Jakarta -
Saat kumpul berbareng keluarga, teman, alias rekan kerja, biasanya ada satu orang yang lebih mendengarkan daripada berbicara. Sikap ini sering kali membikin orang lain menganggapnya pemalu, pendiam, alias kurang percaya diri.
Padahal, dugaan tersebut belum tentu benar, Bunda. Menurut psikolog, seseorang yang memilih tak bersuara di tengah keramaian bisa mempunyai argumen yang jauh berbeda dari dugaan kebanyakan orang.
Di kembali sikapnya yang pendiam, mereka mempunyai sejumlah kepribadian unik yang mungkin tidak disadari oleh orang-orang di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan seseorang banyak tak bersuara saat kumpul bareng
Dilansir Parade, psikolog klinis dan pendiri Sorted-Mind.com, Dr. Rana Pishva, ada sejumlah argumen kenapa seseorang mungkin tetap tak bersuara ketika dikelilingi oleh orang lain.
“Sebagian orang merespons dengan sigap ketika sebuah pertanyaan diajukan kepada mereka lantaran cemas, antusias, alias percaya diri. Yang lain menunggu lebih lama,” ujar Rana.
Ia menjelaskan mudah untuk berasumsi bahwa orang yang tak bersuara itu tidak percaya diri alias kurang berpengetahuan, alias orang tersebut resah dan teralihkan perhatiannya.
Meskipun itu semua memang argumen umum kenapa orang mungkin tidak berbincang dalam sebuah kelompok, dalam banyak kasus, orang tersebut sebenarnya cukup percaya diri, cerdas, dan mantap.
4 Ciri kepribadian tak terduga orang yang paling pendiam
Menurut Rana, orang yang condong paling pendiam saat berada di sekitar orang lain sering kali mempunyai ciri-ciri kepribadian berikut:
1. Pemikir yang mendalam
Jika ada seseorang yang memerlukan waktu lama untuk merespons, mungkin mereka sedang mempertimbangkan reaksinya dengan matang.
“Para ahli filsafat mendalam bakal memerlukan waktu lebih lama untuk merespons (dan mungkin memilih untuk tidak merespons sama sekali) lantaran mereka betul-betul tetap berpikir, alias tidak mempunyai jawaban yang memenuhi kebutuhan mereka bakal kedalaman pemikiran,” jelas Rana.
Para ahli filsafat mendalam menikmati tantangan intelektual dan mau memproses info dengan jeli dan dari beragam perspektif sebelum memberikan pendapat.
“Mereka memilih respons yang bijak berasas argumen logis daripada jawaban reaktif alias dangkal. Respons mereka condong lebih rinci, bernuansa, dan kreatif,” tuturnya.
2. Memiliki pola keterikatan menghindar
Menurut Rana, seseorang yang pendiam mungkin mempunyai pola keterikatan menghindar. Mereka mungkin merasa tidak kondusif dalam hubungan dan kesulitan untuk dekat dengan orang lain.
Jadi, seseorang dengan pola kesukaan mengelak mungkin memilih untuk tetap tak bersuara dalam percakapan, terutama jika topiknya tegang, emosional, alias memecah belah.
“Individu dengan kecenderungan keterikatan mengelak menunjukkan penurunan aktivasi terhadap tekanan emosional pada tingkat neurologis lantaran mereka telah belajar untuk menekan materi emosional,” ujar Rana.
“Karena keintiman, kedekatan, dan bentrok terasa tidak nyaman, seseorang dengan pola ini mungkin memilih untuk tetap tak bersuara untuk menghindari ketegangan alias kerentanan dalam mengungkap pendapatnya. Mereka lebih nyaman mendengarkan, meskipun mendengarkan secara emosional secara mendalam mungkin juga sulit,” sambungnya.
3. Mengalami penurunan kinerja
Rana menjelaskan orang yang condong pendiam lebih suka menyendiri alias mengalami penurunan kinerja. Mungkin mereka mengalami kesulitan dalam hal-hal seperti pengambilan keputusan, datang tepat waktu, dan mengelola tugas-tugasnya.
“Dalam konteks sistem keluarga, sikap tidak bersuara dan menarik diri dapat menjadi peran yang diberikan kepada personil family yang diharapkan untuk melakukan apa yang diperintahkan, tidak mempunyai pendapat, alias mengikuti orang lain daripada mengembangkan kepercayaan dan prinsip mereka sendiri yang jelas,” ujar Rana.
Menentang peran ini dapat mempunyai akibat negatif, seperti penolakan, pengucilan, alias hinaan yang memperkuat strategi tersebut.
Akibatnya, seseorang yang tumbuh sebagai perseorangan yang kurang berfaedah mungkin membawa ketakutan tersebut hingga dewasa, dan bunyi mini di dalam kepalanya mungkin menyuruhnya untuk tidak berbincang sembarangan.
4. Percaya diri
Seseorang yang pendiam mungkin terlihat pemalu, tetapi sebenarnya mungkin sangat percaya diri sehingga mereka tidak merasa perlu untuk berbicara.
“Kepercayaan diri tidak perlu diungkap secara lantang, justru sebaliknya. Seseorang yang memilih untuk tetap tak bersuara mungkin mempunyai cukup kepercayaan diri sehingga mereka tidak berjuntai pada perhatian orang lain untuk mengetahui nilai dirinya,” jelas Rana.
Orang yang percaya diri tidak terburu-buru mengisi keheningan, memamerkan pengetahuan, alias menjelaskan secara berlebihan. Sebaliknya, mereka tampil dengan langkah yang langsung, ringkas, dan jelas jika diperlukan.
Nah, itulah beberapa karakter kepribadian orang paling pendiam saat kumpul bareng. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·