8 Perilaku Seumur Hidup yang Tanpa Disadari Anak Tiru dari Orang Tua

Jun 21, 2026 08:40 PM - 1 bulan yang lalu 45907

Anak tidak hanya belajar dari apa yang diajarkan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari. Berbagai kebiasaan yang dilakukan orang tua di rumah kerap menjadi contoh bagi mereka.

Kita mungkin tidak selalu menyadarinya, tapi anak sangat peka terhadap lingkungan terdekatnya, lho. Apa yang dianggap biasa di rumah bisa menjadi sesuatu yang mereka anggap semestinya begitu.

Itulah sebabnya, peran orang tua bukan hanya memberi arahan, tetapi juga menjadi contoh yang baik. Karena dari situlah anak belajar membentuk kebiasaan yang bakal mereka bawa hingga dewasa.


Maka dari itu, ada perilaku seumur hidup yang tanpa disadari anak tiru dari orang tua. Berikut penjelasan selengkapnya.

8 Perilaku seumur hidup yang tanpa disadari anak tiru dari orang tua

Menilik dari laman Your Tango, berikut beberapa perilaku seumur hidup yang tanpa disadari anak warisi dari orang tua mereka:

1. Kemampuan mengungkapkan perasaan

Kemampuan untuk terbuka soal emosi rupanya jadi keahlian hidup yang sangat penting. Psikolog berlisensi di Amerika Serikat, Aline Zoldbrod, Ph.D., menyebut bahwa keahlian mengungkapkan emosi sangat berpengaruh dalam kehidupan.

"Salah satu keahlian hidup terpenting yang dimiliki oleh seseorang adalah keahlian untuk mengungkapkan emosi mereka dalam kata-kata dan kemudian berbagi pikiran dan emosi mereka secara konstruktif dengan orang-orang terdekat mereka," tulisnya.

Hal ini sebenarnya dapat dipelajari saat anak sudah besar, tapi paling mudah terbentuknya justru waktu anak tetap kecil, Bunda.

Di rumah, orang tua membantu anak untuk mengenali apa yang mereka rasakan. Tapi yang jadi penentu itu bukan hanya diajarkan, melainkan apakah anak betul-betul didengar saat bercerita alias malah diabaikan.

Ada anak yang tumbuh dengan rasa jika perasaannya itu krusial dan layak didengar. Tapi ada juga yang justru kebalikannya, jadi terbiasa menahan apa yang mereka rasakan sendiri.

Dalam perihal tata krama, peran orang tua rupanya sangat besar. Pelatih kehidupan asal Amerika Serikat, Ellen Kamaras, mengatakan bahwa orang tua menjadi pengaruh dalam kebiasaan seperti mengucapkan, "Tolong" dan, "Terima kasih".

Sementara itu, langkah paling efektif untuk menciptakan tata krama kepada anak adalah dengan memberikan contoh yang konsisten. Mulai dari bersikap sopan, menghargai orang lain, hingga menunjukkan rasa syukur dalam beragam situasi.

3. Mudah merasa cemas berlebihan

Konselor dan terapis dari Wales, Inggris, LouLou Palmer, menjelaskan bahwa orang tua yang suka memikirkan kemungkinan terburuk, meski kondisi saat ini sebenarnya baik-baik saja, tanpa sadar perihal itu bisa menularkan kekhawatiran kepada anak.

Mengapa demikian? Ini terjadi lantaran anak peka terhadap langkah orang tua menanggapi situasi sehari-hari. Mereka pun turut belajar langkah pandang yang sama terhadap rasa resah dan kemungkinan buruk.

4. Rasa bersalah

Saat anak melakukan kesalahan lampau menerima kritik dari orang tua, rasa bersalah itu sebenarnya tidak betul-betul hilang, Bunda. Hal itu bisa ikut terbawa hingga mereka dewasa.

Di dalam diri, bunyi itu bisa seperti, "Kamu seharusnya..." dan nantinya membentuk emosi bahwa dirinya tidak pernah cukup baik di mata orang lain.

Akhirnya, mereka pun bisa lebih sering menjalani hidup berasas angan dari luar, bukan dari kemauan diri sendiri yang sebenarnya.

Anak-anak itu belajar tentang cinta dan hubungan dari apa yang mereka lihat setiap hari di rumah. Dari hubungan orang tua, mereka tahu gimana cinta ditunjukkan lewat kata-kata, tindakan, dan langkah bersikap.

Saat orang tua menunjukkan kasih sayang, saling menghargai, anak belajar bahwa cinta itu menenangkan. Tapi jika yang sering terlihat adalah saling menyalahkan, pemahaman anak tentang cinta bisa ikut terbentuk berbeda.

Begitu pula juga saat ada konflik, Bunda. Cara orang tua menyelesaikannya bakal menjadi pelajaran bagi anak tentang apakah cinta bisa tetap memperkuat meski ada perbedaan.

6. Cara menilai orang lain

Pelatih hubungan asal Amerika Serikat, Cassady Cayne, menjelaskan bahwa langkah anak menilai dan mengkritik orang lain, termasuk diri sendiri, banyak dipelajari dari orang tua.

Kalau sejak mini saja anak suka mendengar komentar yang negatif, seperti menghakimi penampilan alias mengkritik orang lain, perihal itu bisa berpengaruh pada rasa percaya diri mereka.

Sebaliknya, jika anak tumbuh dengan contoh yang penuh dengan empati, mereka bakal belajar untuk lebih memahami orang lain, Bunda.

7. Cara agar dicintai

Anak-anak itu seperti 'spons', mudah sekali menyerap perilaku dan sikap dari orang tua. Bahkan perihal seperti kebiasaan sehari-hari, tanpa sadar bisa mereka anggap sebagai sesuatu yang dapat diikuti.

Nah yang jadi perhatian adalah ketika anak tumbuh di lingkungan rumah yang selalu ada konflik. Pertengkaran terus-menerus, emosi yang tidak stabil, alias hubungan yang tidak sehat bisa sangat mudah terserap oleh anak.

Lambat laun, apa yang mereka lihat itu bisa terbawa hingga dewasa dan terulang lagi dalam langkah mereka menjalani hubungan.

8. Ketangguhan

Ketangguhan adalah keahlian krusial dalam hidup. Ini berfaedah keahlian anak untuk beradaptasi, bangkit kembali dari perihal sulit, dan tetap menjaga rasa percaya diri.

Saat orang tua menunjukkan kepercayaan pada anak, itu menjadi fondasi untuk membangun ketangguhan tersebut. Lalu, ketika anak diberi ruang untuk mencari solusi, mereka pun bakal percaya pada kemampuannya dalam menghadapi masalah.

Itulah beberapa perilaku seumur hidup yang tanpa disadari anak tiru dari orang tua. Semoga informasinya dapat bermanfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/pri)

Selengkapnya