Cara Mengenali Orang People Pleaser, Bedakan Dengan Yang Tulus Baik Hati

Jul 19, 2026 07:10 PM - 21 jam yang lalu 901

Jakarta -

Tidak semua sikap baik muncul dari kemauan tulus untuk membantu. Pada sebagian orang, perilaku tersebut justru didorong oleh rasa takut mengecewakan orang lain alias cemas mendapat penolakan dan kritik.

Kondisi ini dikenal sebagai people pleasing, ialah kecenderungan selalu mengutamakan kebutuhan orang lain hingga mengabaikan diri sendiri. Jika berjalan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat memicu stres, kelelahan emosional, dan menurunkan kepuasan hidup.

Oleh lantaran itu, krusial mengenali karakter orang people pleaser agar Bunda dapat membedakannya dari sikap baik yang sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dengan memahaminya, Bunda juga bisa membangun hubungan yang lebih seimbang dan menetapkan batas yang lebih jelas.

Cara mengenali orang people pleaser

Dilansir Times of India, ada sejumlah karakter yang dapat Bunda kenali dari orang people pleaser. Berikut di antaranya:

1. Jarang mengatakan “tidak”

Ciri utama orang baik hati adalah mereka dapat memberi support sekaligus menghormati batas pribadi.

Sebaliknya, orang yang selalu mau menyenangkan orang lain biasanya menyetujui segala permintaan, apalagi jika mereka terlalu capek alias kekurangan waktu.

Mereka mungkin takut mengecewakan orang lain alias menunjukkan kelemahan dengan mengatakan “tidak”.

Sekilas, sifat ini mungkin tampak sangat murah hati, tetapi ketidakkonsistenan dengan diri sendiri sepanjang waktu dapat menyebabkan kelelahan emosional dan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri.

2. Selalu memerlukan konfirmasi atas tindakannya

Sementara orang tulus sering kali tidak memerlukan persetujuan atas tindakan dan mereka melakukan apa yang diyakini benar, people pleaser mungkin memerlukan pengesahan berupa rasa terima kasih dan pujian.

Mereka sangat mengkhawatirkan kesan yang mereka berikan dan mungkin menjadi resah jika usahanya tidak diperhatikan. Dalam perihal ini, kebahagiaan mereka berjuntai pada pendapat orang lain.

3. Menghindari konflik

Wajar jika sesekali terjadi perselisihan, tetapi itu bukan masalah bagi orang baik selama berjalan dalam format obrolan yang saling menghormati.

Namun, berbeda dengan people pleaser yang mungkin bakal menghindari konflik. Dalam perihal ini, orang yang selalu mau menyenangkan orang lain apalagi dapat meminta maaf secara tidak pantas, tetap tak bersuara jika tersinggung, alias melanggar prinsipnya hanya untuk menjaga kedamaian.

4. Tidak dapat mengungkap emosinya

Orang yang selalu berupaya menyenangkan orang lain sering menekan amarah, frustrasi, alias kekecewaan demi menyenangkan orang lain.

Mereka tidak dapat mengungkap emosi yang sebenarnya lantaran takut orang lain bakal menganggapnya tidak menyenangkan.

Misalnya, mereka mungkin tersenyum padahal sebenarnya kecewa terhadap sesuatu dan menyetujui keputusan yang sebenarnya tidak mereka setujui. Sebaliknya, orang baik dan tulus dapat mengungkapkan emosinya tanpa menyinggung emosi orang lain.

5. Sering merasa jengkel setelah membantu orang lain

Salah satu karakter paling menonjol dari orang yang selalu berupaya menyenangkan orang lain adalah ketidakpuasan tersembunyi yang muncul setelah membantu orang lain.

Hal ini terjadi lantaran mereka mengatakan “ya” padahal sebenarnya mereka bakal mengatakan “tidak”, dan sebagai hasilnya, mereka mungkin merasa dimanfaatkan dan kelelahan secara emosional.

Orang baik juga membantu orang lain, tetapi mereka tidak sering melakukannya dan tidak bertentangan dengan keinginannya.

Oleh lantaran itu, merasa frustrasi setelah membantu orang lain adalah salah satu karakter dari people pleaser.

Demikian beberapa karakter yang dapat Bunda kenali dari orang dengan kepribadian people pleaser. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya