Jakarta -
Membacakan dongeng sebelum tidur bisa memberi banyak faedah bagi anak, terutama di segi kognitif dan bahasa. Apa saja pilihan dongeng yang menarik?
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, dongeng termasuk dalam corak kisah yang disampaikan dengan lisan. Dongeng diartikan sebagai cerita imajiner yang tidak betul-betul terjadi, baik narator maupun pendengarnya.
Membacakan dongeng tak sekadar menghibur bagi anak, tapi juga punya banyak faedah penting. Manfaat tersebut di antaranya menambah perkembangan bahasa dan bicara anak, serta meningkatkan bonding dengan orang tua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlukah rutin membacakan dongeng untuk anak?
Dalam bukunya yang berjudul The Uses of Enchantment: The Meaning and Importance of Fairy Tales, psikoanalis Bruno Bettelheim menjelaskan pentingnya proses belajar secara tidak langsung melalui kisah para tokoh dalam dongeng, terutama ketika anak menghadapi kekhawatiran alias ketakutannya sendiri.
Proses belajar ini membantu anak menyelesaikan bentrok jiwa mereka dalam lingkungan yang kondusif dan sesuai dengan tahap perkembangannya, sehingga mereka tidak merasa kewalahan.
Representasi visual dari dongeng seperti ini sesuai dengan langkah kerja khayalan anak, sehingga bisa sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Dongeng sebelum tidur tentang bidadari, pangeran hingga kerajaan
Menurut peneliti dari National Institute of Child Health and Human Development, G. Reid Lyon, Ph.D, faedah lain seperti peningkatan keahlian logika dan menurunkan stres juga signifikan.
"Ada indikasi yang jelas tentang perbedaan neurologis antara anak-anak yang secara teratur dibacakan cerita dan yang tidak. Jadi kebiasaan ini sangat baik dilakukan secara rutin," ujar Lyon, seperti dikutip dari Parents.
Berikut beberapa contoh pilihan dongeng sebelum tidur tentang bidadari, pangeran, kerajaan, dan sejenisnya seperti dikutip beragam sumber:
1. Putri Salju dan 7 Kurcaci
Pada suatu masa di sebuah kerajaan yang jauh, hiduplah seorang putri yang baik hati dan elok berjulukan Putri Salju. Sesuai namanya, dia mempunyai kulit seputih salju, bibir semerah mawar, dan rambut hitam pekat.
Ia tinggal berbareng ibu tirinya, Sang Ratu, yang elok juga namun punya sifat yang iri dan sangat kejam.
Sang Ratu mempunyai sebuah cermin ajaib. Setiap hari, dia bakal bertanya pada cermin tersebut: "Cermin, cermin di dinding, siapakah yang tercantik di antara semuanya?"
Lalu kelak cermin itu selalu menjawab: "Engkau, Ratu yang tercantik di antara semuanya."
Hal itu membikin Sang Ratu tersenyum, lantaran dia senang menjadi sosok yang paling elok dan dikagumi di kerajaan.
Namun seiring Putri Salju bertambah dewasa, kecantikannya mulai bercahaya semakin terang.
Suatu hari, ketika Sang Ratu bertanya pada cerminnya, cermin itu menjawab: "Putri Salju adalah yang tercantik di antara semuanya."
Mendengar jawaban ini, Sang Ratu pun menjadi sangat murka. Ia tidak sanggup menerima realita bahwa ada orang yang lebih elok darinya.
Maka, dia menyusun rencana jahat dan memanggil pemburu istana dan memerintahkan untuk membawa Putri Salju jauh ke dalam rimba dan jangan pernah membawanya kembali.
Pemburu itu membawa Putri Salju jauh ke dalam hutan, tetapi ketika dia menatap mata Putri Salju yang lembut dan penuh kebaikan, dia tidak tega menyakitinya.
"Larilah dan jangan pernah kembali ke istana. Sang Ratu tidak boleh menemukanmu," ungkap pemburu tersebut.
Panik, Putri Salju lampau berlari menembus hutan, menghindari pepohonan dan tersandung akar-akar. Ia ketakutan dan sendirian.
Tepat saat mentari mulai terbenam, dia menemukan sebuah pondok mini yang tersembunyi di antara pepohonan. Putri Salju pun mengetuk pintunya pelan, tapi tidak ada jawaban.
Saat mencoba masuk, dia memandang tujuh bangku kecil, tujuh mangkuk kecil, dan tujuh tempat tidur mungil.
Lelah lantaran berlari menerobos hutan, Putri Salju pun tertidur dalam posisi melintang di atas tempat tidur itu.
Pada malam hari, para pemilik pondok itu pulang. Mereka adalah tujuh kurcaci yang bekerja di pegunungan dengan menggali batu permata. Terkejut memandang Putri Salju tidur di pondok, mereka pun berkumpul mengelilinginya.
"Siapakah gadis ini?" tanya salah satu dari mereka.
"Ia terlihat sangat lelah," kata kurcaci yang lain.
"Kita jangan mmenakutinya. Mungkin dia butuh pertolongan," kata Jolly, kurcaci paling ceria di antara mereka.
Mendengar bunyi bisik-bisik tersebut, Putri Salju pun terbangun dan terkejut, tetapi para kurcaci itu bersikap ramah. Setelah menceritakan kisahnya, para kurcaci berbincang dan mengambil kesimpulan.
"Kamu boleh tinggal berbareng kami," kata Grumble, yang paling pemarah.
"Tetapi Sang Ratu mungkin bakal mencarimu," imbuh Wise, kurcaci yang paling tua.
"Aku bakal berhati-hati," janji Snow White.
Ia tinggal berbareng para kurcaci, membantu mengerjakan pekerjaan rumah dan membikin pondok itu terasa seperti rumah. Mereka pun menjadi seperti sebuah keluarga.
Namun jauh di istana, Sang Ratu kembali bertanya pada cermin ajaib:
"Cermin, cermin di dinding, siapakah yang tercantik di antara semuanya?"
Dan cermin itu menjawab:
"Putri Salju, yang tinggal berbareng tujuh kurcaci, adalah yang tercantik di antara semuanya."
Sang Ratu sangat murka. Dengan menggunakan sihir gelap, dia menyamar menjadi seorang wanita tua. Ia kemudian mengisi sebuah apel merah dengan mantra tidur yang mengerikan.
Dengan penyamarannya, Sang Ratu pergi ke pondok dan mengetuk pintu.
"Halo, sayang. Maukah Anda mencoba apel spesial ini? Ini bakal menjadi apel termanis yang pernah kau rasakan."
Putri Salju awalnya ragu-ragu. Namun, wanita tua itu tampak tidak rawan dan apel itu terlihat lezat.
Setelah mempertimbangkan, Putri Salju memutuskan untuk mencoba apel tersebut. Tiba-tiba matanya terpejam, lampau dia terjatuh ke lantai.
Sang Ratu tertawa jahat dan menghilang ke dalam hutan.
Ketika para kurcaci pulang, mereka menemukan Putri Salju terbaring tak bersuara dan tak bergerak. Mereka menangis dan mencoba segala cara, tetapi putri elok itu tidak juga terbangun.
Dengan lembut, mereka membaringkannya di dalam peti kaca yang dipenuhi bunga-bunga dan meletakkannya jauh di dalam hutan. Mereka tetap tinggal di dekatnya, selalu berambisi dia bakal terbangun.
Suatu hari, seorang pangeran berkuda melewati rimba dan melihatnya. Ia telah mendengar cerita tentang kebaikan dan kecantikan Putri Salju.
Saat memandang Putri Salju yang terbaring diam, Sang Pangeran menunduk dan dengan lembut mencium keningnya.
Tiba-tiba, mata Putri Salju terbuka perlahan. Mantra jahat itu pun hilang!
Para kurcaci berteriak-teriak gembira. Putri Salju pun tersenyum kepada mereka, lampau kepada sang pangeran.
"Ikutlah denganku. Kau bakal kondusif di istanaku dan tak perlu takut lagi," ungkap pangeran.
Putri Salju memeluk masing-masing kurcaci. "Aku takkan pernah melupakan kalian," katanya dengan air mata bahagia.
