Jakarta -
Cuaca lembap dan panas yang terjadi belakangan ini tak hanya membawa ketidaknyamanan bagi Si Kecil saja, Bunda. Kondisi ini juga kerap membikin anak jadi lebih rentan terserang beragam penyakit.
Salah satu yang sedang meningkat adalah kasus Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) di Vietnam. Penyakit ini dilaporkan mengalami lonjakan dalam beberapa waktu terakhir.
Pihak kesehatan setempat menyebut adanya peningkatan kasus yang cukup signifikan sepanjang tahun 2026. Bahkan, jumlahnya jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari laman Outbreak News Today, lebih dari 25.000 kasus HFMD telah tercatat dalam tiga bulan pertama. Sebagian besar kasus HFMD dialami oleh anak usia 1 hingga 5 tahun.
Kondisi ini pun diceritakan oleh salah satu orang tua asal Vietnam yang membagikan pengalamannya saat anaknya terinfeksi HFMD. Ia menceritakan gimana sang anak yang tetap berumur 2 tahun menjerit kesakitan hingga kelelahan.
"Dia tidak bisa makan, duduk, alias tidur, jadi dia berteriak sampai kelelahan," ujarnya, dilansir dari UCA News.
Lantas, sebenarnya apa itu penyakit HFMD pada anak? Apa saja indikasi yang umumnya dialami pada Si Kecil?
Mengenal penyakit HFMD pada anak
Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), HFMD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dari golongan Enterovirus. Virus ini cukup umum menyerang anak-anak, terutama di usia dini.
Beberapa jenis virus yang paling sering menjadi penyebab HFMD adalah Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71). Keduanya dikenal mudah menular, terutama di lingkungan yang melibatkan banyak anak.
Penyakit ini dapat menyebar dengan sigap di tempat seperti sekolah maupun daycare. Hal ini lantaran anak-anak sering berinteraksi dan belum sepenuhnya menjaga kebersihan diri dengan baik.
Meski begitu, sebagian anak yang terkena HFMD biasanya bisa pulih dengan sendirinya, Bunda. Proses pemulihannya biasanya berjalan sekitar 7 hingga 10 hari tanpa penanganan khusus.
Namun, Bunda tetap perlu waspada lantaran dalam beberapa kasus, HFMD dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Lantas, apa saja indikasi yang biasa dialami oleh anak?
Gejala penyakit HFMD yang banyak dialami anak
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa penyakit tangan, kaki, dan mulut biasanya terjadi pada bayi dan anak di bawah usia 5 tahun, Bunda. Berikut ini deretan indikasi HFMD yang perlu diperhatikan:
- Demam ringan hingga sedang
- Sakit tenggorokan dan nyeri saat menelan
- Nafsu makan anak menurun dan tubuh terasa tidak enak
- Muncul bintik merah di rongga mulut
- Ruam dan bintik merah di telapak tangan dan kaki
- Ruam juga bisa muncul di bagian tubuh lain
- Sariawan yang terasa nyeri dan bisa melepuh
Penyebaran penyakit HFMD pada anak
Dikutip dari IDAI, penularan penyakit HFMD pada anak bisa terjadi melalui beragam cara, baik secara langsung maupun tidak langsung. Simak penyebaran penyakit HFMD pada Si Kecil:
1. Melalui percikan cairan dari penderita
Penularan dapat terjadi melalui tetesan cairan yang keluar saat penderita bersin, batuk, alias berbicara. Tetesan ini mengandung partikel virus yang bisa dengan mudah masuk ke tubuh orang lain.
2. Kontak dengan cairan tubuh penderita
Virus juga bisa menyebar lewat cairan tubuh seperti ingus, ludah, dan dahak. Selain itu, cairan dari lepuhan pada kulit penderita juga berpotensi menularkan penyakit.
3. Melalui kotoran (feses) penderita
Berikutnya, penularan bisa terjadi jika kebersihan tangan tidak terjaga setelah kontak dengan kotoran penderita. Hal ini biasanya sering terjadi pada anak-anak yang belum terbiasa menjaga kebersihan dengan baik.
4. Kontak langsung dengan penderita
Interaksi seperti berbicara, memeluk, alias mencium dapat mempermudah penyebaran virus, lho. Karena itu, Bunda kudu lebih berhati-hati saat anak berada di dekat penderita.
5. Menyentuh barang yang terkontaminasi
Virus dapat menempel pada beragam barang di sekitar, seperti gagang pintu, meja, alias mainan. Jika Si Kecil menyentuhnya lampau memegang wajah, akibat penularan pun bisa meningkat.
Perlu diketahui bahwa penderita HFMD biasanya mudah menularkan virus pada minggu pertama saat sakit. Namun, pada beberapa kasus, virus tetap bisa menyebar meski gejalanya sudah membaik alias apalagi hilang.
Pencegahan penyakit HFMD pada anak
IDAI menjelaskan bahwa hingga sekarang belum ada pengobatan unik untuk HFMD, Bunda. Penanganan yang diberikan hanya untuk meredakan indikasi yang muncul pada anak.
Selain itu, vaksin untuk mencegah HFMD juga belum tersedia. Maka dari itu, anak yang terinfeksi disarankan untuk diisolasi sementara guna mencegah penularan lebih lanjut.
Berikut ini beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
1. Rutin mencuci tangan dengan sabun
Biasakan mencuci tangan selama minimal 20 detik ya, terutama setelah ke toilet, mengganti popok, alias setelah batuk dan bersin.
2. Membantu anak menjaga kebersihan diri
Ajarkan anak untuk giat mencuci tangan dan memastikan luka lecet tetap bersih agar tidak mudah terinfeksi.
3. Hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor
Satu perihal yang tidak kalah krusial adalah menghindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan yang kotor, terutama pada area mata, hidung, dan mulut.
4. Membersihkan barang yang sering disentuh
Berikutnya, jangan lupa untuk selalu membersihkan permukaan seperti meja, mainan, dan gagang pintu yang sering digunakan bersama, ya.
5. Menghindari kontak dekat dengan penderita
Sebisa mungkin hindari hubungan seperti memeluk alias mencium orang yang sedang terinfeksi. Hal ini untuk mencegah penularan virus secara langsung ke anak.
6. Istirahat di rumah
Anak yang terinfeksi sebaiknya tidak pergi ke sekolah dan beristirahat di rumah selama 7-10 hari alias hingga betul-betul pulih. Dengan begitu, penyebaran ke anak lainnya pun dapat diminimalkan.
Itulah penjelasan mengenai kasus Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) yang tengah meningkat di Vietnam beserta indikasi yang banyak dialami anak-anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·