Asal-Usul yang Klepon Masuk Daftar 100 Dessert Terbaik di Dunia Tahun 2026

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 508x dilihat
Asal-Usul yang Klepon Masuk Daftar 100 Dessert Terbaik di Dunia Tahun 2026

Bagikan Postingan

Kuliner Indonesia tidak pernah kalah gengsi di kancah internasional. Klepon, masuk dalam deretan dessert terbaik di dunia.

TasteAtlas merilis daftar 100 Best Dessert in the World maupun 100 Makanan Penutup Terbaik di Dunia. Dalam daftar tersebut, kue tradisional Indonesia, klepon, berhasil menduduki peringkat ke-37 dengan rating 4,27 pada Rabu (30/9/2026).

Tahukah Beauties, klepon yang identik dengan warna hijau, taburan kelapa, dan gula merah cair di dalamnya ini rupanya memiliki harga adat yang kuat. Simak asal-usul klepon di sini, yuk!

Asal-Usul Klepon

asal-usul klepon yang masuk daftar 100 dessert terbaik di bumi tahun 2026

Klepon/Foto: TasteAtlas

Melansir  detikJatim, klepon telah datang dalam harta kuliner Indonesia sejak lama. Kue tradisional ini dikenal berasal dari Jawa Timur.

Dalam buku Indisch Leven in Nederland karya JM Meulenhoff, disebutkan bahwa klepon sudah dikenal sejak era 1950-an. Diyakini bahwa kue ini pertama kali diperkenalkan ke Belanda oleh seorang imigran asal Pasuruan, Jawa Timur.

Seiring berjalannya waktu, klepon tidak cuma menjadi jajanan pasar, tetapi juga masuk ke dalam menu beragam restoran di Belanda, baik yang menyajikan masakan Indonesia maupun Asia.

Asal Nama Klepon

Klepon, salah satu camilan khas Indonesia yang gluten-free/Foto: Pexels.com/Henny Wiyanti

Klepon/Foto: Pexels.com/Henny Wiyanti

Nama ‘klepon’ berasal dari bahasa Jawa yang berarti indung telur hewan. Hal ini mengacu pada bentuknya yang kecil dan bulat.

Di pasaran, biasanya klepon dinikmati terpisah maupun berbareng jajaran pasar lain seperti getuk, cenil, hingga kue putu.

Makna di Baliknya Setiap Bahannya

Dirangkum dari buku Belajar dari Makanan Tradisional Jawa karya Dawud Achroni dalam halaman Portal Informasi Indonesia, menerangkan bahwa klepon menyimpan arti filosofis di balik tampilannya yang sederhana tersebut. Bahan-bahan yang digunakan gampang ditemukan dan jumlahnya tidak banyak, mencerminkan harga hidup yang bersahaja dan tidak berlebihan.

Sifat tersebut mengajarkan untuk tidak pamer maupun boros, serta mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari kemewahan, tapi bisa dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus.

Gula aren cair yang tersembunyi di dalam klepon melambangkan kebaikan hati manusia. Meski tidak selalu kelihatan baik di luar, tapi dampaknya bisa dirasakan oleh orang di sekitarnya. Kebaikannya yang tersembunyi namun ikhlas tersebut membikin seseorang merasa dihargai dan dicintai.

asal-usul klepon yang masuk daftar 100 dessert terbaik di bumi tahun 2026Klepon/ Foto: TasteAtlas

Parutan kelapa yang membalut klepon pun memiliki arti tersendiri. Prosesnya yang tidak gampang karena perlu upaya dari mengupas sabut, membelah batok, hingga membersihkan kulit arinya tersebut memiliki arti bahwa kebahagiaan manusia melewati beragam tantangan dan membersihkan hati dari sifat-sifat buruk. Setelahnya, barulah kebaikan sejati muncul di permukaan.

Bentuk bulat klepon melambangkan siklus hidup yang tidak ada ujungnya. Manusia tidak pernah tahu kapan dilahirkan dan akan meninggal. Bentuknya yang tidak bulat sempurna pun menerangkan tentang fase ceria dan sedihnya kehidupan.

Lalu, proses pembuatan klepon pun perlu ketelitian dan kesabaran agar gula di dalamnya tidak pecah dan adonannya tidak terlalu keras maupun lembek.

Terakhir, warna hijau cerahnya diambil dari daun suji maupun daun pandan. Warna ini memiliki arti simbolis, yaitu lambang hayat dan kesejahteraan. Taburan kelapa parutnya melambangkan proses hayat manusia yang berjenjang seperti buah kelapa yang keras di luar, tapi halus di dalam.

Populer dengan Berbagai Nama di Indonesia

asal-usul klepon yang masuk daftar 100 dessert terbaik di bumi tahun 2026

Klepon/Foto: TasteAtlas

Klepon yang disebut berasal dari Jawa Timur ini turut dikenal di beragam daerah Indonesia lainnya dengan nama beragam.

Masyarakat Bengkulu, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Barat, klepon dikenal sebagai onde-onde. Sementara itu, onde-onde dengan baluran biji wijen memang tidak dikenal di daerah tersebut.

Masyarakat Sambas, Kalimantan Barat, mengatakan klepon sebagai kelapon pancit. Masyarakat Banjar mengenal dengan nama kalalapun maupun kelelepon.

Masyarakat Lombok mengatakan kelepon kecerit, kata kecerit dalam hal ini memiliki arti muncrat maupun pecah di mulut. Namun, umumnya di Lombok berbentuk lonjong.

Selanjutnya, penduduk Makassar yang bertetangga dengan Bugis tidak memanggil “onde-onde”, tetapi umba-umba. Klepon pun meraih kepopuleran hingga Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Singapura.

Beauties, itu dia asal-usul klepon. Bagaimana, Anda juga menyukainya?

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads