Alasan Busui Sebaiknya Tak Pakai Parfum, Benarkah Bisa Bikin Asi Seret?

Apr 26, 2026 08:50 AM - 1 hari yang lalu 1867

Jakarta -

Banyak perihal mini yang rupanya punya pengaruh besar terhadap kenyamanan Si Kecil saat menyusui termasuk penggunaan parfum. Mungkin Bunda pernah dengar bahwa minyak wangi bisa mengurangi produksi ASI. Tapi, benarkah demikian? Yuk, kita telaah Bunda. 

Parfum dan produksi ASI, apa hubungannya?

Produksi ASI diatur oleh hormon prolaktin dan oksitosin, yang sangat dipengaruhi oleh seberapa sering dan efektif bayi menyusu. Selama proses menyusui melangkah lancar, penggunaan minyak wangi sebenarnya tidak bakal berakibat langsung pada jumlah ASI. Namun, ada perihal krusial yang sering luput disadari, ialah pengaruh aroma terhadap perilaku bayi saat menyusu.

Menurut American Academy of Pediatrics, bayi mengandalkan indera penciuman untuk mengenali ibunya dan menemukan sumber ASI. Aroma alami kulit ibu menjadi “petunjuk” krusial bagi bayi untuk merasa nyaman dan kondusif saat menyusu.

Ketika Bunda menggunakan minyak wangi dengan aroma yang cukup kuat, aroma alami tersebut bisa tertutupi. Akibatnya, bayi mungkin:

  • Bingung saat mencari puting
  • Menjadi kurang nyaman
  • Menyusu lebih singkat alias apalagi menolak menyusu

Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, gelombang menyusui bisa menurun. Padahal, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang diproduksi.

Jadi, hubungan antara minyak wangi dan produksi ASI sebenarnya berkarakter tidak langsung. Parfum tidak menghentikan produksi ASI, tetapi bisa memengaruhi kenyamanan bayi, yang pada akhirnya berakibat pada pola menyusui.

Bayi mengenali Bunda dari aroma alami tubuh

Tahukah Bunda bahwa sejak hari-hari pertama kehidupan, bayi sudah bisa mengenali ibunya hanya dari aroma alami tubuh?

Indra penciuman bayi berkembang sangat baik sejak lahir. Bahkan, tanpa perlu memandang dengan jelas, bayi bisa 'menemukan' Bundanya melalui aroma unik kulit dan ASI. Aroma ini menjadi sinyal krusial yang membikin bayi merasa kondusif dan nyaman.

Menurut American Academy of Pediatrics, bayi bisa mengenali aroma ibunya dalam waktu singkat setelah lahir. Aroma alami tersebut membantu bayi:

  • Menemukan puting dengan lebih mudah saat menyusu
  • Merasa tenang saat berada di dekat ibu
  • Membangun kedekatan emosional (bonding)

Tak hanya itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia juga menyebut bahwa kombinasi antara kontak kulit langsung dan aroma alami ibu dapat meningkatkan keberhasilan menyusui, terutama pada masa awal kehidupan bayi.

Ketika aroma alami ini tertutupi oleh minyak wangi yang terlalu kuat, bayi bisa menjadi bingung alias kurang nyaman. Hal ini bisa membikin proses menyusui tidak melangkah optimal. Karena itu, krusial bagi Bunda untuk menjaga aroma alami tubuh, terutama saat menyusui. Sebab bagi si kecil, aroma Bunda adalah sumber rasa aman, kenyamanan, dan cinta pertama yang dia kenal

Dampaknya aroma parfum pada produksi ASI

Nah, di sinilah kaitannya mulai terlihat. Meskipun minyak wangi tidak secara langsung memengaruhi produksi ASI, dampaknya tetap bisa terasa secara tidak langsung.

Produksi ASI sangat berjuntai pada prinsip sederhana: semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang diproduksi. Hal ini lantaran setiap hisapan bayi bakal merangsang hormon prolaktin dan oksitosin untuk terus memproduksi dan mengalirkan ASI.

Namun, jika bayi merasa tidak nyaman, misalnya lantaran aroma minyak wangi yang terlalu kuat, dia bisa menyusu lebih singkat, menjadi rewel saat menyusu dan apalagi menolak menyusu

Ketika gelombang menyusu berkurang, otomatis rangsangan pada tetek juga menurun. Akibatnya, tubuh Bunda 'membaca' bahwa kebutuhan ASI tidak terlalu banyak, sehingga produksi ASI bisa ikut berkurang.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, gelombang dan efektivitas menyusui merupakan aspek utama dalam menjaga produksi ASI tetap optimal. Jadi, krusial untuk memastikan bayi merasa nyaman saat menyusu, termasuk dari segi aroma. Karena perihal mini seperti ini bisa berakibat besar pada kelancaran ASI. Intinya, bukan minyak wangi yang langsung mengurangi ASI, tetapi pengaruhnya terhadap pola menyusui bayi yang perlu Bunda perhatikan

Kandungan minyak wangi yang perlu diwaspadai

Bunda, selain aroma yang bisa memengaruhi kenyamanan bayi, krusial juga untuk memperhatikan kandungan di dalam minyak wangi yang digunakan. Beberapa bahan dalam minyak wangi berpotensi kurang ramah untuk bayi, apalagi jika digunakan terlalu dekat dengan area menyusui.

