Jakarta -
Percaya alias tidak, penampilan dan kondisi tangan Bunda dapat mengungkap banyak masalah kesehatan tersembunyi, mulai dari gangguan saraf hingga penyakit hati.
Tangan sering kali menjadi bagian tubuh pertama yang menunjukkan tanda-tanda penuaan, tetapi perubahan mini pada tangan, seperti telapak tangan merah alias kulit kering, dapat memberikan petunjuk tentang banyak perihal lainnya.
Hal itu dapat menjadi indikasi yang berfaedah tentang perubahan medis yang lembut dan mungkin lebih serius yang terjadi di tempat lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanda penyakit dari telapak tangan
Dilansir Stanford Medicine 25, berikut perubahan pada telapak tangan yang menjadi tanda penyakit, yang dapat Bunda kenali:
1. Pope’s hand
Saat diminta mengepalkan tangan, jari telunjuk dan jari tengah tidak bisa menekuk dengan sempurna, sehingga tangan tampak seperti sedang memberi berkat. Ini bisa menjadi tanda adanya gangguan alias cedera pada saraf median, misalnya akibat tunnel syndrome.
2. Tanda “OK” yang tidak sempurna
Ketika membikin tanda “OK” dengan ibu jari dan telunjuk, kedua ujung jari tidak dapat membentuk lingkaran yang sempurna, melainkan hanya saling menjepit. Ini bisa menandakan gangguan pada saraf median.
3. Ape hand
Ibu jari yang terlihat lurus dan susah digerakkan ke arah telapak tangan, sehingga keahlian menggenggam barang menjadi berkurang. Perubahan ini menunjukkan adanya kerusakan saraf median.
4. Claw hand
Jari manis dan jari kelingking terlihat menekuk seperti ceker sehingga susah diluruskan. Ini menjadi tanda kerusakan saraf ulnaris.
5. Froment’s sign
Ketika menjepit selembar kertas dengan ibu jari dan telunjuk, genggaman menjadi lemah sehingga kertas mudah ditarik. Bisa jadi menandakan adanya gangguan pada saraf ulnaris.
6. Wrist drop
Pergelangan tangan terlihat terkulai ke bawah dan susah diangkat. Ini menandakan kerusakan saraf radialis.
7. Boutunniere deformity
Jari tampak menekuk di bagian tengah, sedangkan ujungnya justru lurus. Ini menandakan rheumatoid arthritis.
8. Swan neck deformity
Jari tampak tertekuk ke belakang di bagian tengah, sementara ujung jari justru menekuk ke bawah sehingga menyerupai leher angsa. Kondisi ini sering dikaitkan dengan rheumatoid arthritis juga.
Tanda penyakit pada kuku
Berikut beberapa tanda penyakit yang dapat Bunda kenali pada penampilan kuku:
1. Terry’s nails
Kuku tampak berwarna putih pucat nyaris di seluruh permukaannya, sehingga bagian separuh lingkaran putih di pangkal kuku (lunula) susah terlihat. Di ujung kuku terdapat garis tipis berwarna cokelat alias kemerahan.
Penampilan kuku ini bisa menjadi tanda penuaan, penyakit hati seperti sirosis, kandas jantung, hingga glukosuria jenis 2.
2. Lindsay’s nails
Kuku terlihat seperti terbagi menjadi dua warna. Bagian dekat pangkal kuku berwarna putih, sedangkan bagian ujungnya berwarna cokelat. Kondisi menandakan penyakit ginjal kronis.
3. Beau’s lines
Muncul lekukan alias alur melintang yang dapat dirasakan saat diraba di permukaan kuku. Alur ini terbentuk lantaran pertumbuhan kuku sempat terhenti.
Bisa menjadi tanda jangkitan berat, serangan jantung, syok alias tekanan darah sangat rendah, kekurangan kalsium, setelah operasi besar malnutrisi, hingga pengaruh samping dari kemoterapi.
4. Muehrcke’s lines
Terlihat dua alias lebih garis putih melintang pada kuku. Garis ini tidak membentuk cekungan dan permukaan kuku tetap halus.
Kondisi ini menandakan kadar albumin rendah, kehilangan protein berlebih, dan pengaruh kemoterapi tertentu.
5. Mees’ lines
Muncul garis putih melintang, biasanya hanya satu garis pada setiap kuku. Garis ini juga tidak cekung. Bisa menjadi tanda keracunan arsenik, talium, dan logam berat lainnya.
