Career Lily Pad, Tren Berpindah Tempat Kerja Yang Populer Di Kalangan Gen Z

Apr 22, 2026 08:40 PM - 2 jam yang lalu 47

Jika Bunda punya rekan kerja Gen Z, mungkin pernah mendengar tren career lily pad, di mana mereka sering beranjak kerja demi bisa sukses. Mari pahami mengenai tren career lily pad yuk, Bunda.

Generasi Z alias Gen Z mulai mengubah langkah pandang terhadap kesuksesan pekerjaan dan pengaruhnya sudah terasa nyata dalam bumi kerja pada 2025. Dibandingkan menjadikan pekerjaan sebagai pusat identitas, banyak anak muda sekarang memandang pekerjaan hanya sebagai sarana untuk mencapai stabilitas finansial.

Fenomena ini melahirkan tren baru yang dikenal sebagai career lily pad, ialah pola beranjak kerja secara strategis demi mengumpulkan pengalaman dan keahlian lebih luas. Perubahan ini juga didorong oleh konsep career minimalism, di mana Gen Z tidak lagi terobsesi mengejar kedudukan tinggi tanpa hadiah yang sepadan.

Laporan dari Glassdoor menyebut bahwa 68 persen Gen Z enggan mengambil posisi manajerial jika tidak disertai penghasilan lebih tinggi alias prestige yang jelas. Jadi, ambisi mereka tetap ada, namun bentuknya sekarang lebih selektif dan realistis.

Mengutip Forbes, berikut info selengkapnya mengenai tren career lily pad.

Tren career lily pad di bumi kerja

Selama puluhan tahun, kesuksesan identik dengan menaiki tangga pekerjaan secara linear, seperti loyal pada satu perusahaan, naik kedudukan secara bertahap, dan membangun masa depan dari satu tempat kerja. Namun model ini mulai ditinggalkan.

Gen Z lebih memilih jalur yang elastis dengan beranjak lintas posisi, divisi, apalagi industri. Konsep career lily pad menggambarkan perpindahan tersebut seperti katak yang melompat dari satu daun ke daun lain.

Setiap lompatan bukan sekadar pindah kerja, melainkan langkah strategis untuk memperkaya pengalaman. Bagi Gen Z, nilai pekerjaan tidak lagi diukur dari kedudukan semata, tapi dari keahlian beradaptasi dan keberagaman keterampilan.

Respon terhadap ketidakpastian ekonomi

Bagi sebagian perusahaan, tren ini terlihat mengganggu stabilitas. Namun bagi Gen Z, langkah tersebut justru merupakan respon logis terhadap kondisi pasar kerja dan ekonomi yang semakin tidak pasti.

Perkembangan teknologi seperti otomatisasi dan kepintaran buatan membikin banyak pekerja mempertanyakan keamanan pekerjaan mereka. Data menunjukkan sekitar 70 persen Gen Z merasa kehadiran AI memengaruhi rasa kondusif dalam bekerja.

Hal ini mendorong mereka mencari jalur pekerjaan yang lebih tahan terhadap disrupsi. Dengan terus beranjak dan belajar perihal baru, mereka merasa lebih siap menghadapi perubahan yang cepat.

Tidak anti jabatan, tapi lebih selektif

Meski sering dianggap enggan menjadi pemimpin, faktanya Gen Z tetap memasuki posisi manajerial dengan tingkat yang nyaris sama seperti generasi sebelumnya. Saat ini, sekitar 10 persen posisi manajer diisi oleh Gen Z.

Perbedaannya terletak pada langkah mereka memandang kedudukan tersebut. Bagi Gen Z, posisi manajerial bukan tujuan akhir, melainkan salah satu langkah dalam perjalanan karier. Mereka mengharapkan faedah yang jelas, seperti peningkatan gaji, fleksibilitas, dan keseimbangan hidup.

Generasi side hustle

Salah satu karakter unik Gen Z adalah tingginya keterlibatan dalam side hustle alias pekerjaan sampingan. Survei dari Deloitte menunjukkan 70 persen Gen Z rutin mengembangkan keahlian baru setiap minggu, apalagi 67 persen melakukannya di luar jam kerja.

Tak hanya itu, informasi dari Harris Poll mengungkapkan 57 persen Gen Z mempunyai pekerjaan sampingan, nomor yang lebih tinggi dibanding generasi lain. Bagi mereka, side hustle bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan bagian dari identitas profesional.

Fenomena ini juga dipengaruhi pengalaman memandang generasi sebelumnya mengalami kelelahan kerja (burnout) dan ketidakstabilan ekonomi. Untuk itu, Gen Z berupaya tidak menggantungkan diri pada satu sumber penghasilan saja.

Gaya kepemimpinan berbeda

Ketika Gen Z berada di posisi manajerial, mereka membawa pendekatan yang lebih fleksibel. Mereka condong meninggalkan style kepemimpinan kaku dan micromanagement lampau menggantinya dengan kerjasama dan keseimbangan hidup.

Sebanyak 31 persen pekerja apalagi memperkirakan bahwa elastisitas jam kerja bakal menjadi untung utama jika dipimpin oleh Gen Z. Bagi generasi ini, work-life balance bukan lagi bonus, melainkan standar dasar dalam bumi kerja.

Strategi mengangkat tren career lily pad

Pendekatan career lily pad sebenarnya tidak hanya relevan bagi Gen Z. Generasi lain pun mulai mengadopsinya, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi.

Ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan strategi ini. Apa saja langkah yang dimaksud? Simak tipsnya, Bunda.

1. Tentukan prioritas karier

Kesuksesan tidak kudu selalu diukur dari penghasilan alias jabatan, tapi juga bisa dari kreativitas. Bagi Gen Z, kesuksesan berkarier juga bisa diukur berasas akibat sosialnya alias keseimbangan hidup. 

2. Mendapatkan pengalaman baru

Jadi, Gen Z tidak hanya konsentrasi pada kesuksesan secara finansial tapi juga mempunyai pengalaman baru dalam bumi kerja. Pertimbangkan perpindahan lateral yang memberikan pengalaman baru, bukan hanya promosi vertikal.

3. Meningkatkan keterampilan

Fokus pada pengembangan keahlian di setiap pekerjaan. Jika suatu posisi sudah tidak memberikan ruang belajar, mungkin itu saatnya mencari kesempatan baru. Namun krusial juga untuk memahami kapan kudu bertahan, terutama jika kesempatan berkembang tetap tersedia di tempat kerja saat ini.

4. Punya pekerjaan sampingan

Selain itu, membangun beragam sumber penghasilan melalui proyek sampingan alias pekerjaan lepas juga menjadi langkah strategis. Cara ini tidak hanya meningkatkan keamanan finansial, tapi juga membuka kesempatan pekerjaan baru di masa depan.

Tren career lily pad memperlihatkan bahwa perubahan dalam bumi kerja bukan sekadar kejadian sementara, melainkan pergeseran mendasar. Gen Z tidak meninggalkan ambisi, tapi mendefinisikannya ulang sesuai dengan realitas zaman.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya