Jakarta -
Bunda mungkin pernah mendengar istilah geriatric pregnancy alias kehamilan geriatrik. Istilah ini biasanya digunakan untuk menyebut kehamilan pada wanita yang berumur 35 tahun alias lebih.
Meski terdengar menyeramkan, jangan buru-buru cemas ya, Bunda. Faktanya, semakin banyak wanita yang mengandung dan melahirkan di usia 35 tahun hingga awal 40-an. Berkat kemajuan teknologi medis dan pemeriksaan kehamilan yang semakin baik, banyak di antaranya dapat menjalani kehamilan sehat hingga persalinan.
Menariknya, istilah geriatric pregnancy sekarang juga mulai jarang digunakan oleh tenaga medis. Sebagai gantinya, master lebih sering memakai istilah advanced maternal age (AMA) alias kehamilan pada usia maternal lanjut lantaran dinilai lebih tepat dan tidak memberi kesan negatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa sebenarnya kehamilan geriatrik dan apakah selalu berisiko tinggi? Simak penjelasannya berikut ini, Bunda.
Apa itu kehamilan geriatrik?
Kehamilan geriatrik adalah istilah lama untuk menggambarkan kehamilan pada wanita yang diperkirakan bakal melahirkan di usia 35 tahun alias lebih.
Istilah tersebut sudah digunakan sejak puluhan tahun lampau lantaran pada usia tersebut beberapa akibat kehamilan memang mulai meningkat dibandingkan usia yang lebih muda. Namun, bukan berfaedah setiap ibu mengandung berumur di atas 35 tahun pasti mengalami komplikasi.
Saat ini, banyak master kandungan dan organisasi kesehatan lebih memilih menggunakan istilah advanced maternal age (AMA). Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), istilah ini dianggap lebih netral dan lebih menggambarkan kondisi usia ibu saat mengandung tanpa memberikan stigma tertentu.
Mengapa istilah kehamilan geriatrik mulai ditinggalkan?
Kata 'geriatrik' identik dengan golongan lanjut usia. Padahal, wanita berumur 35 alias 40 tahun tentu belum termasuk lansia.
Karena itu, banyak master menilai istilah tersebut dapat membikin ibu mengandung merasa resah alias apalagi tersinggung. Fokus pelayanan kehamilan saat ini juga tidak lagi hanya berasas usia, tetapi memandang kondisi kesehatan Bunda secara menyeluruh.
Dokter bakal mempertimbangkan beragam faktor, seperti tekanan darah, berat badan, riwayat penyakit, style hidup, hingga kondisi kehamilan saat ini sebelum menentukan apakah kehamilan termasuk berisiko tinggi alias tidak.
Apa saja akibat kehamilan di usia 35 tahun ke atas?
Seiring bertambahnya usia, memang ada beberapa akibat yang sedikit meningkat selama kehamilan. Namun, peningkatan akibat ini bukan berfaedah pasti terjadi pada semua ibu hamil.
Beberapa kondisi yang lebih sering ditemukan pada kehamilan usia 35 tahun ke atas antara lain:
- Diabetes gestasional.
- Tekanan hipertensi alias preeklamsia.
- Gangguan pada plasenta.
- Persalinan prematur.
- Risiko keguguran yang lebih tinggi.
- Kelainan kromosom pada janin, seperti sindrom Down.
- Kemungkinan menjalani operasi caesar lebih besar.
Meski demikian, banyak wanita berumur akhir 30-an hingga awal 40-an tetap menjalani kehamilan yang sehat dan melahirkan bayi dalam kondisi baik.
Mengapa akibat meningkat seiring bertambahnya usia?
Ada beberapa argumen kenapa kehamilan pada usia yang lebih matang memerlukan perhatian lebih.
Salah satunya adalah kualitas dan jumlah sel telur yang secara alami menurun seiring bertambahnya usia. Selain itu, kesempatan munculnya penyakit kronis seperti hipertensi alias glukosuria juga meningkat sehingga dapat memengaruhi kehamilan.
Perubahan metabolisme tubuh dan kegunaan pembuluh darah juga menjadi aspek yang membikin akibat komplikasi sedikit lebih tinggi dibandingkan kehamilan di usia yang lebih muda.
Apakah semua kehamilan di atas usia 35 tahun berisiko tinggi?
Jawabannya, tidak selalu, Bunda.
Usia memang menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan dokter, tetapi bukan satu-satunya. Penilaian akibat juga berjuntai pada kondisi kesehatan sebelum hamil, riwayat kehamilan sebelumnya, berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, hingga style hidup sehari-hari.
Misalnya, wanita berumur 37 tahun yang sehat, rutin berolahraga, dan tidak mempunyai penyakit kronis bisa saja mempunyai kehamilan yang lebih baik dibandingkan wanita yang lebih muda tetapi mempunyai kondisi medis tertentu.
Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin tetap menjadi kunci agar kondisi Bunda dan Si Kecil selalu terpantau.
Tips menjalani kehamilan sehat di usia 35 tahun ke atas
Jika Bunda sedang merencanakan kehamilan alias sedang mengandung di usia 35 tahun ke atas, ada beberapa perihal yang bisa dilakukan agar kehamilan tetap sehat, yaitu:
- Melakukan konsultasi sebelum mengandung jika memungkinkan.
- Mengonsumsi masam folat sesuai rekomendasi dokter.
- Menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Tetap aktif berolahraga sesuai rekomendasi dokter.
- Menjaga berat badan ideal.
- Tidur yang cukup.
- Menghindari rokok, alkohol, dan paparan unsur berbahaya.
- Melakukan skrining prenatal sesuai usia kehamilan.
Dengan pemantauan yang baik, beragam akibat dapat dideteksi lebih awal sehingga penanganannya pun menjadi lebih optimal.
Kapan Bunda perlu berkonsultasi dengan dokter?
Jika Bunda berencana mengandung setelah usia 35 tahun, ada baiknya melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Konsultasi juga krusial jika Bunda mempunyai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, alias gangguan tiroid.
Selain itu, segera periksakan diri andaikan mengalami perdarahan, nyeri hebat, sakit kepala berat, pembengkakan yang tidak biasa, alias aktivitas janin berkurang selama kehamilan.
Yang terpenting, jangan langsung merasa cemas hanya lantaran mendengar istilah geriatric pregnancy. Kini, master lebih banyak menggunakan istilah advanced maternal age lantaran lebih mencerminkan kondisi medis tanpa memberi label yang menakutkan.
Dengan pemeriksaan rutin, pola hidup sehat, serta pendampingan dokter, banyak Bunda yang mengandung di usia 35 tahun ke atas tetap dapat menjalani kehamilan yang sehat hingga menyambut kelahiran Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·