
Seperti yang sudah kita kabarkan sebelumnya, Microsoft mengonfirmasi bahwa jumlah bug yang diperbaiki setiap Patch Tuesday bakal terus meningkat.
Penyebabnya bukan lantaran Windows semakin bermasalah, tetapi lantaran perusahaan mulai memanfaatkan AI untuk menemukan celah keamanan lebih cepat.
Baca Juga : Windows Makin Kebal! Microsoft Gunakan AI untuk Buru Celah Keamanan di Patch Tuesday
Namun kawan kawan, rupanya muncul masalah baru, dimana menurut laporan ProPublica, Microsoft sekarang justru kewalahan menangani banyaknya bug yang ditemukan AI. Bahkan, jumlah temuannya disebut jauh lebih sigap dibanding keahlian tim engineering untuk memperbaikinya.
Nah laporan tersebut menyebut bahwa Microsoft menggunakan model AI berjulukan Claude Mythos Preview melalui program Project Glasswing, sebuah inisiatif yang juga melibatkan Google, Apple, Amazon, dan sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya.
Tujuannya sederhana, menemukan celah keamanan sebelum diketahui oleh hacker dan hasilnya rupanya cukup mengejutkan, hanya untuk SharePoint saja, AI tersebut sukses menemukan sekitar 90 bug kritis dan 141 bug krusial hanya dalam satu periode pemeriksaan.
Dan itu baru hanya satu produk, belum lagi Windows, Microsoft 365, Teams, Copilot dan lainnya.
Baca Juga : Kenalan dengan 9Router, AI Gateway yang Bikin Pakai Banyak AI Jadi Jauh Lebih Praktis
Nah menurut laporan internal yang bocor, ratusan bug lain juga ditemukan di beragam jasa tersebut dan tetap menunggu proses perbaikan. Akibatnya, manajer engineering disebut meminta seluruh tim memprioritaskan perbaikan bug dengan tingkat Critical dan Important terlebih dahulu.
Sementara bug dengan tingkat Medium kudu menunggu, apalagi tidak ada pembahasan mengenai bug dengan tingkat Low Severity.
Kabar Baik Atau Justru Kabar Buruk?
Dari sisi keamanan, jelas ini berita baik dong, lantaran AI sukses menemukan celah keamanan yang bisa ditemukan lebih sigap sebelum hacker dan peretas menemukannya.
Namun masalahnya, tindakan perbaikan yang mungkin terlalu lama, bisa cukup beresiko lantaran bukan hanya perusahaan yang menggunakan AI, pelaku kejahatan cyber juga mulai memanfaatkan AI untuk menganalisis kode, mencari pola kerentanan, hingga mempercepat proses eksploitasi.
Artinya, waktu yang dimiliki Microsoft untuk menutup sebuah celah keamanan bisa menjadi semakin singkat.
Ditambah lagi, beberapa produk Microsoft sudah dikembangkan selama puluhan tahun sehingga tetap menyimpan banyak legacy code yang lebih susah diaudit dan diperbaiki.
Tapi semoga saja Microsoft bisa bertindak sigap atas setiap kerentanan yang ditemukan dan kualitas produk mereka bisa semakin ditingkatkan. Tapi gimana menurutmu mengenai perihal ini? komen dibawah guys.
Via : ProPublica
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
English (US) ·
Indonesian (ID) ·