1. Alkohol dengan kadar tinggi

Sebagian besar minyak wangi mengandung alkohol sebagai pelarut. Kandungan ini memang membantu aroma lebih tahan lama, tetapi minyak wangi mengandung volatile organic compounds (VOCs), unsur kimia yang mudah menguap dan terhirup.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Air Quality, Atmosphere & Health menemukan bahwa produk beraroma (termasuk parfum) dapat melepaskan lebih dari 150 jenis VOCs. Selain itu, beberapa di antaranya termasuk unsur yang berpotensi rawan bagi kesehatan pada bayi dengan sistem pernapasan tetap berkembang. Karena, paparan unsur ini bisa memicu iritasi alias ketidaknyamanan.

2. Phthalates (zat kimia sintetis)

Phthalates sering digunakan untuk mempertahankan aroma minyak wangi agar lebih awet. Penelitian dalam jurnal Jornal de Pediatria menunjukkan bahwa banyak produk anak mengandung fragrance dengan phthalates dan bahan sintetis lain. Zat ini dikaitkan dengan potensi pengaruh seperti gangguan hormon dan alergi. Paparan berlebih dikhawatirkan dapat mengganggu sistem hormon dan memberikan pengaruh jangka panjang jika terpapar terus-menerus.

Meski dampaknya pada bayi tetap terus diteliti, banyak mahir menyarankan untuk meminimalkan paparan bahan ini, terutama pada bayi baru lahir.

3. Fragrance alias pewangi sintetis

Label 'fragrance' pada bungkusan minyak wangi sering kali merupakan campuran beragam bahan kimia. Pada bayi, perihal ini bisa:

  • Memicu reaksi alergi
  • Menyebabkan iritasi pada kulit sensitif
  • Mengganggu kenyamanan saat menyusu

Kulit bayi tetap sangat sensitif dan lebih mudah menyerap unsur dari lingkungan sekitar. Selain itu, bayi juga lebih rentan terhadap paparan unsur kimia melalui udara yang dihirup. Karena itu, penggunaan parfum, terutama di area dada perlu dibatasi agar tidak mengenai kulit bayi alias terhirup saat menyusu.

Sebab menyusui bukan hanya soal nutrisi, tapi juga tentang kedekatan antara ibu dan bayi. Aroma alami tubuh ibu berkedudukan krusial dalam menciptakan rasa kondusif bagi bayi. Jika tertutup oleh minyak wangi yang terlalu kuat, proses bonding bisa menjadi kurang optimal. Padahal, bonding yang baik bakal membikin bayi lebih tenang dan menyusu lebih efektif.

Tips kondusif pakai minyak wangi untuk busui

Bunda tetap boleh kok menggunakan minyak wangi saat menyusui. Kuncinya adalah menggunakannya dengan bijak agar tidak mengganggu kenyamanan dan kesehatan Si Kecil. Berikut beberapa tips kondusif yang bisa Bunda terapkan antara lain:

1. Pilih aroma yang ringan dan lembut

Hindari minyak wangi dengan aroma terlalu menyengat. Pilih wangi yang soft, segar, alias natural agar tidak 'menutupi' aroma alami tubuh Bunda yang krusial bagi bayi.

2. Jangan semprot di area dada

Ini yang paling penting. Hindari penggunaan minyak wangi di area:

  • Dada
  • Leher bagian depan
  • Sekitar payudara

Bunda bisa menyemprotkan minyak wangi di:

  • Pergelangan tangan
  • Belakang telinga
  • Pakaian bagian luar

Dengan begitu, aroma tetap tercium tanpa langsung terpapar ke bayi.

3. Gunakan secukupnya saja

Tidak perlu berlebihan. Cukup 1–2 semprotan agar aromanya tidak terlalu kuat dan tetap nyaman bagi bayi.

4. Pilih produk yang lebih aman

Jika memungkinkan, pilih minyak wangi dengan label:

  • Hypoallergenic
  • Bebas phthalates
  • Rendah alkohol

Langkah ini membantu meminimalkan akibat iritasi alias paparan bahan kimia pada bayi.

5. Perhatikan reaksi bayi

Setiap bayi berbeda. Jika setelah Bunda memakai minyak wangi bayi menjadi:

  • Rewel saat menyusu
  • Menolak menyusu
  • Tampak tidak nyaman

Sebaiknya hentikan penggunaan sementara dan lihat apakah kondisinya membaik. Demikian informasinya, semoga membantu ya Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya