Jakarta -
Hubungan yang dekat antara orang tua dan anak bisa didapat dengan kebiasaan serta ucapan-ucapan baik. Seperti apa kalimat yang dianjurkan para psikolog?
Ya, para psikolog mengungkap bahwa ada satu kalimat sederhana yang bisa membantu meningkatkan kedekatan antara anak dan orang tua.
Ucapan tersebut bukan hanya menunjukkan kematangan emosional orang tua, tetapi juga dapat membantu membangun kembali kepercayaan anak dan mempererat ikatan dalam keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peran orang tua dalam psikis anak
Menurut psikolog Dr. Emily Guarnotta, Psy.D., PMH-C, orang tua tanpa sadar sebenarnya menjadi 'suara batin' yang terus menemani anak-anak mereka sepanjang hidup.
Penting untuk dipahami bahwa kata-kata orang tua juga mempunyai pengaruh besar, apalagi ketika anak telah dewasa.
"Ketika orang tua mengucapkan kata-kata yang tepat, perihal itu mempunyai kekuatan membikin anak merasa aman," ujarnya, seperti dikutip dari Parade.
Sebaliknya, ketika orang tua mengatakan sesuatu yang menyakitkan alias meremehkan emosi anak, luka yang ditimbulkan bakal terasa jauh lebih dalam dibandingkan jika perihal itu diucapkan oleh orang lain. Sebab bagi anak, orang tua adalah sosok yang semestinya paling mengenal diri mereka.
Hal serupa disampaikan oleh psikolog klinis, Dr. Holly Schiff, Psy.D, bahwa banyak orang tua kesulitan menghadapi perubahan mengenai pertambahan usia anak lantaran krisis identitas.
"Selama ini peran orang tua sangat melekat sebagai pengasuh dan sosok yang memegang kendali. Padahal anak yang sudah dewasa tetap menginginkan kedekatan emosional dengan orang tua," imbuhnya.
Kalimat terbaik untuk menjaga hubungan anak dan orang tua
Para psikolog sepakat bahwa ada satu perihal terbaik yang tanpa disadari orang tua bisa menjaga kedekatan dengan anak, ialah tidak malu meminta maaf.
Kalimat yang bisa digunakan misalnya: 'Maaf atas kesalahan yang pernah Bunda lakukan'.
"Mengakui kesalahan secara tulus dan meminta maaf dapat menjadi corak pengesahan yang sangat berfaedah bagi orang yang menerimanya," ujar psikolog Dr. Anna Plotkina, Psy.D.
Plotkina menjelaskan bahwa pengesahan merupakan salah satu perangkat paling kuat untuk membangun hubungan dan proses pengobatan luka batin.
Dr. Schiff juga sependapat, tetapi dia juga mengakui bahwa kalimat tersebut tidak selalu mudah diucapkan oleh orang tua.
Alasannya, lantaran sebagian besar dari mereka merasa malu, takut dianggap salah, serta cemas perihal ini bisa mengurangi otoritas sebagai 'orang tua'.
Psikolog lainnya, Dr. Michele Goldman, Ph.D., menyarankan agar orang tua tidak menunda meminta maaf termasuk pada anak yang sudah dewasa ketika:
- Orang tua memang telah menyakiti anak, meskipun tidak disengaja.
- Hubungan tersebut krusial untuk dipertahankan dan tetap memungkinkan untuk diperbaiki.
- Orang tua betul-betul memahami apa yang telah terjadi dan menyadari peran dalam masalah tersebut.
- Orang tua siap mengubah perilaku menjadi lebih baik.
Bagaimana langkah mengucapkan maaf yang tepat pada anak?
Kalimat meminta maaf mempunyai kekuatan besar, tapi tetap perlu digunakan dengan langkah yang tepat.
"Biarkan permintaan maaf itu berdiri sendiri. Saya tidak menyarankan mengucapkannya jika hanya bermaksud untuk mengakhiri pembicaraan," pesan Goldman.
Kalimat ini juga tidak boleh digunakan andaikan tujuan utamanya adalah hanya untuk membikin anak merasa bersalah.
Ia mengingatkan bahwa permintaan maaf yang dijadikan perangkat manipulasi bakal terasa tidak tulus dan justru dapat menambah jarak emosional.
Mengapa kalimat maaf bisa memperbaiki hubungan anak dan orang tua?
Kalimat meminta maaf dapat membawa perubahan besar dalam hubungan antara orang tua dan anak dewasa, tapi sayangnya perihal ini tetap jarang dilakukan.
Selain itu, pengucapan kalimat sederhana tersebut juga menunjukkan adanya rasa saling menghargai.
Ketika orang tua tidak pernah meminta maaf, anak yang sudah dewasa bakal terus mempertanyakan dirinya sendiri, apalagi juga tentang hubungan yang dimiliki dengan orang tua.