Ia pun pergi berbareng sang pangeran untuk menjalani hidup yang penuh kebahagiaan, tetapi dia juga sering kembali berjamu untuk menemui tujuh sahabat mini yang telah memberinya cinta dan perlindungan saat dia sangat membutuhkannya.
Jauh di sana, Ratu Jahat yang mengetahui bahwa Putri Salju rupanya tetap juga hidup, kemarahannya semakin membara.
Ratu kemudian menghancurkan sihirnya untuk selamanya. Ia pun lenyap dan tak pernah kembali.
Sementara itu, di istana lainnya, Putri Salju hidup senang selamanya berbareng Sang Pangeran.
Bagian akhir dongeng Putri Salju dan pangeran ini menunjukkan bahwa cinta dan ketulusan hati bisa menghancurkan sihir jahat, lampau membawa kehidupan pada akhir bahagia.
2. Putri Kaguya dan Kaisar
Dongeng sebelum tidur yang satu ini ini dikutip dari kitab Dongeng Princess 5 Benua, oleh Rifka RN.
Di suatu desa terpencil, hiduplah sepasang suami istri yang telah renta. Seorang kakek yang bekerja sebagai pengrajin bambu dan istrinya.
Suatu hari ketika sang Kakek sedang menebang bambu untuk dibuat meja, dia memandang ada perihal asing dari bambu yang bakal dipotongnya. Pangkal bambu tersebut tampak bercahaya terang. Dengan gemetar, sang Kakek membelah bambu tersebut.
Betapa terkejutnya sang Kakek lantaran di dalam bambu ditemukannya seorang anak wanita mungil. Sang Kakek pun tergopoh-gopoh menggendong anak wanita mungil itu pulang.
Sejak itu dirawatlah anak wanita mungil itu dengan rasa syukur dan bahagia. Ajaibnya, kehadiran anak wanita mungil itu selalu membawa keberuntungan bagi family kakek pengrajin bambu.
Setiap kali menebang bambu selalu saja ditemukan emas di dalamnya. Tidak beberapa lama sang Kakek pun menjadi kaya raya. Sebagai rasa syukur, dibesarkannya anak wanita itu hingga tumbuh menjadi gadis elok jelita. Masyarakat sekitar memanggilnya dengan nama Putri Kaguya.
Saat usia Putri Kaguya telah menginjak dewasa, Kakek dan Nenek beriktikad menikahkannya dengan laki-laki yang terbaik. Namun, tidak satu pun calon yang diajukan kakek dan nenek diterimanya. Calon-calon tersebut tumbang dan tinggal 5 orang laki-laki yang tetap bertahan.
Setelah berpikir panjang. Putri Kaguya memutuskan bakal menerima salah satu dari 5 orang laki-laki itu. Putri Kaguya mengusulkan syarat, bakal menerima andaikan memberikan peralatan barang yang sangat diinginkannya.
Namun yang terjadi, tidak ada satu pun laki-laki yang bisa memenuhi. Seorang kaisar yang tinggal di kerajaan seberang mendengar buletin tersebut. Kaisar itu sangat penasaran dan mau sekali bertemu.
Tetapi Putri Kaguya tidak mau menemuinya. la selalu mengelak agar tidak berjumpa kaisar. Tampaknya ada sesuatu yang mau disembunyikan oleh Putri Kaguya. Hari demi hari terus berlalu, hingga musim gugur tiba.
Suatu hari, Putri Kaguya merasa sangat kesenyapan dan merasa bersalah pada kaisar. Hingga larut malam, dipandanginya langit sembari menitikkan air mata.
Setiap malam Putri Kaguya terus saja menangis. Dikarenakan tidak bisa menyembunyikan lagi kesedihannya. Putri Kaguya pun bersedia menemui kaisar. Diceritakannya pada kaisar bahwa sebenarnya dia berasal dari bulan.
Tepat bulan ke-8 tanggal 15 September makhluk bulan bakal menjemputnya. Setelah mendengar cerita tersebut, kaisar pun berupaya melindungi Putri Kaguya.
Hal tersebut dilakukannya lantaran dia telah jatuh hati pada Putri Kaguya. Sang Kaisar mengirim pasukan untuk menjaga Putri Kaguya agar terhindari dari jemputan makhluk bulan.
