Analisis On-Chain: Indikator Tunjukkan Ethereum Undervalued dan Support Kritis US$1.800

Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 2 menit 119847x dilihat
Analisis On-Chain: Indikator Tunjukkan Ethereum Undervalued dan Support Kritis US$1.800

Harga Ethereum (ETH) sempat tertekan hingga US$ 1.800 namun level tersebut berhasil dijaga oleh pembeli, mendorong nilai kembali melonjak di atas US$ 2.100 dalam tempo singkat.

Pantauan on-chain ditambah analisis teknikal mengindikasikan peluang bagi Ethereum untuk mempertahankan level sekitar US$ 2.000 dalam jangka pendek.

Investor Jual Rugi, Tanda Kapitulasi Besar

Salah satu metrik penting, Spent Output Profit Ratio (SOPR), tercatat di 0,96 saat ini. Angka ini menandakan banyak investor yang masih merealisasikan penjualan ETH pada posisi rugi.

Secara historis, SOPR di bawah 1 kerap diinterpretasikan sebagai fase kapitulasi — ketika pelaku pasar menyerah dan melepas aset pada harga rendah.

Menariknya, periode-periode kapitulasi seperti ini sering menjadi titik awal pembalikan arah dan pemulihan harga.

Sebagai contoh:

  • Penurunan SOPR ke 0,86 pernah diikuti oleh kenaikan harga sampai 246 persen.
  • Skenario serupa pada 2022 dan 2023 memicu reli lebih dari 130 persen.

MVRV Z-Score Masuk Zona Akumulasi

Indikator lain, MVRV Z-Score, kini berada pada level yang secara historis dianggap area akumulasi. Kondisi ini terakhir nampak pada April 2025 sebelum ETH melesat ke all-time high di US$ 4.950.

Selain itu, kisaran nilai MVRV sekitar US$ 1.880 memperkuat sinyal bahwa saat ini Ethereum berpotensi undervalued dibandingkan kondisi pasar sebelumnya.

Support Kuat di US$ 1.800 Jadi Kunci

Dari sisi teknikal, level US$ 1.800 berperan sebagai support krusial: lebih dari 1,35 juta ETH tercatat dibeli di area harga ini.

Level ini juga selaras dengan trendline jangka panjang yang beberapa kali menjadi titik pemulihan pada 2022 dan 2025.

Selama support ini terjaga, peluang pemulihan tetap terbuka dengan target jangka pendek di sekitar US$ 2.400 hingga US$ 2.600.

Namun risiko tetap ada. Jika harga kembali turun menembus di bawah US$ 2.000, tekanan jual berpotensi meningkat.

Level support berikutnya yang perlu diwaspadai berada di sekitar US$ 1.750.

Artikel Lainnya Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis

Bagikan Postingan