7 Ciri Orang Tua Yang Berhasil Membesarkan Anak Berani Berpendapat Menurut Psikolog

Jul 19, 2026 06:10 PM - 22 jam yang lalu 1081

Jakarta -

Setiap orang tua pasti mau memandang anaknya tumbuh menjadi pribadi yang bisa berpikir kritis dan percaya diri. Kedua kepribadian tersebut bisa membikin anak berani dalam menyampaikan pendapatnya dengan sopan, Bunda.

Keberanian menyampaikan pendapat tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari pola asuh orang tua. Sayangnya, tetap banyak orang tua yang menganggap keberanian ini menakut-nakuti bagi dirinya.

"Jika orang tua secara alami cemas, keberanian anak mungkin terasa mengancam. Jika orang tua sangat dominan, ketegasan anak mungkin terasa seperti pembangkangan," kata psikolog anak, Dr. Amy Kincaid Todey, Ph.D., dilansir Parade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut Todey, anak-anak yang berani bersuara adalah pembela terbaik bagi diri mereka sendiri. Anak-anak ini jarang sekali tak bersuara ketika ada sesuatu yang terasa salah.

"Hal itu bisa melelahkan, tetapi juga melindungi. Anak-anak yang berani bicara sering kali tumbuh menjadi pemimpin dan pengusaha," ungkap Todey.

Dalam penelitian temperamen di jurnal Emotion Review tahun 2011, anak-anak yang blak-blakan sering kali mendapat skor tinggi dalam surgency atau ekstroversi, ialah sifat-sifat yang mencakup tingkat kegiatan tinggi, impulsivitas, perilaku pendekatan, dan pengaruh positif yang kuat.

Membesarkan anak yang berani beranggapan bisa jadi tidak mudah. Tapi, bukan berfaedah tidak bisa dilakukan ya, Bunda. Sudah banyak orang tua sukses membawa anaknya tumbuh menjadi orang yang sukses di beragam bagian lantaran diberikan kebebasan untuk berpendapat.

Nah, berikut ciri-ciri orang tua yang sukses membesarkan anak berani beranggapan menurut psikolog:

1. Orang tua menjadi regulator yang kuat

Orang tua yang membesarkan anak-anak yang 'vokal' beranggapan kudu menjadi mahir dalam mengatur emosi. Mereka tahu gimana menangani anak yang tantrum dan sedang labil dengan emosinya.

"Mereka memahami bahwa eskalasi bakal memicu eskalasi. Penanganan yang tenang bakal mengkomunikasikan rasa aman," kata Todey.

2. Orang tua bisa memadukan kehangatan dengan struktur yang jelas

Todey mengatakan bahwa orang tua yang membesarkan anak-anak yang berani berbincang adalah orang tua yang tegas dan baik hati. Mereka tahu bahwa batasan-batasan dapat diprediksi, dan cinta tidak bersyarat.

3. Orang tua mahir dalam membingkai 'pembangkangan' sebagai 'kepemimpinan'

Orang tua dianggap sukses membesarkan anak berani ketika mereka bisa mengubah kata 'pembangkangan' menjadi 'kepemimpinan'. Anak yang suka membangkang belum tentu melakukannya lantaran pengaruh negatif. Bisa saja itu dilakukan lantaran mereka sedang mengembangkan sisi kepemimpinannya.

4. Orang tua sering mengajarkan langkah pandang dari perspektif yang berbeda

Menurut Todey, orang tua dari anak-anak yang berani beranggapan tidak suka memendam perspektif mereka. Mereka suka membuka kitab dan secara aktif membimbing anak-anaknya untuk mempraktikkan kesadaran sosial.

Orang tua ini mungkin bakal berbicara kepada anak mereka, "Kamu boleh menyampaikan pendapatmu. Tapi, mari kita perhatikan juga gimana tanggapan orang tua tersebut."

"Mengajari anak-anak untuk selalu memikirkan perspektif dan emosi orang lain dapat membangun empati dan pengendalian diri mereka," ujar Todey.

5. Orang tua cukup berani untuk membiarkan akibat alami terjadi pada anaknya

Sangat wajar jika kita mau menghilangkan akibat alias kesulitan apa pun dari seorang anak. Namun, bagi orang tua yang merawat anak-anak berani berpendapat, mereka telah belajar untuk tetap teguh pada pendirian dan cukup berani membiarkan anak mendapatkan akibat dari kesalahannya.

"Mereka tidak selalu melindungi anak dari setiap kesalahan sosial. Bagi mereka, pengalaman adalah guru," kata Todey.

6. Orang tua punya ketahanan mental yang baik

Orang tua dengan ketahanan mental baik biasanya dapat membesarkan anak yang berani berpendapat. Bagi orang tua ini, pengaturan diri dan kesadaran sangat krusial dalam menghadapi ketahanan mental.

"Orang tua terkadang menyalahkan diri sendiri ketika segala sesuatunya tidak melangkah sesuai angan anak mereka, dan ini dapat mengakibatkan rasa malu dan marah, yang mungkin secara tidak sengaja diarahkan kembali kepada mereka,"

7. Orang tua pandai memanfaatkan sumber daya

Todey mengatakan bahwa orang tua yang sukses mendidik anaknya hingga berani beranggapan biasanya tahu gimana memanfaatkan sumber daya sekolah dan organisasi untuk menantang daya anak. Mereka mencari akomodasi yang dapat mendukung potensi anaknya yang vokal.

"Mereka menyediakan wadah seperti olahraga, debat, teater, dan peran kepemimpinan, di mana kepribadian yang kuat dapat berkembang secara konstruktif," ungkapnya.

Itulah ciri-ciri orang tua yang sukses membesarkan anak berani beranggapan menurut psikolog. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Selengkapnya