikan anak mendapatkan gizi yang baik, stimulasi yang sesuai usia, pola asuh yang positif, serta lingkungan yang mendukung proses tumbuh kembangnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·