Namun sekuat apa pun pasukan yang dikirim kaisar rupanya tidak bisa mencegah makhluk bulan menjemput Putri Kaguya. Makhluk bulan menjelaskan bahwa kehadiran Putri Kaguya di bumi lantaran dia sedang menjalani hukuman.
Menangislah Putri Kaguya lantaran kudu berpisah dengan kaisar. Sebagai jawaban rasa cinta Putri Kaguya pada kaisar, diberikannya ramuan hidup kekal untuk Kaisar.
Kaisar berduka hati, tanpa Putri Kaguya tidak ada artinya dia hidup abadi. Perpisahan Putri Kaguya dan kaisar pun tidak terelakkan.
Kaisar yang sangat kehilangan Putri Kaguya akhirnya memerintahkan pasukannya untuk membakar ramuan yang diberikan Putri Kaguya di puncak Gunung Fuji.
Konon katanya perihal tersebutlah yang membikin Gunung Fuji mengeluarkan asap yang melambangkan cinta kekal Putri Kaguya dan kaisar hingga kini.
3. Putri Hase Hime dan Ibu Tiri
Dongeng ini dikutip dari kitab Dongeng Princess 5 Benua, oleh Rifka RN.
Di sebuah kerajaan di Kota Nara, hiduplah raja dan permaisurinya yang bijak dan berhati mulia. Mereka telah menikah bertahun-tahun, tetapi tidak kunjung dikaruniai seorang anak.
Setiap hari keduanya merenung, hingga memutuskan untuk melakukan kunjungan ke Kuil Hase-no-Kwannon. Keduanya bermohon dengan khusuk dan meminta dengan tulus agar segera dikaruniai seorang anak.
Tidak berselang lama, sang Permaisuri mengandung. Hari-hari dilalui Raja dan Permaisuri dengan bahagia. Hingga tibalah hari yang dinanti, ialah kelahiran sang buah hati.
Lahirlah seorang putri elok yang diberi nama Hase Hime. Putri Hase Hime tumbuh dan dibesarkan oleh Raja dan Permaisuri dengan penuh cinta.
Di saat usia Putri Hase Hime menginjak 5 tahun, family kerajaan ditimpa musibah. Permaisuri sakit keras dan tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya.
Seluruh family kerajaan berduka hati, terutama Putri Hase Hime yang sangat menyayangi ibundanya. Suatu hari, Permaisuri memanggil Putri Hase Hime ke kamarnya. Permaisuri memberikan banyak petuah seolah bakal pergi selamanya.
Permaisuri berbicara bahwa jika suatu saat dia meninggal dan sang Raja menikah lagi, Putri Hase Hime kudu hormat pada ibu barunya. Dengan berbinar-binar Putri Hase Hime menganggukkan kepala.
Sang Permaisuri betul-betul meninggalkan sang Raja dan Putri Hase Hime untuk selama-lamanya. Ia meninggal dalam kedamaian dan meninggalkan rasa sakitnya.
Ternyata apa yang dikatakan sang Permaisuri menjadi nyata. Sang Raja menikah lagi, dan selanjutnya Putri Hase Hime mempunyai ibu baru yang tinggal bersamanya di istana.
Ibu baru Putri Hase Hime sungguh mempunyai karakter yang berbeda dengan ibu kandungnya. Ibu Tiri Putri Hase Hime mempunyai sifat yang sadis dan egois.
Meskipun demikian, Putri Hase Hime tetap berupaya meletakkan hormat pada ibu tirinya itu.
Putri Hase Hime tumbuh menjadi gadis yang penuh bakat. Sejak mini dia telah menyukai seni, baik seni bermusik dan melukis. Pada pagelaran Sakura, Putri Hase Hime menunjukkan keahliannya.
Sang Raja memerintahkan Putri Hase Hime untuk memainkan koto ditemani ibu tirinya yang bermain suling.
Sang Raja berada di atas mimbar yang tinggi dengan ditutupi pagar dari bambu, sehingga dapat menyaksikan semua orang dan menikmati suasana.
Namun, tidak seorang pun memandang kehadirannya. Permainan musik Putri Hase Hime jauh lebih baik dari pada ibu tirinya, sehingga Sang Raja merasa sangat senang.
Sang Ibu tiri merasa iri hati dengan yang didapatkan oleh Putri Hase Hime. Ia berpikir bahwa jika tidak ada Putri Hase Hime tentu saja anak laki-laki yang merupakan anak kandungnya bakal jauh diperhatikan oleh sang Raja.
Rasa iri hati kepada Putri Hase Hime terus menguat. Sang Ibu tiri beriktikad menyingkirkan Putri Hase Hime dari istana.
Sang Ibu tiri menyiapkan racun mematikan. Ia memasukkan racun tersebut ke dalam minuman. Satu gelas berbisa dan satu gelas minuman tidak beracun. Di saat Putri Hase Hime dan anak laki-lakinya duduk beristirahat, sang Ibu tiri menghampiri keduanya dan menawarkan minuman.
Saat menyerahkan minuman yang disajikannya itu, sang Ibu tiri sangat gugup dan terburu-buru. Ia tidak sadar telah menyerahkan gelas yang salah. Minuman yang berbisa justru diberikannya kepada anak laki-lakinya. Pantas saja tidak ada pengaruh yang dirasakan Putri Hase Hime.
Namun, tiba-tiba anak lelakinya menjerit kesakitan dan tersungkur di lantai. Sang Ibu merasa kebingungan kemudian membalikkan posisi gelas agar tidak ketahuan.
Dipangkunya anak laki-laki kandungnya itu. Segera dipanggilnya tabib untuk mengobatinya. Namun segalanya sudah terlambat. Anak laki-lakinya meninggal dunia. Tabib merasa heran lantaran penyebabnya tidak ketahuan. Ibu tiri Hase Hime berduka hati dan menyesal sekali.
4. Putri Buruk Rupa dan Pangeran Tampan
Dongeng ini dikutip dari kitab 101 Dongeng Seru Sebelum Bobok, oleh Fitri Haryani Nasution.
Di suatu gubuk mini di tengah hutan, hiduplah seorang putri yang Wajahnya dipenuhi bintik-bintik merah besar dan hidungnya lebar. Matanya besar dan rambutnya gimbal.
Ia tinggal seorang diri lantaran kedua orang tuanya sudah meninggal. Untuk menghabiskan waktu, dia sering bermain dengan para tikus, kelinci, rubah, dan hewan mini lainnya.
Sang Putri sebenarnya mau pergi ke desa. Namun, saat penduduk desa melihatnya, mereka selalu mengusirnya. Mereka bilang dia adalah putri yang terkena kutukan dan kudu menjauh dari desa. Jika tidak, masyarakat desa bakal terkena kutukan juga.
Suatu hari, seorang pangeran berburu ke hutan. la mendapat perintah dari ayahnya untuk berburu seekor rusa lantaran bakal ada pesta kerajaan. Pangeran pun masuk ke rimba berbareng dua pengawalnya.
Sebentar saja, mereka mendapatkan rusa yang mereka inginkan. Seekor rusa bertubuh gendut dibidik oleh panah sang Pangeran. Panah itu melesat dan mengenai kaki rusa. Rusa itu kesakitan dan segera berlari jauh ke dalam hutan. Pangeran dan dua pengawalnya mengejar.
Rusa itu lari ke tempat si Putri. la langsung mengadu kepada si Putri perihal yang terjadi. Si Putri segera mengobati lukanya. Setelahnya rusa itu berlindung di kembali tubuh sang Putri. Tak lama, rombongan sang Pangeran sampai. Mereka sangat terkejut ketika memandang wajah sang Putri.
Kedua pengawal sang Pangeran langsung mengeluarkan pedangnya. Namun, si Pangeran malah menatap sang Putri. Sang Pangeran menemukan sebuah hati yang penuh kasih sayang dan kelembutan pada diri sang Putri. "Siapakah kau? Kenapa tinggal di sini?"
"Orang-orang memanggilku Putri Buruk Rupa. Aku tinggal di sini lantaran tidak ada yang menerima kehadiranku di desa. Rusa yang kalian lukai ini adalah temanku.
Aku minta kepada kalian agar melepaskannya," pinta sang Putri.
