7 Risiko KB IUD yang Jarang Dibahas, Calon Pengguna Wajib Tahu Sebelum Pasang

Jun 20, 2026 07:00 PM - 1 bulan yang lalu 47027

Bunda berencana menggunakan KB IUD untuk mencegah kehamilan? Sebelum memilihnya sebagai perangkat kontrasepsi, Bunda perlu ketahui dulu akibat alias ancaman KB IUD ya.

Dilansir laman Badan Kesehatan Dunia (WHO), intrauterine device (IUD) merupakan perangkat kontrasepsi berbentuk perangkat mini dan elastis yang ditempatkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Terdapat dua jenis KB IUD, ialah IUD hormonal dan non-hormonal.

"Kedua jenis kontrasepsi itu sangat efektif, dengan nomor kehamilan kurang dari 1 per 100 pada tahun pertama penggunaan," kata WHO.


IUD non-hormonal dapat mencegah kehamilan 10 hingga 12 tahun, tergantung pada produknya. Jenis IUD ini mencegah kehamilan dengan melepaskan ion tembaga yang mengganggu pergerakan sperma dan pembuahan sel telur

Sedangkan IUD hormonal bisa memperkuat selama 3 hingga 8 tahun, tergantung jenisnya. IUD hormonal melepaskan sejumlah mini levonorgestrel, yang dapat mengentalkan lendir serviks, menghalang sperma, dan menipiskan lapisan rahim. IUD hormonal sangat efektif sebagai kontrasepsi berkelanjutan.

Pemasangan KB IUD

Pemasangan IUD kudu dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional, seperti master kandungan. Sebelum IUD ditempatkan di dalam rahim, Bunda mesti menjalani pemeriksaan termasuk mendiskusikan riwayat kesehatan dengan master dan menjalani tes kehamilan.

Menurut ulasan di laman American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), IUD dapat dipasang kapan saja selama siklus menstruasi, asalkan Bunda cukup percaya tidak mengandung dan tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi.

Jika memasang IUD hormonal lebih dari 7 hari setelah dimulainya menstruasi, maka Bunda kudu menghindari hubungan seksual melalui memek alias menggunakan metode kontrasepsi cadangan, seperti kondom, selama 7 hari berikutnya. Jika kurang dari 7 hari sejak dimulainya menstruasi, maka Bunda tidak perlu menggunakan metode cadangan.

Risiko KB IUD

Ada beberapa pengaruh samping alias akibat kesehatan dari penggunaan KB IUD. Berikut penjelasannya:

  1. Beberapa wanita yang menggunakan IUD non-hormonal mungkin mengalami menstruasi yang lebih berat alias lebih lama dan kram yang lebih kuat, terutama dalam beberapa bulan pertama.
  2. KB IUD hormonal dapat menyebabkan menstruasi yang lebih ringan alias tidak ada pendarahan sama sekali setelah beberapa bulan penggunaan. Perubahan ini tidak rawan tetapi dapat menyebabkan beberapa wanita menghentikan penggunaan metode ini.
  3. Efek samping setelah penggunaan KB IUD dapat meliputi sakit kepala, mual, nyeri payudara, dan perubahan suasana hati.
  4. Dalam sejumlah mini kasus, IUD dapat keluar dari rahim. Seluruh IUD dapat keluar, alias hanya sebagian saja. Risikonya lebih tinggi pada wanita dengan pendarahan menstruasi yang berat, dan mereka yang memasang IUD segera setelah melahirkan. Jika IUD keluar, IUD tersebut tidak lagi efektif.
  5. Alat kontrasepsi IUD dapat menembus tembok rahim selama pemasangan. Hal ini biasanya tidak menyebabkan masalah kesehatan serius, tetapi IUD perlu dilepas. Kejadian ini jarang terjadi, hanya sekitar 1 dari setiap 1.000 pemasangan.
  6. Penyakit radang panggul setelah pemasangan IUD sangat jarang terjadi. Penggunaan IUD sendiri tidak meningkatkan akibat PID. Perempuan dengan jangkitan menular seksual (IMS) yang belum terdiagnosis pada saat pemasangan IUD lebih mungkin mengembangkan penyakit radang panggul daripada mereka yang tanpa IMS.
  7. Dalam kasus yang jarang terjadi, jika kehamilan terjadi saat IUD tetap terpasang, ada kemungkinan lebih tinggi bahwa itu adalah kehamilan ektopik. Ini adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis.

Kapan kudu ke dokter?

Ada beberapa indikasi yang bisa menjadi tanda adanya masalah dengan KB IUD. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, Bunda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Berikut gejala-gejalanya:

  • Nyeri panggul parah
  • Demam yang tidak dapat dijelaskan
  • Keputihan yang tidak biasa
  • Meraba IUD di leher rahim alias vagina
  • Muncul tanda-tanda kehamilan, termasuk testpack positif.

Demikian akibat alias ancaman KB IUD yang perlu Bunda ketahui. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Selengkapnya