Amankah Posisi Misionaris Untuk Berhubungan Intim Saat Hamil Trimester Kedua?

Apr 27, 2026 08:00 PM - 2 jam yang lalu 108

Jakarta -

Kehamilan sedianya tidak menjadi penghalang bagi suami istri untuk merajut keintiman ya, Bunda. Tetapi, amankah posisi misionaris untuk berasosiasi intim saat mengandung trimester kedua?

Memasuki trimester kedua, biasanya para ibu mengandung merasa lebih nyaman. Selain sedikit terlewati masa-masa mual muntah di trimester satu yang cukup mengganggu, di fase ini bumil juga mulai bisa menikmati makan minum dengan nyaman secara pelan-pelan. 

Dengan situasi yang lebih kondusif, agenda keintiman yang sempat tertunda dan apalagi tak dilakukan di trimester awal pun sekarang mulai bisa dijadwalkan kembali ya, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bolehkah melakukan hubungan intim saat hamil?

Hubungan intim sedianya tak bakal membahayakan bayi pada tahap apa pun selama kehamilan Bunda normal dan tidak ada komplikasi. Apalagi, bayi Bunda dilindungi oleh otot rahim yang kuat, cairan ketuban, dan sumbat lendir yang terbentuk di sekitar leher rahim.

Memang, sebagian orang percaya bahwa kegiatan seksual bisa memicu ancaman pada bayi hingga meningkatkan akibat keguguran alias memicu persalinan dini. Namun, pada kondisi kehamilan yang sehat, semua perihal tersebut tidaklah betul ya, Bunda.

Mengutip dari laman Medical News Today bahwa banyak penelitian menyimpulkan jika hubungan seksual selama kehamilan tidak mengenai dengan peningkatan akibat persalinan prematur alias kelahiran prematur. Namun, jika master menganggap seseorang berisiko tinggi, mereka mungkin merekomendasikan agar orang tersebut menghindari hubungan seksual selama kehamilan alias hanya pada tahap akhir kehamilan.

Hal ini lantaran ada kemungkinan bahwa orgasme alias penetrasi seksual dapat memicu kontraksi Braxton Hicks di akhir kehamilan. Braxton hicks sendiri merupakan kontraksi ringan yang dialami beberapa orang menjelang akhir kehamilannya. Namun, kontraksi ini tidak memicu persalinan, sehingga semestinya tidak menjadi penyebab kekhawatiran, Bunda.

Amankan posisi misionaris saat mengandung trimester kedua?

Melakukan hubungan intim selama kehamilan memang sepenuhnya aman. Namun, agenda tersebut tetap perlu dilakukan dengan ekstra hati-hati dan menjaga komunikasi yang baik satu sama lain.

Menyoal posisi seks, sebagian besar posisi seks kondusif dicoba selama kehamilan ya, Bunda. Hanya saja, selama tahap akhir kehamilan, sebaiknya memilih posisi yang tidak memberikan tekanan pada perut ibu hamil, seperti posisi misionaris. Sebab, jika wanita yang mengandung berebahan telentang, berat bayi dapat memberi tekanan ekstra pada organ dalam alias arteri utama.

Sementara itu, ibu mengandung mungkin merasa lebih nyaman dalam posisi di mana mereka dapat mengontrol kedalaman dan kecepatan penetrasi. Posisi yang nyaman saat mengandung tersebut bisa mencakup berada di atas pasangan, side by side, spooning, alias duduk di tepi tempat tidur.

Bagi Bunda dan pasangan yang mungkin mau berkeksperimen dengan beragam posisi seks, sah-sah saja untuk mengeksplorasinya sehingga bisa menemukan posisi yang paling nyaman. Penting diketahui bahwa posisi yang terasa nyaman biasanya bisa berubah seiring waktu, biasanya ketika usia kehamilan semakin bertambah, seperti dikutip dari laman WebMd.

Saat memasuki trimester kedua, beberapa posisi seks yang bisa dicoba dan mungkin nyaman untuk dilakukan satu sama lain ialah dengan posisi doggy style, cowgirl, dan spider position ya, Bunda.

Tips berasosiasi seks dengan kondusif selama kehamilan

Meskipun perut semakin membesar, Bunda tetap bisa menikmati setiap momen berasosiasi intim dengan pasangan. Apalagi, saat kehamilan biasanya membikin dorongan seksual lebih kuat meskipun dalam periode tertentu ada juga yang jadi merasa kurang tertarik. 

Nah, dalam menghadapi situasi tersebut, cobalah untuk tetap terbuka pada apa yang dikatakan tubuh sendiri, Bunda. Selain itu, komunikasikan dengan pasangan gimana Bunda bisa tetap intim selama kehamilan. Beri tahukan pada pasangan apa yang membikin Bunda merasa nyaman dan apa yang mungkin tidak nyaman. Adakalanya, bagi beberapa pasangan, kedekatan bentuk dalam corak berpelukan, berciuman, dan saling membelai adalah pengganti yang baik ketika seks bukan pilihan.

Oh iya, Bunda, meskipun seks saat mengandung kondusif dilakukan, ada beberapa kondisi yang sebaiknya Bunda menghindari melakukannya ketika mengalami kondisi berikut:

1. Bunda mengalami perdarahan dahsyat selama kehamilan
2. Ketuban pecah
3. Memiliki masalah dengan leher rahim
4. Mengandung bayi kembar
5. Pernah mengalami persalinan dini
6. Berada di tahap akhir kehamilan

Demikian penjelasan mengenai posisi misionaris untuk berasosiasi intim saat mengandung trimester kedua. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya