Cara Mengenali Tanda Stres Dari Perubahan Bau Badan Menurut Ahli

Jul 20, 2026 12:25 PM - 20 jam yang lalu 984

Stres tidak hanya memengaruhi suasana hati dan kualitas tidur, tetapi juga dapat menimbulkan perubahan pada tubuh yang sering kali tidak disadari, salah satunya adalah aroma badan. Jika Bunda merasa aroma tubuh tiba-tiba menjadi lebih menyengat padahal rutinitas mandi dan penggunaan deodoran tidak berubah, bisa jadi perihal tersebut berangkaian dengan respons alami tubuh saat mengalami tekanan emosional.

Mengutip dari laman Time, aroma badan rupanya menyimpan banyak info tentang kondisi seseorang, mulai dari identitas, kesehatan, hingga tingkat kekhawatiran alias stres yang sedang dialami. Para mahir menjelaskan bahwa perubahan aroma tubuh dipengaruhi oleh jenis keringat yang diproduksi saat seseorang merasa tertekan.

Lantas, gimana langkah mengenali tanda stres dari perubahan aroma badan menurut ahli? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Cara mengenali tanda stres dari perubahan aroma badan menurut ahli

Perubahan aroma badan akibat stres berasal dari langkah tubuh merespons tekanan emosional. Saat seseorang merasa cemas, takut, alias berada dalam situasi penuh tekanan, sistem saraf simpatik bakal mengaktifkan sistem fight or flight. Respons ini memicu kelenjar apokrin, ialah kelenjar keringat yang berada di area ketek dan selangkangan, untuk mengeluarkan keringat dengan komposisi berbeda dibandingkan keringat saat berolahraga alias kepanasan.

Berbeda dengan kelenjar ekrin yang tersebar nyaris di seluruh tubuh dan menghasilkan keringat encer untuk membantu menurunkan suhu tubuh, keringat dari kelenjar apokrin mengandung lebih banyak protein dan lemak.

Keringat tersebut sebenarnya tidak mempunyai bau. Namun, ketika bercampur dengan kuman alami yang hidup di permukaan kulit, kuman bakal menguraikan kandungan tersebut menjadi senyawa yang menghasilkan aroma unik yang lebih tajam.

Cara mengenali tanda stres dari perubahan aroma badan

Berikut beberapa tanda yang dapat Bunda perhatikan:

1. Bau badan tiba-tiba menjadi lebih menyengat saat sedang resah alias tertekan

Jika aroma tubuh berubah menjadi lebih kuat ketika menghadapi pekerjaan yang menumpuk, presentasi penting, konflik, alias masalah pribadi, kemungkinan penyebabnya adalah aktivasi kelenjar apokrin akibat stres, bukan lantaran kurang menjaga kebersihan tubuh.

2. Bau badan muncul meski tidak banyak bergerak

Normalnya, kegiatan bentuk memicu produksi keringat dari kelenjar ekrin. Namun saat stres, tubuh tetap bisa menghasilkan keringat dari kelenjar apokrin meski Bunda hanya duduk, bekerja, alias sedang berpikir keras. Akibatnya, aroma badan dapat muncul walaupun tubuh tidak melakukan kegiatan berat.

3. Aroma tubuh terasa berbeda dari biasanya

Banyak orang menyadari bahwa aroma badan saat stres mempunyai karakter yang lebih tajam dibandingkan saat berkeringat lantaran cuaca panas. Hal ini disebabkan oleh kandungan protein dan lemak yang lebih tinggi pada keringat apokrin sehingga lebih mudah dipecah oleh kuman menjadi senyawa berbau.

4. Bau badan muncul berbarengan dengan indikasi stres lainnya

Perubahan aroma tubuh biasanya tidak datang sendiri. Kondisi ini sering disertai indikasi lain seperti jantung berdebar, telapak tangan berkeringat, susah tidur, mudah marah, susah berkonsentrasi, alias merasa resah berlebihan. Jika aroma badan muncul berbarengan dengan tanda-tanda tersebut, stres bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Menariknya, para intelektual menemukan bahwa manusia juga dapat mengenali aroma yang muncul saat seseorang merasa takut alias cemas. Dalam sebuah penelitian, peserta diminta mencium alas penyerap keringat dari orang yang menonton movie seram dan orang yang menonton movie dokumenter alam.

Hasilnya, mereka bisa membedakan mana sampel keringat yang berasal dari kondisi takut dan mana yang berasal dari kondisi emosional normal.

Tidak hanya itu, penelitian lain yang dipimpin Prof. Mats Olsson dari Karolinska Institutet, Stockholm, Swedia, menunjukkan bahwa perubahan aroma tubuh juga dapat menjadi petunjuk ketika sistem kekebalan tubuh sedang aktif melawan ancaman.

Dalam studi tersebut, para peneliti menyuntikkan endotoksin, ialah komponen protein dari kuman Escherichia coli (E. coli), kepada peserta penelitian untuk memicu respons imun tanpa menyebabkan infeksi. Kaus yang dikenakan peserta kemudian dinilai oleh panel pencium.

Hasilnya, aroma tubuh peserta yang sistem imunnya sedang aktif dinilai lebih tidak menyenangkan dibandingkan aroma tubuh normal, meski peserta sendiri tidak merasa sakit.

Meski demikian, perubahan aroma badan tidak selalu menjadi tanda stres. Aroma tubuh juga dapat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, perubahan hormon, obat-obatan tertentu, hingga penyakit seperti diabetes, gangguan hati, alias infeksi.

Apabila aroma badan berubah secara drastis, berjalan terus-menerus, alias disertai keluhan kesehatan lainnya, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan master agar penyebabnya dapat dipastikan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya