Jakarta -
Semakin banyaknya kawan dan koneksi, semestinya membikin seseorang merasa semakin senang ya, Bunda. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit orang justru merasakan perihal yang sebaliknya.
Momen seperti ini kerap muncul dari obrolan santuy berbareng kawan saat waktu sedang istirahat. Lantas, kenapa di tengah kehidupan yang serba modern ini justru banyak orang yang sering merasa kesenyapan ya, Bunda?
Jika kita lihat dari sisi lain, di beberapa tempat, orang-orang justru tampak lebih senang meski hidup dengan keterbatasan. Dari sinilah muncul pemikiran bahwa kebahagiaan tidak selalu sejalan dengan banyaknya hubungan yang dimiliki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau Bunda merasa kesenyapan meski mempunyai banyak teman, mungkin Bunda sedang mengalami perihal ini. Yuk, kita simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Sering merasa kesenyapan meski punya banyak teman, ini yang mungkin Bunda alami
Mengutip dari laman Your Tango, orang yang merasa kesenyapan meski punya banyak kawan biasanya mulai sadar bahwa penyebabnya bukan perihal yang sederhana, Bunda. Perasaan ini biasanya datang dari dalam diri yang belum betul-betul terpenuhi.
Sejak dahulu, banyak orang terbiasa mencari kawan untuk mengisi waktu dan perasaan. Tak jarang, mereka pun suka menghubungi kawan hanya agar tidak merasa sendiri.
Saat ini, kondisi serupa juga banyak dirasakan oleh anak-anak muda, Bunda. Bahkan, Generasi Z menjadi golongan yang paling sering merasa kesenyapan dibandingkan dengan usia lainnya.
Selain itu, Bunda juga bisa saja terlalu konsentrasi pada penilaian orang lain, terutama dari media sosial. Media sosial membikin banyak orang mau terlihat 'sempurna' dan mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Di sisi lain, banyaknya tuntutan untuk terlihat baik, sukses, dan punya banyak kawan juga bisa membikin Bunda lelah. Tanpa kita sadari, perihal ini justru membikin Bunda kehilangan arah alias apa yang betul-betul diinginkan.
Pada akhirnya, yang dirasakan bukan sekadar sendiri saja, tapi lebih ke kurangnya hubungan yang dekat dalam hubungan. Itulah yang membikin rasa kesenyapan tetap muncul, meski secara sosial terlihat baik-baik saja.
Saat Bunda terlalu mengikuti tuntutan, diri sendiri bisa terasa hilang
Perlu kita ketahui bahwa terlalu banyaknya tuntutan, tanpa terasa Bunda bisa merasa kehilangan diri sendiri. Hal ini terjadi lantaran semuanya terasa kudu dijalani, bukan betul-betul dipilih dari hati.
Lambat laun, Bunda mungkin menjadi bingung dengan apa yang sebenarnya disukai. Meski begitu, Bunda tetap perlu berupaya menjalani semuanya demi bisa terus maju.
Untuk mengatasinya, Bunda bisa mulai mencoba banyak perihal baru. Termasuk mencari lingkungan pertemanan yang dirasa lebih cocok, meski prosesnya memang tidak selalu mudah dan memerlukan waktu.
Sesekali mengambil waktu untuk sendiri itu tidak masalah lho, Bunda. Sendirian dan merasa kesenyapan adalah dua perihal yang berbeda. Setiap orang itu memerlukan waktu tenang untuk menjernihkan pikirannya.
Saat sedang sendiri, Bunda juga tidak perlu merasa tertekan untuk mengikuti persaingan yang ada. Justru di momen ini, Bunda bisa melangkah dengan kehidupan sendiri yang lebih nyaman.
Dengan sedikit jarak dari rutinitas, emosi pun bisa menjadi jauh lebih ringan. Bunda juga punya waktu untuk mengenal diri sendiri dan mulai mengenal hubungan dengan orang lain.
Karena itu, tidak apa-apa jika memilih untuk menyendiri, ya. Di tengah kehidupan yang sekarang terasa sibuk, waktu untuk diri sendiri dapat membantu Bunda untuk tidak mudah merasa kesepian.
Demikian ulasan mengenai kondisi punya banyak kawan tapi tetap sering merasa kesenyapan yang mungkin juga dialami Bunda. Semoga penjelasan ini bisa membantu, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·