Sejarah baru tercipta di Piala Dunia 2026, Bunda. Untuk pertama kalinya dalam sebuah pertandingan sepak bola laki-laki dipimpin oleh tiga wasit yang seluruh anggotanya perempuan.
Mereka adalah Tori Penso, Brooke Mayo, dan Kathryn Nesbitt. Trio wasit asal Amerika Serikat ini ditugaskan dalam pertandingan di babak penyisihan grup antara Republik Ceko dan Afrika Selatan, yang berjalan pada 18 Juni 2026.
Kehadiran ketiganya sukses mencuri perhatian publik. Momen berhistoris ini bukan sekadar pencapaian simbolis bagi bumi sepak bola, tapi juga bukti bahwa kompetensi, profesionalisme, dan kualitas kepemimpinan di lapangan tidak lagi dibatasi oleh gender.
Sebelumnya, wakil presiden senior bagian perwasitan untuk US Soccer, Kari Seitz, mengatakan bahwa dia mau menunjukkan pada bumi tentang kehebatan wasit wanita di lapangan hijau. Seitz apalagi menganggap perihal ini sebagai misi hidupnya, Bunda.
"Sudah menjadi misi hidup saya untuk membuktikan bahwa wanita bisa melakukan apa saja. Kamu menunjukkan kepada bumi apa yang mungkin," katanya, dilansir USA Today.
Mimpi yang menjadi kenyataan
Tori Penso begitu bangga bisa terpilih menjadi wasit di gelaran Piala Dunia 2026. Ia percaya bahwa wanita mempunyai keahlian yang sama dengan laki-laki, terutama dalam memimpin jalannya pertandingan sepak bola.
"Para pejabat wanita mempunyai kemampuan, baik secara fisik, mental, maupun teknis," kata Penso kepada Treasure Coast Newspapers, dikutip dari The Washington Post.
"Saya bangga dengan apa yang telah kami capai sejauh ini. Masih banyak yang kudu kami lakukan," sambungnya.
Sebelum pertandingan di Piala Dunia ini, Tori Penso, Brooke Mayo, dan Kathryn Nesbitt sudah pernah memimpin pertandingan di kejuaraan internasional. Nesbitt merupakan salah satu dari enam wanita yang terpilih untuk menjadi wasit Piala Dunia 2022 di Qatar. Sementara Penso dan Mayo melakukan debut Piala Dunia laki-laki mereka di tahun ini.
Ketiganya diketahui terpilih untuk menjadi wasit di Olimpiade 2024 dan telah menjadi personil panel wasit FIFA selama bertahun-tahun. Ketiganya juga telah bekerja sama beberapa kali, ialah saat di final Piala Dunia Wanita 2023, Piala Dunia Antarklub 2023, dan Liga Bangsa-Bangsa Concacaf 2024.
"Ini adalah mimpi yang mustahil bagi saya, dan hanya dengan menyaksikan wanita di kegiatan ini sekarang membikin perihal ini menjadi nyata bagi semua perempuan," kata Nesbitt tahun 2022.
"Baik itu dalam perwasitan, baik itu dalam olahraga yang berbeda, dan dalam sesuatu yang sama sekali berbeda, terkadang hanya dengan memandang visual seperti itu dapat membikin sesuatu menjadi nyata. Jika saya bisa memainkan peran mini sekalipun dalam perihal itu, maka itu sangat keren."
Dalam pertandingan 18 Juni 2026, Tori Penso Penso bekerja sebagai wasit utama, sedangkan Brooke Mayo dan Kathryn Nesbitt sebagai asisten wasit yang bekerja di pinggir lapangan.
"Meskipun saya menganggap kami hanya trio biasa yang telah mendapatkan tempat di Piala Dunia FIFA, saya tahu kami mewakili sesuatu yang lebih besar dari diri kami sendiri," kata Mayo kepada Yahoo Sports, belum lama ini.
"Tidak ada aspek pembatas bagi Anda untuk mencapai angan selama Anda bersedia berkorban, bekerja keras, dan memanfaatkan kesempatan ketika kesempatan itu datang."
Perjalanan pekerjaan sepak bola ketiga wasit perempuan
Ketika wasit yang memimpin jalannya pertandingan di Piala Dunia 2026 ini memang sudah lama menyukai olahraga sepak bola, Bunda. Tori Penso mempunyai pekerjaan panjang di bagian pemasaran, sembari tetap terlibat dalam sepak bola sebagai wasit paruh waktu.
Pada 2017, wanita 39 tahun ini menjadikan wasit sebagai pekerjaan penuh waktunya. Di tahun 2020, dia menjadi wanita pertama yang memimpin pertandingan musim reguler MLS sejak tahun 2000.
Berbeda dengan Penso, Kathryn Nesbitt menempuh jalur yang tidak biasa untuk mencapai tahap ini. Ia meraih gelar PhD di bagian kimia dari Universitas Pittsburgh pada tahun 2015.
Setelah dua tahun melakukan penelitian pascadoktoral, wanita 37 tahun ini menghabiskan dua tahun sebagai guru besar di Universitas Towson. Namun pada tahun 2019, Nesbitt mengundurkan diri untuk mengejar pekerjaan sebagai wasit.
Sementara itu, Brooke Mayo yang berumur 37 tahun, diketahui pernah bekerja sebagai pendidik dan pembimbing di sekolah negeri. Sebelum Piala Dunia Wanita 2023, dia memilih untuk konsentrasi pada pekerjaan wasit penuh waktu.
Namun, Mayo beriktikad untuk kembali ke bumi pendidikan sebagai pembimbing olahraga sekolah menengah di Colorado pada musim gugur. Ia lampau dinobatkan sebagai wasit wanita terbaik tahun 2025 jenis sepak bola AS pada bulan Januari.
Demikian kisah tiga wasit wanita yang memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026. Semoga kisahnya bisa menjadi inspirasi ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·