Jakarta -
Apakah Bunda bisa mengandung tanpa berasosiasi intim? Sebuah klaim mengejutkan muncul dari seorang gadis remaja yang mengandung tanpa berasosiasi intim secara vaginal. Ini tentu memicu perdebatan di media sosial dan membikin orang mempertanyakan, apakah itu mungkin terjadi?
Sebagian besar kehamilan terjadi melalui hubungan intim alias support medis seperti IVF. Jadi, krusial untuk memahami kebenaran ini agar tidak terjebak mitos yang bisa bikin resah sendiri.
Apakah bisa mengandung tanpa berasosiasi intim?
Secar medis, mengandung tanpa hubungan seksual penetratif bisa saja terjadi. Namun, para mahir mengatakan itu sangat jarang terjadi. Dr. Tripti Raheja, Direktur Obstetri dan Ginekologi di CK Birla Hospita, Delhi, menjelaskan bahwa untuk membuahi sel telur maka sperma perlu mencapai saluran vagina.
Ini dapat terjadi jika air mani alias cairan pra-ejakulasi bergesekan dengan vulva selama kegiatan seperti menggosok perangkat kelamin, apalagi tanpa hubungan seksual. Dr. Barry Aron, master ahli kebidanan/ginekologi bersertifikasi ABMS, mengatakan bahwa setelah sel telur dibuahi, dia kudu bergerak dan menempel pada lapisan rahim.
Berhubungan seks penetrasi membantu mengantarkan ejakulasi sedekat mungkin ke serviks sehingga jutaan sperma dapat melakukan perjalanan menuju pembuahan.
"Hanya ada satu kendala, sel telur tidak dapat dibuahi sampai dilepaskan dari ovarium. Ini biasanya terjadi sekali sebulan, sekitar 14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya, selama ovulasi," kata Aron dilansir dari Healthline.
Menurut Aron, mengandung tanpa hubungan seksual vaginal itu mungkin terjadi meski terlihat tidak mungkin. Namun, ketika pasangan melakukan hubungan bentuk yang melibatkan rahim dan ovarium dan pasangan yang memproduksi sperma, perihal itu mungkin terjadi.
Dalam beberapa kasus, sperma juga dapat ditransfer melalui jari, mainan seks, alias kontak yang tidak disengaja, dan jika masuk ke vagina, sperma dapat menuju ke tuba fallopi dan menyebabkan pembuahan, terutama selama masa subur.
Pengakuan remaja mengandung tanpa hubungan intim
Melansir Indiatoday, meskipun kemungkinan kehamilan itu rendah, namun bukan nol. Inilah kenapa para mahir menekankan pentingnya mempraktikkan keintiman yang kondusif dan memahami siklus ovulasi untuk mengurangi akibat kehamilan yang tidak diinginkan. Bahkan dalam skenario non-penetrasi.
Dokter kandungan Dr. Ankita Shahasane berbincang tentang kasus seperti itu, mengutip literatur medis dan laporan langka yang diterbitkan di jurnal-jurnal terkemuka. Menurut klaim tersebut, seorang gadis berumur 15 tahun dibawa ke rumah sakit dengan sakit perut yang parah.
Berdasarkan laporan rupanya remaja tersebut sedang dalam persalinan. Yang membikin situasi ini tidak biasa adalah gadis itu tidak mempunyai lubang vagina, suatu kondisi bawaan yang langka.
Meskipun demikian, dia mempunyai rahim, ovarium, dan tuba fallopi. Dokter melakukan operasi caesar, dan dia melahirkan bayi yang sehat.
Penjelasan kasus di atas mungkin terdengar mengejutkan. Namun, para mahir menekankan perlunya memisahkan proses biologis umum dari kejadian medis yang sangat langka, dan untuk mengandalkan pemahaman ilmiah daripada spekulasi.
Menurut laporan kasus tersebut, yang membikin master bingung gimana kehamilan terjadi tanpa hubungan seksual alias teknik reproduksi berbantuan seperti IVF alias IUI?
Penjelasan yang dibagikan dalam obrolan viral tersebut mengarah pada serangkaian peristiwa yang sangat tidak biasa.
Beberapa bulan sebelum persalinan, gadis itu mengalami cedera perut selama perkelahian menggunakan pisau. Sekitar waktu yang sama, dia dilaporkan melakukan seks oral.
Menurut teori tersebut, sperma mungkin telah memasuki sistem pencernaan, memperkuat hidup dalam kondisi langka, dan kemudian bergerak melalui luka internal ke dalam rongga perut.
Dari sana, diklaim, sperma mencapai organ reproduksi, membuahi sel telur, dan menyebabkan kehamilan.
Hal ini telah digambarkan sebagai jalur konsepsi nongenital yang disebabkan trauma.
Jalur yang dijelaskan dalam kasus ini bukanlah jalur konsepsi yang normal alias diakui. Beberapa argumen yang perlu diperhatikan
- Lambung mengandung masam kuat yang biasanya menghancurkan sperma.
- Sistem pencernaan dan reproduksi tidak terhubung secara langsung.
- Bahkan dengan cedera, sperma tetap memperkuat hidup dan bergerak.
- Kemungkinan terjadinya kehamilan pada organ reproduksi sangat kecil.
Para ahli, termasuk Dr Shahasane, menekankan bahwa meskipun skenario seperti itu secara teoritis dapat dibahas dalam laporan kasus yang jarang terjadi, perihal itu bukanlah sesuatu yang terjadi dalam keadaan normal.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·