Jakarta -
Kolesterol tinggi merupakan kondisi yang cukup sering terjadi, tetapi tetap banyak orang yang tidak menyadarinya. Salah satu penyebabnya adalah beredarnya beragam mitos yang membikin masyarakat kurang memahami kondisi ini dan mengabaikan pentingnya pemeriksaan kesehatan.
Tidak sedikit orang percaya bahwa kolesterol tinggi hanya dialami oleh lansia alias mereka yang mempunyai berat badan berlebih. Padahal, kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja dan sering kali tidak menimbulkan indikasi yang jelas pada tahap awal.
Untuk itu, krusial mengetahui kebenaran yang sebenarnya di kembali beragam dugaan yang beredar. Dengan memahami info yang tepat, masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil langkah tepat untuk menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7 Mitos kolesterol yang perlu diluruskan
Seberapa banyak yang perlu Bunda ketahui tentang kolesterol? Berikut beberapa kesalahpahaman umum dan faktanya tentang kolesterol:
1. Kolesterol bukan masalah bagi anak-anak
Dilansir American Heart Association, kolesterol tinggi juga dapat dimulai sejak masa kanak-kanak, terkadang lantaran kondisi bawaan alias kebiasaan tidak sehat.
Pemeriksaan kolesterol direkomendasikan untuk semua anak berumur 9-11 tahun yang belum pernah diperiksa sebelumnya untuk membantu menilai akibat dan memandu perawatan, bekerja sama dengan dokter, orang tua, dan pengasuh.
Terlepas dari akibat yang mereka hadapi, semua anak mendapat faedah dari kebiasaan style hidup sehat, seperti pola makan sehat dan kegiatan bentuk teratur yang dapat mengurangi akibat penyakit jantung dan stroke seiring waktu.
Anak-anak usia 2 tahun ke atas sebaiknya mengonsumsi makanan yang menekankan buah-buahan, sayuran, ikan, biji-bijian utuh, dan membatasi makanan yang tinggi sodium, lemak jenuh, dan gula tambahan.
2. Tidak perlu memeriksa kadar kolesterol hingga usia paruh baya
Faktanya, orang dewasa berumur 19 tahun ke atas direkomendasikan untuk memeriksa kadar kolesterolnya, setidaknya setiap lima tahun sekali selama risikonya tetap rendah.
Bekerja sama dengan ahli kesehatan Bunda untuk mengawasi akibat terkena penyakit jantung dan stroke.
3. Orang kurus tidak mempunyai kolesterol tinggi
Orang dengan jenis tubuh apa pun dapat mempunyai kolesterol tinggi. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan kemungkinan mempunyai kolesterol LDL tinggi, tetapi tubuh kurus tidak melindungi Bunda.
Terlepas dari berat badan, pola makan, dan jumlah aktivitas, Bunda kudu memeriksa kolesterol secara teratur.
4. Hanya laki-laki yang perlu cemas soal kolesterol
Baik laki-laki maupun wanita perlu memperhatikan kadar kolesterol mereka lantaran condong meningkat seiring bertambahnya usia.
Bagi perempuan, kadar kolesterol juga dapat meningkat selama tahap kehidupan tertentu seperti kehamilan dan menopause. Penting untuk mengetahui kadar kolesterol Bunda, terlepas dari jenis kelamin.
5. Pola makan dan kegiatan teratur menentukan kadar kolesterol
Kebiasaan style hidup sehat seperti mengonsumsi makanan yang menyehatkan jantung dan berolahraga secara teratur dapat menurunkan LDL, tetapi faktor-faktor seperti usia, kesehatan secara keseluruhan, riwayat keluarga, diabetes, dan riwayat serangan jantung alias stroke juga berperan.
6. Setiap orang yang mengonsumsi tetap mengalami nyeri otot
Dilansir Mayo Clinic, banyak pasien cemas untuk memulai pengobatan statin lantaran takut dapat menyebabkan nyeri otot alias kram.
Faktanya, hanya sekitar 2-10 persen pasien yang mengalami pengaruh samping mengenai otot, yang berkisar dari nyeri alias pegal otot hingga kram. Dari pasien yang mengalami pengaruh samping ini dengan satu jenis statis, 90 persen bisa mentoleransi obat statin pengganti dengan penggunaan berkelanjutan.
Jika mengalami indikasi otot saat mengonsumsi statin, disarankan untuk konsultasi dengan dokter. Tergantung pada gejalanya, mereka mungkin menyarankan penghentian sementara pengobatan untuk memandang apakah gejalanya mereda, mengganti statin, alias mengubah dosis.
Obat-obatan ini sangat krusial untuk menurunkan akibat penyakit jantung dan stroke, jadi krusial untuk mengevaluasi dan mengatasi pengaruh samping.
7. Dengan pengobatan, tidak perlu perubahan style hidup
Obat penurun kolesterol dapat membantu mengontrol kadar kolesterol, tetapi perubahan style hidup dianjurkan untuk mengurangi akibat penyakit jantung dan stroke.
Sebagai bagian dari upaya menurunkan kolesterol, konsumsi makanan yang menyehatkan jantung dan lakukan setidaknya 150 menit olahraga aerobik intensitas sedang hingga tinggi setiap minggu.
Nah, itulah beberapa mitos kolesterol yang sebaiknya Bunda ketahui kebenaran sebenarnya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·