Menurut Dr. Goldman, kalimat ini menunjukkan kedewasaan emosional sekaligus membantu menyembuhkan luka lama, keraguan terhadap diri sendiri, dan dinamika hubungan yang tidak sehat.
"Banyak anak membawa beban akibat kesalahan orang tuanya seolah-olah semua itu adalah kesalahan mereka sendiri," ujar Guarnotta.
Mendengar orang tua mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahan tersebut dapat meringankan beban anak. Dalam jangka panjang, ini bisa membentuk dasar hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.
Memberikan kesempatan kepada anak untuk merasa didengar, dipahami, dan divalidasi bakal membantu memperbaiki hubungan yang mungkin sempat retak.
Jika selama ini anak merasa tidak pernah dipahami alias diabaikan, permintaan maaf tersebut juga dapat memutus pola yang telah berlangsung.
5 Cara lain untuk memperbaiki hubungan orang tua dan anak
Ilustrasi Bunda dan Anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/BongkarnThanyakij
Selain dengan kalimat meminta maaf, apa lagi cara-cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki hubungan antara orang tua dan anak? Berikut ulasannya:
1. Tidak ragu introspeksi diri
Goldman berpesan agar orang tua tetap mau belajar untuk introspeksi diri dan memperbaiki jika perlu, terlepas dari hubungan dengan anak yang sudah dewasa.
Sebagai contoh, orang tua mungkin perlu belajar mengelola emosi dan meningkatkan keahlian berkomunikasi.
Hal ini menunjukkan bahwa orang tua betul-betul berupaya menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus menyembuhkan dirinya sendiri.
2. Berusaha memahami pengalaman anak
Jika perlu, orang tua juga bisa membujuk anak dewasa untuk membantu memahami perspektif pandangnya.
Saat nantinya anak mulai terbuka, dengarkan terlebih dahulu. Setelah itu, ajukan pertanyaan lanjutan daripada langsung mengoreksi alias memberikan penjelasan.
Seiring waktu, langkah ini bakal membangun kepercayaan dan menciptakan ruang emosional yang lebih kondusif bagi anak.
3. Jangan terburu-buru mau langsung menyelesaikan masalah
Melihat anak semakin bertambah dewasa menghadapi kesulitan memang tidak mudah bagi orang tua.
Namun, bukan berfaedah tugas orang tua adalah langsung menyelesaikan semua masalah mereka, seperti dulu saat anak tetap kecil.
"Daripada langsung memberi tahu gimana langkah menyelesaikan masalah, ajukan pertanyaan terbuka agar orang tua memahami gimana menurut mereka masalah tersebut sebaiknya dihadapi," kata Guarnotta.
Sebagai contoh, dia menyarankan orang tua untuk memberi pengesahan dan bertanya pendapat anak tentang kondisi yang sedang dihadapi.
Hal ini menunjukkan bahwa orang tua memandang anak sebagai orang dewasa yang bisa mengambil keputusan, sekaligus menempatkan diri sebagai pendukung, bukan untuk langsung menyelesaikan masalah.
4. Hormati ketika anak berbicara 'tidak'
Ketika anak yang sudah dewasa menetapkan batas dan mengatakan 'tidak', sebaiknya orang tua tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang berkarakter pribadi.
Tanggapi dengan kepercayaan bahwa ini berfaedah anak sudah mulai memahami kebutuhan dirinya sendiri dan bisa memperjuangkannya.
Dengan menghormati batas tersebut tanpa membikin mereka merasa bersalah, anak bakal merasa dihargai dan lebih terbuka untuk berbagi dengan orang tua.
5. Hargai anak seutuhnya
Orang tua juga sebaiknya berupaya mengenal pribadi yang telah berkembang dalam diri anak, bukan hanya merayakan pencapaiannya.
"Hargailah sifat-sifat baik mereka, selera humornya, dan langkah unik mereka memandang dunia," pesan Guarnotta.
Sampaikan secara langsung kenapa Bunda sangat mengapresiasi hal-hal tersebut. Sering kali orang tua hanya memikirkannya dalam hati alias menceritakannya kepada orang lain, tetapi lupa mengatakannya kepada anak secara langsung.
Itulah penjelasan tentang satu kalimat agar hubungan dengan anak makin dekat sesuai psikolog. Ingatlah bahwa kebutuhan bakal kedekatan emosional tetap ada, begitu pula besarnya pengaruh kata-kata orang tua.
Kalimat meminta maaf mempunyai akibat yang sangat kuat bagi mental anak. Kalimat ini dapat membantu memperbaiki hubungan, memberikan validasi, sekaligus mengurangi luka jiwa yang selama ini mungkin dipikul anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·