Selama Ini Salah, Begini Cara Mencuci Wajan Setelah Memasak Agar Lebih Awet, Jangan Siram Saat Panas

Jun 21, 2026 10:00 AM - 2 hari yang lalu 2795
Selama ini salah, begini langkah mencuci wajan setelah memasak agar lebih awet, jangan siram saat panas

mencuci wajan panas | foto ilustrasi: Gemini AI

Kincai Media - Setelah selesai memasak, biasanya muncul kemauan untuk langsung mencuci semua peralatan dapur agar pekerjaan sigap beres. Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan adalah menyiram wajan yang tetap panas dengan air dingin agar sisa minyak dan kerak makanan lebih mudah dibersihkan.

Padahal kebiasaan tersebut justru bisa membikin umur wajan lebih pendek. Perubahan suhu yang terlalu drastis dapat memengaruhi corak logam maupun lapisan pelindungnya. Supaya wajan tetap awet, ada beberapa langkah sederhana yang lebih kondusif dilakukan setelah memasak.

Kenapa wajan panas tidak boleh langsung disiram air dingin?

Saat digunakan memasak, logam pada wajan bakal memuai lantaran terkena suhu tinggi. Ketika langsung terkena air dingin, logam menyusut secara tiba-tiba sehingga mengalami thermal shock alias kejutan termal. Jika terjadi berulang kali, kondisi ini dapat membikin dasar wajan melengkung, lapisan anti lengket rusak, apalagi memicu retak pada beberapa jenis perangkat masak.

Dampak mencuci wajan saat tetap panas

- Bagian bawah wajan dapat melengkung sehingga tidak lagi menempel rata di atas kompor.
- Lapisan anti lengket lebih sigap retak alias mengelupas.
- Panas saat memasak menjadi tidak merata.
- Wajan berbahan besi cor alias kaca tahan panas berisiko retak akibat perubahan suhu ekstrem.

1. Dinginkan wajan secara alami sebelum dicuci

Cara paling kondusif adalah membiarkan suhu wajan turun secara perlahan. Langkah ini membantu logam kembali ke suhu normal tanpa mengalami perubahan bentuk. Selain itu, lapisan anti lengket juga lebih terjaga sehingga tidak mudah rusak.

Bahan/alat

- Tatakan tahan panas

Langkah

1. Angkat wajan dari kompor setelah selesai digunakan.
2. Letakkan di atas tatakan tahan panas.
3. Biarkan hingga suhunya mendekati suhu ruang sebelum dicuci.

2. Seka sisa minyak selagi wajan tetap hangat

Wajan yang tetap hangat lebih mudah dibersihkan lantaran minyak belum mengeras sepenuhnya. Menyeka sisa lemak lebih dulu juga membikin penggunaan sabun menjadi lebih sedikit. Cara ini membantu proses mencuci menjadi lebih ringan tanpa kudu menyiram air dingin.

Bahan/alat

- Tisu dapur alias kain dapur bersih

Langkah

1. Tunggu hingga wajan tidak terlalu panas.
2. Seka minyak dan sisa makanan menggunakan tisu dapur.
3. Buang tisu yang sudah digunakan sebelum proses pencucian.

3. Gunakan air hangat jika kudu segera mencuci

Jika wajan kudu dipakai kembali dalam waktu singkat, gunakan air hangat sebagai pengganti air dingin. Perbedaan suhu yang tidak terlalu jauh membantu mengurangi akibat thermal shock. Setelah itu, cuci seperti biasa menggunakan spons lembut.

Bahan/alat

- Air hangat
- Sabun cuci piring
- Spons lembut

Langkah

1. Siram wajan menggunakan air hangat.
2. Tuangkan sabun cuci piring secukupnya.
3. Gosok menggunakan sisi spons yang lembut.
4. Bilas hingga bersih lampau keringkan.

Hal yang sebaiknya dihindari

- Jangan langsung menyiram wajan panas menggunakan air dingin.
- Jangan memakai sabut besi pada wajan anti lengket.
- Jangan merendam wajan panas ke dalam bak berisi air dingin.
- Jangan menumpuk wajan yang tetap panas dengan peralatan lain lantaran dapat menggores permukaannya.

FAQ

1. Apakah semua jenis wajan bisa mengalami thermal shock?

Ya, nyaris semua wajan berbahan logam dapat mengalami thermal shock. Tingkat risikonya berbeda-beda tergantung bahan dan ketebalan wajannya.

2. Kenapa dasar wajan yang melengkung membikin masakan kurang matang merata?

Karena permukaan wajan tidak lagi menempel sempurna pada kompor, pengedaran panas menjadi tidak merata sehingga ada bagian yang lebih sigap panas dibanding bagian lainnya.

3. Apakah air panas mendidih kondusif digunakan untuk mencuci wajan?

Sebaiknya gunakan air hangat, bukan air yang mendidih. Air hangat sudah cukup membantu melunakkan sisa makanan tanpa memberikan perubahan suhu yang terlalu ekstrem.

4. Bagaimana langkah mengetahui lapisan anti lengket mulai rusak?

Biasanya permukaan mulai tampak tergores, kusam, mengelupas, alias makanan menjadi lebih mudah lengket saat dimasak.

5. Apakah wajan yang sudah melengkung tetap kondusif dipakai?

Masih bisa digunakan jika tidak retak dan lapisan anti lengket tetap utuh. Namun hasil memasak biasanya kurang merata sehingga sebaiknya dipertimbangkan untuk diganti jika bentuknya sudah berubah cukup parah.

(brl/tin)

Selengkapnya