"Baiklah. Aku bakal melepaskannya. Namun, saya punya permintaan sebagai gantinya. Kau kudu ikut berbareng kami ke istana," ucap sang Pangeran. Sang Putri terkejut dengan permintaan tersebut.
"Tapi ...."
"Jika tidak mau, rusa ini yang bakal kami bawa.”
Sang Putri pun mau tidak mau setuju. Pangeran segera membawa sang Putri ke istana serta memperkenalkannya kepada ibu dan ayahnya. Raja dan Ratu sangat terkejut memandang penampilan sang Putri.
Namun, mereka adalah raja dan ratu yang sangat rendah hati. Karena dibawa oleh sang Pangeran, mereka mau menerima kehadiran si Putri.
"Kenapa kau tidak merasa jijik padaku?"tanya sang Putri.
"Aku tidak memandang rupamu. Aku memandang kebaikan hatimu," jawab sang Pangeran.
"Terima kasih, Pangeran."
Tanpa sang Putri sadari, wajahnya tiba-tiba berubah. Bintik-bintik merah di wajahnya hilang. la berubah menjadi seorang putri yang sangat cantik. Lalu, seorang peri datang di tengah mereka.
"Kau sudah menjalani ujian dan sukses kau lalui dengan baik. Kini, kau bakal berubah selamanya menjadi putri yang elok seperti ini." Setelahnya, peri itu menghilang.
5. Syal Biru Muda
Cerita ini dikutip dari kitab Kumpulan Kisah Pangeran dan Putri Kerajaan Islam oleh Muyassaroh.
Putri Aisha punya syal kesayangan. Syal itu berwarna biru muda dan berbulu lembut. Ia selalu memakainya, di setiap musim. Suatu hari, Putri Aisha kehilangan syal kesayangannya. Dia sudah mencarinya ke mana-mana, tapi syal itu tidak ketemu. Putri Aisha sangat sedih.
Raja Sulaiman yang memandang putri ikut panik. "Siapa pun yang bisa menemukan syal kesayangan Putri Aisha dia bakal mendapatkan sekantong emas dan permata," ucap sang raja tanpa ragu.
Keesokan harinya, di istana sangat ramai. Banyak orang berdatangan sembari membawa syal berwarna biru muda. "Tapi, ini bukan syal milikku," ucap Putri Aisha acapkali saat memandang syal-syal itu.
Orang-orang pulang dengan wajah kecewa lantaran kandas mendapatkan hadiah. "Bagaimana dengan syal ini?" tanya seorang nenek sembari menunjukkan sebuah syal. Putri melihatnya dengan teliti dan dia percaya itu syal miliknya.
Raja Sulaiman menyerahkan sekantong emas dan permata sebagai imbalan. Namun, nenek itu menolaknya. "Bolehkah saya mempunyai syal ini?" Cucu saya sangat menginginkannya."
Putri Aisha hanya terdiam, tapi lantaran ketulusan hati sang nenek, putri memberikan syal itu dengan senang hati. Raja Sulaiman tersenyum memandang kebaikan putrinya. "Rasulullah saw., juga senang memberikan peralatan yang paling dicintainya kepada orang lain," kata Raja.
Putri Aisha terpekik girang, "Aisha juga mau seperti Rasulullah!".
6. Aurora Putri Tidur
Dongeng ini dikutip dari kitab Dongeng Princess 5 Benua, oleh Rifka RN.
Suatu hari, family kerajaan mengadakan sebuah pesta dengan mengundang tujuh penyihir baik untuk memberikan mantra pada hari kelahiran putri kerajaan yang cantik.
Sang putri adalah anak yang sudah dinantikan kelahirannya selama bertahun-tahun oleh Permaisuri dan Raja. Putri itu berjulukan Aurora.
Masing-masing penyihir diberikan kesempatan untuk melafalkan mantra bagi Putri Aurora. Ketika giliran penyihir ketujun bakal melafalkan mantra, datanglah penyihir jahat ke tengah pesta.
Penyihir jahat itu marah lantaran tidak diundang ke pesta sakral tersebut. Penyihir jahat itu mengutuk Putri Aurora, kelak ketika dewasa bakal meninggal tertusuk jarum pemintal benang.
Penyihir jahat itu kemudian pergi. Mendengar kutukan penyihir jahat tersebut, Raja dan Permaisuri menangis ketakutan.
Penyihir ketujuh yang belum sempat melafalkan mantra untuk sang Putri berupaya meredam suasana.
Penyihir ketujuh berbicara bakal berupaya meringankan kutukan penyihir jahat tersebut. Putri Aurora tidak bakal meninggal, namun hanya bakal tertidur selama seratus tahun.
Putri bakal terbangun ketika ada seorang pangeran datang menolong. Mendengar perihal itu, Raja dan Permaisuri merasa lega lantaran tetap ada angan untuk terus hidup berbareng putri tercinta.
Akhirnya pesta berakhir, seluruh tamu undangan pulang ke rumah masing-masing.
Seiring waktu, Putri Aurora tumbuh dewasa dan menginjak usia 16 tahun. Suatu hari ketika berjalan-jalan, Putri merasa penasaran dengan sebuah rumah tua yang ada di samping taman.
Putri masuk ke rumah tua itu dan memandang seorang nenek sedang memintal benang. Putri penasaran dan ikut memintal benang.
Di saat sedang enak-enak memintal, tiba-tiba saja jari Putri tertusuk jarum peminta. Seketika Putri terjauh kesakitan dan tersungkur di lantai samping perangkat pemintal. Nenek tua yang rupanya penyihir jahat itu tertawa senang dan puas.
Keluarga istana heran lantaran Putri Aurora menghilang. Hingga akhirnya, dia ditemukan pingsan di ruangan pemintal. Sang Raja, Permaisuri, dan para pengawal sangat ketakutan.
Di akal mereka, Putri Aurora bakal tertidur seratus tahun lamanya. Seluruh personil family istana resah hingga penyihir ketujuh datang untuk meringankan kutukan.
Penyihir berbicara bahwa tidak hanya Putri Aurora yang tertidur selama seratus tahun, tapi seluruh penunggu istana juga bakal tidur menemani Sang Putri.
Dalam hitungan menit, mereka tidur dalam kedamaian selama seratus tahun lamanya.
Seratus tahun telah berlalu, istana yang tadinya megah menjadi tak lagi indah. Semak belukar menutup kemewahan istana, hingga datanglah seorang pangeran berjulukan Adolf untuk menaklukkan naga yang menurut cerita penduduk menghuni istana tersebut.
Bertempurlah Pangeran Adolf dengan senjata saktinya melawan naga. Seketika, naga jatuh terkapar di tanah hingga tak bernyawa. Ternyata naga itu adalah jelmaan penyihir jahat.
Tiba-tiba seluruh semak belukar yang selama ini menutupi istana lenyap dalam sekejap. Pangeran Adolf merasa kagum menyaksikan peristiwa tersebut.
Tidak berapa lama, datanglah penyihir ketujuh di hadapan Pangeran. Ia berterima kasih lantaran Pangeran telah melenyapkan kutukan pada istana dan seluruh isinya.
Penyihir ketujuh meminta Pangeran Adolf untuk menemui Putri Aurora dan segera menyelamatkannya.
Dengan segera, Pangeran Adolf menuju ruangan tempat Putri Aurora tertidur. Pangeran menggenggam tangan Putri Aurora dan mengecup keningnya.
Perlahan mata Putri Aurora terbuka, dia terbangun dari tidur panjangnya. Lunturlah kutukan penyihir jahat dalam seketika. Seluruh penunggu istana pun ikut bangun dan membuka mata.
7. Putri Moana
Pada suatu waktu, hiduplah seorang gadis mini berjulukan Moana, yang tinggal di Pulau Motunui. Ia sangat mencintai lautan.
Moana senang mendengarkan cerita-cerita dari neneknya yang berjulukan Gramma Tala. Salah satu cerita yang disampaikan adalah tentang seorang separuh dewa penipu yang mencuri jantung Te Fiti.
Te Fiti sendiri merupakan dewi pembuat kehidupan di pulau-pulau tempat tinggal Moana. Ia digambarkan mempunyai bentuk original seperti pulau hijau raksasa penuh dedaunan.