6. Acral lentiginous melanoma pada kuku
Terlihat garis alias bercak hitam kecokelatan pada kuku yang meluas hingga ke kulit di sekitar kuku. Biasanya menandakan melonam, satu jenis kanker kulit yang perlu segera diperiksa dokter.
7. Splinter hemorrhages
Terlihat garis-garis merah tua alias hitam tipis memanjang di bawah kuku, menyerupai serpihan kayu kecil. Ini menandakan cedera pada kuku, jangkitan pada katup jantung, dan skleroderma.
8. Nail pitting
Permukaan kuku mempunyai bintik-bintik alias cekungan kecil, seperti ditusuk jarum. Penampilan ini menandakan psoriasis.
9. Quitter’s nail
Bagian ujung kuku tampak kuning alias kecokelatan akibat noda nikotin, sedangkan kuku baru yang tumbuh dari pangkal terlihat lebih bersih sehingga tampak pemisah yang jelas.
Bisa menunjukkan bahwa seseorang telah berakhir merokok alias mengurangi konsumsinya, sehingga kuku baru tumbuh tanpa noda nikotin.
10. Paronychia
Kulit di sekitar kuku tampak merah, bengkak, nyeri, dan terkadang bernanah. Kondisi ini menjadi aspek akibat tangan alias kaki terlalu sering terendam air dan jangkitan kuman alias jamur.
11. Clubbing
Ujung jari tampak membulat dan membesar, sementara kuku menjadi lebih melengkung ke bawah.
Kondisi ini bisa menandakan beberapa penyakit kronis, seperti kanker paru-paru, jangkitan paru kronis seperti bronkiektasis alias bisul paru, fibrosis paru, penyakit jantung bawaan tertentu, endokarditis, dan perikarditis.
Namun, perlu diketahui bahwa clubbing bukan merupakan tanda unik PPOK. Jika seseorang dengan PPOK mengalami clubbing, master biasanya bakal mencari kemungkinan penyebab lain, seperti kanker paru.
Tanda penyakit pada perubahan jari
Selain pada telapak dan kuku, Bunda juga dapat mengenali penyakit dari perubahan corak jari. Berikut di antaranya:
1. Herpetic whitlow
Kulit di sekitar jari tampak merah, bengkak, nyeri, dan muncul lepuhan berisi cairan. Menjadi tanda infeksi virus herpes.
2. Bouchard’s nodes dan heberden’s nodes
Muncul benjolan keras pada sendi jari. Biasanya menjadi tanda osteoartritis alias pengapuran sendi.
3. Fingerization of the thumb
Ibu jari tampak lebih menyerupai jari biasa akibat kelainan bawaan pada tulang dan corak tangan. Ini menjadi tanda sindrom holt-oram, kelainan genetik yang juga disertai kelainan jantung.
4. Hypermobility of hand joints
Sendi-sendi jari terlalu lentur sehingga dapat ditekuk melampaui pemisah normal. Menjadi tanda sindrom ehlers-dahlon, kelainan jaringan ikat.
5. Short extremities dan polydactyly
Jari tangan tampak lebih pendek dari biasanya alias mempunyai jumlah jari lebih dari lima. Bisa menjadi tanda sindrom ellis-van creveld, kelainan genetik yang juga dapat memengaruhi jantung, gigi, dan kuku.
6. Arachnodactyly
Jari-jari tampak sangat panjang, ramping, dan menyerupai kaki laba-laba. Bisa menjadi tanda sindrom marfan, kelainan jaringan ikat yang dapat memengaruhi jantung, mata, dan tulang.
7. Tripe hand
Telapak tangan tampak menebal, bertekstur seperti beludru, dan terasa kasar. Menandakan kanker pada organ dalam, terutama saluran pencernaan alias paru-paru.
8. Osler nodes
Muncul benjolan merah yang nyeri saat disentuh, biasanya pada ujung jari tangan alias kaki. Menandakan adanya endokarditis bakteri, ialah jangkitan pada lapisan dalam jantung.
9. Janeway lesions
Muncul bercak merah datar yang tidak terasa nyeri pada telapak tangan alias telapak kaki. Menandakan endokarditis bakteri.
Nah, itulah beberapa tanda penyakit yang dapat Bunda kenali dari perubahan penampilan pada tangan. Namun untuk pemeriksaan lebih tepat, Bunda sebaiknya memeriksakan diri lebih lanjut ke dokter. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·