Kebiasaan makan seseorang rupanya bisa mengungkap kepribadiannya, Bunda. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan makan juga dapat mencerminkan beberapa aspek kepribadian, mulai dari langkah mengambil keputusan hingga kebiasaan dalam berinteraksi dengan orang lain.
Salah satu yang dikaitkan dengan kepribadian adalah kecepatan makan seseorang. Melansir dari laman Times of India, psikolog mengatakan bahwa kecepatan makan terkadang dapat memberikan petunjuk mini tentang langkah seseorang berpikir, berperilaku, dan merespons dunia.
Meskipun tidak ada satu kebiasaan pun yang dapat mendefinisikan kepribadian seseorang, penelitian telah mengidentifikasi hubungan menarik antara kecepatan orang makan dan ciri-ciri psikologis tertentu. Lantas, apa saja karakter kepribadian orang yang suka makan cepat?
Simak penjelasan lengkapnya berikut ini ya.
Cara mengenali orang dari kebiasaan makan cepat
Berikut 6 langkah mengenali orang dari kebiasaan makan sigap menurut psikologi:
1. Mereka mempunyai motivasi tinggi dan berorientasi pada tujuan
Orang yang makan dengan sigap sering kali konsentrasi untuk mencapai garis finish. Pola pikir yang sama dapat muncul di bagian kehidupan lainnya.
Mereka mungkin menikmati waktu saat mengerjakan tugas, bekerja secara efisien, dan beranjak ke tantangan berikutnya daripada berlama-lama pada satu aktivitas. Psikolog mencatat bahwa orang dengan orientasi pencapaian yang lebih kuat sering kali lebih menyukai kecepatan dan efisiensi dalam rutinitas sehari-hari, termasuk makan.
Bagi orang-orang ini, makan menjadi tugas lain yang kudu diselesaikan daripada pengalaman yang dinikmati. Penelitian di Research Square tahun 2021 menemukan adanya hubungan antara kecepatan makan dan karakter kepribadian yang lebih luas, meskipun hubungan ini berkarakter moderat dan bukan definitif.
2. Mereka lebih tidak sabar dibandingkan kebanyakan orang
Orang yang makan sigap sering kali tidak suka menunggu, seperti mengantre, mengikuti rapat yang membosankan, alias menunggu makanan datang. Mereka secara alami lebih menyukai tempo yang lebih cepat.
Kecenderungan tersebut dapat terbawa ke waktu makan, di mana memperlambat tempo terasa tidak nyaman alias tidak perlu bagi orang-orang ini. Psikolog percaya bahwa kebiasaan sehari-hari sering kali mencerminkan tempo hidup yang kita sukai.
Seseorang yang selalu merasa terburu-buru mungkin secara tidak sadar bakal mempercepat waktu makan meskipun tidak ada tenggat waktu yang nyata. Studi yang sama menunjukkan bahwa perilaku makan dibentuk oleh aspek psikologis dan lingkungan.
3. Mereka condong memprioritaskan produktivitas daripada momen yang terjadi saat ini
Bagi banyak orang yang makan cepat, kebiasaan ini adalah sesuatu yang kudu diselipkan di antara tanggung jawab lain, bukan kegiatan yang layak mendapat perhatian penuh. Mereka mungkin membalas email sembari makan, menggulir layar ponsel, alias tengah mempersiapkan diri secara mental untuk rapat berikutnya.
Psikolog menggambarkan perihal tersebut sebagai style berpikir yang lebih berfokus pada tugas. Alih-alih sepenuhnya terlibat dengan apa yang terjadi saat ini, perhatian orang-orang yang makan sigap sering diarahkan pada apa yang bakal terjadi selanjutnya.
4. Mereka mungkin kesulitan menyadari sinyal kenyang
Salah satu temuan paling konsisten dalam ilmu jiwa makan adalah kebiasaan makan dengan sigap dapat mengurangi waktu bagi sinyal kenyang tubuh mencapai otak. Akibatnya, orang yang makan sigap mungkin terus makan melampaui kebutuhan sebenarnya sebelum menyadari bahwa mereka sudah kenyang.
Kondisi tersebut bukan berfaedah mereka kurang pengendalian diri. Sebaliknya, pengaturan nafsu makan alami tubuh mereka sudah kesulitan mengimbangi kecepatan makan. Para mahir sering merekomendasikan untuk makan lebih lambat lantaran perihal itu memungkinkan sinyal lapar dan kenyang untuk sampai ke otak.
5. Mereka biasanya sigap berkembang di lingkungan yang serba cepat
Orang yang secara alami makan dengan sigap sering merasa nyaman dalam agenda yang sibuk, tempat kerja yang menuntut, alias lingkungan di mana keputusan sigap dihargai. Mereka mungkin menjadi resah ketika kehidupan melangkah dengan lambat.
Psikolog memperingatkan bahwa kebiasaan yang dikembangkan di bawah tekanan waktu yang konstan pada akhirnya dapat menjadi sesuatu yang otomatis. Apalagi, penelitian menunjukkan bahwa kepribadian dan style hidup sama-sama berkontribusi pada perilaku makan.
Makan dengan penuh kesadaran melibatkan langkah kita memperhatikan rasa, tekstur, rasa lapar, dan rasa kenyang tanpa gangguan. Orang yang makan sigap sering kali mempunyai lebih sedikit kesempatan untuk memperhatikan isyarat-isyarat ini lantaran makanannya sudah lenyap sebelum mereka sepenuhnya merasakannya.
Para psikolog memandang makan dengan penuh kesadaran sebagai sesuatu yang berfaedah untuk kesehatan bentuk dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan. Memperlambat tempo makan mendorong kesadaran yang lebih besar tentang apa yang kita makan dan kenapa kita memakannya, daripada makan tanpa sadar secara otomatis.
Beberapa perihal di atas memang bisa menjadi karakter orang makan cepat. Tapi, makan sigap tidak boleh dianggap sebagai tes kepribadian ya, Bunda.
Kecepatan makan seseorang dapat dipengaruhi oleh banyak hal, seperti kebiasaan masa kecil, rutinitas keluarga, agenda kerja, budaya, tingkat stres, dan apalagi jenis makanan di piring. Seseorang mungkin makan sigap lantaran mereka mempunyai anak mini yang kudu diasuh, waktu rehat makan siang yang singkat, alias kebiasaan bertahun-tahun, bukan lantaran mereka mempunyai kepribadian tertentu.
Demikian langkah mengenali orang dari kebiasaannya makan cepat. Semoga info ini bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·