Ayah Moana yang berjulukan Chief Tui, selalu menganggap lautan rawan dan melarang masyarakat pulau berlayar melampaui terumbu karang. Hal itu tidak menghentikan Moana untuk merasakan hubungan yang mendalam dengan lautan dan makhluk-makhluknya.
Suatu hari, lautan menghadiahkan Moana sebuah kalung istimewa, yang diyakini Gramma Tala sebagai jantung Te Fiti.
Seiring Moana tumbuh dewasa, dia selalu bekerja keras membantu memimpin rakyatnya dan mematuhi patokan ayahnya. Namun, ketika Moana berumur 16 tahun, Gramma Tala memanggil dan mengajaknya bicara serius.
"Sudah waktunya Anda mengetahui siapa dirimu yang sesungguhnya," kata Gramma.
Ia membawa Moana ke sebuah gua tersembunyi yang penuh dengan kano-kano kuno. Ketika Moana mulai menabuh genderang, secara ajaib dia dapat merasakan roh para leluhurnya.
Mereka adalah para penunjuk arah dan pengelana lautan.
Keinginan terakhir Gramma Tala adalah agar Moana berlayar melintasi lautan, menemukan Maui. Maui mencuri jantung Te Fiti, sehingga membikin pulau Motunui berubah menjadi buruk.
Di sana, tanaman tak bisa tumbuh subur, ikan-ikan menghilang dari laut, dan masyarakat mulai kelaparan.
Maka, Moana pun nekat pergi berlayar. Perjalanan ini tentu tidak mudah bagi wanita muda seperti Moana, terutama ketika angin besar datang!
Moana dan perahunya terdampar di sebuah pulau yang jauh, tempat dia berjumpa dengan Maui sang separuh dewa. Maui pun mencuri perahu Moana.
Namun, ketika Maui mencoba berlayar pergi, lautan memastikan Moana ikut bersamanya. Lautan menginginkan mereka bekerja sama.
Maui berjanji bakal membantu Moana mengembalikan jantung Te Fiti hanya jika Moana membantunya menemukan kail pancing ajaib miliknya.
Namun pertama-tama, mereka kudu melewati Kakamora, pasukan bandit liar yang bertubuh mini seperti kelapa.
Mereka juga menghadapi banyak rintangan lain, termasuk melawan monster kepiting raksasa berjulukan Tamatoa. Lalu Moana sukses mengambil kembali kail pancing Maui yang hilang.
Selama perjalanan, Maui mengajarkan Moana langkah menemukan arah, ialah menggunakan matahari, bintang, bulan, dan arus laut untuk bernavigasi. Dan ketika perjalanan terasa terlalu berat, roh Gramma Tala kembali. "Ketahuilah siapa dirimu yang seharusnya," kata roh Gramma kepada Moana.
Ketika Moana dan Maui akhirnya mencapai Te Fiti, sang ibu pulau telah menghilang. Sebagai gantinya, ada monster lava berjulukan Te Ka.
Apa pun upaya yang mereka lakukan, Te Ka tidak bisa dikalahkan. Lalu Moana menyadari bahwa Te Ka sebenarnya adalah Te Fiti yang kehilangan jantungnya dan berubah menjadi makhluk jahat.
Dengan keberaniannya, Moana mendekati Te Ka dan mengembalikan jantung itu. Seketika, Te Ka berubah kembali menjadi Te Fiti yang baik hati.
Lautan pun kembali tenang dan Pulau Motunui kembali subur, penuh dengan kehidupan yang tenteram seperti sebelumnya.
Moana dan Maui saling mengucapkan selamat tinggal. Perjalanan mereka berbareng telah selesai. Maui berubah menjadi seekor elang dan terbang pergi.
Moana sekarang memahami siapa dirinya yang seharusnya. Ia adalah seorang anak, seorang pemimpin, dan juga seorang penunjuk arah. Ia adalah Putri Moana.
Itulah penjelasan tentang beragam pilihan dongeng sebelum tidur tentang kisah bidadari, pangeran hingga kerajaan. Mana yang jadi dongeng kesukaan Si Kecil nih, Bunda?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·