Jakarta -
Gelombang panas akibat perubahan suasana tak hanya meningkatkan suhu udara hingga membahayakan kesehatan masyarakat. Sebuah studi menunjukkan bahwa gelombang panas juga dapat meningkatkan akibat bayi lahir prematur.
Kelahiran prematur adalah kondisi ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Bayi yang lahir terlalu awal berisiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan, infeksi, hingga masalah tumbuh kembang dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan.
Gelombang panas akibat perubahan suasana tingkatkan akibat bayi lahir prematur
Melansir MedicalXpress, gelombang panas tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman saat beraktivitas. Pada sebagian ibu hamil, paparan suhu tinggi juga dapat meningkatkan akibat persalinan prematur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, bayi prematur berisiko kematian yang jauh lebih tinggi, serta komplikasi kesehatan yang dapat memengaruhi mereka seumur hidup.
Penelitian selama beberapa dasawarsa telah mendokumentasikan hubungan antara paparan panas dan kelahiran prematur. Namun, sebagian besar studi terbatas pada satu kota alias negara, menggunakan metode berbeda yang menghasilkan hasil yang susah dibandingkan.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Environment International memberikan jawaban paling komprehensif bahwa akibat persalinan prematur meningkat seiring naiknya suhu udara.
Peneliti menganalisis 36,6 juta kelahiran yang terjadi selama musim panas di 250 kota, di 13 negara (Australia, Brasil, Kanada, Chili, Ekuador, Estonia, Israel, Italia, Jepang, Paraguay, Spanyol, Swiss, dan Amerika Serikat) antara tahun 1979 dan 2019. Ini adalah kajian multi-lokasi paling ekstensif tentang topik ini hingga saat ini.
Hasilnya, pada hari dengan suhu yang lebih tinggi dari biasanya, akibat kelahiran prematur meningkat sekitar 2,8 persen. Sementara itu, saat terjadi panas ekstrem, peningkatan risikonya mencapai 3,8 persen.
Secara keseluruhan, peneliti memperkirakan sekitar 1,4 persen kelahiran prematur selama musim panas berangkaian dengan paparan panas. Angka tersebut setara dengan sekitar 855 tambahan kelahiran prematur pada setiap satu juta kelahiran.
Dilansir Science Direct, penelitian juga menemukan bahwa besarnya akibat berbeda di setiap negara. Perbedaan iklim, kondisi sosial ekonomi, hingga keahlian masyarakat beradaptasi terhadap cuaca panas diduga turut memengaruhi besarnya akibat tersebut.
Mengapa cuaca panas dapat memicu persalinan prematur?
Menurut peneliti ada banyak sistem biologis yang diduga berperan. Paparan suhu tinggi dapat meningkatkan suhu tubuh dan memicu kontraksi rahim.
Dehidrasi akibat suhu panas dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dan menurunkan aliran darah ke plasenta. Kondisi ini diduga dapat memicu kontraksi rahim lebih awal.
Tubuh ibu mengandung sangat rentan lantaran tubuhnya menghasilkan banyak panas dari biasanya akibat pertumbuhan janin, sehingga keahlian tubuh untuk membuang panas menjadi lebih terbatas.
Selain itu, panas juga dapat memicu proses peradangan dan stres oksidatif yang diduga ikut mempercepat proses persalinan pada sebagian ibu hamil.
Siapa yang lebih berisiko?
Penelitian menunjukkan bahwa akibat panas kemungkinan lebih besar pada golongan ibu tertentu, seperti ibu berumur muda, ibu yang belum menikah, mempunyai tingkat pendidikan lebih rendah, alias berasal dari kondisi sosial ekonomi yang kurang menguntungkan.
Janin wanita juga condong lebih rentan, meski peneliti menegaskan bahwa temuan tersebut tetap perlu dikonfirmasi melalui penelitian lanjutan.
Menurut peneliti, golongan yang lebih rentan secara sosial sering kali mempunyai akses yang lebih terbatas terhadap lingkungan yang sejuk, seperti pendingin ruangan, serta lebih banyak bekerja di luar ruangan saat cuaca panas. Kondisi tersebut dapat meningkatkan paparan terhadap suhu tinggi selama kehamilan.
Menariknya, penelitian ini tidak hanya menemukan peningkatan akibat pada kelahiran prematur. Paparan panas ekstrem juga dikaitkan dengan meningkatnya kemungkinan persalinan pada kehamilan cukup bulan, terutama pada usia kehamilan 37 hingga 38 minggu. Temuan ini menunjukkan bahwa suhu tinggi mungkin dapat menjadi salah satu pemicu dimulainya proses persalinan.
Apa yang dapat dilakukan ibu mengandung saat cuaca sangat panas?
Tidak semua ibu mengandung bakal mengalami persalinan prematur akibat cuaca panas, namun para mahir menyarankan agar ibu mengandung tetap mengambil langkah pencegahan saat suhu meningkat.
Beberapa di antaranya adalah mencukupi kebutuhan cairan, menghindari kegiatan berat di luar ruangan pada siang hari, mengenakan busana yang nyaman, serta mencari tempat yang lebih sejuk saat terjadi gelombang panas.
Jika ibu mengandung mengalami kontraksi sebelum waktunya, mobilitas janin berkurang, alias muncul keluhan lain yang mengkhawatirkan saat cuaca panas, segera periksakan diri ke master alias akomodasi kesehatan terdekat.
Penelitian di atas menunjukkan bahwa cuaca panas bukan satu-satunya penyebab persalinan prematur. Faktor lain seperti kondisi kesehatan ibu, infeksi, kehamilan kembar, maupun penyakit penyerta juga berperan.
Karena itu, ibu mengandung tetap dianjurkan menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin dan menjaga kondisi tubuh, terutama saat terjadi gelombang panas.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·