Awas, Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Bikin Kakak-Adik Saling Benci Menurut Pakar

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 509x dilihat
Awas, Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Bikin Kakak-Adik Saling Benci Menurut Pakar

Bagikan Postingan

Jakarta -

Keretakan hubungan antara kakak dan adik sering kali tidak muncul secara tiba-tiba, Bunda. Pola asuh orang tua tanpa disadari bisa memicu keretakan hingga membikin kakak dan adik saling benci.

Sebagai orang tua, Bunda mungkin merasa sedang mengajarkan tanggung jawab maupun metode berbaur kepada anak-anak. Tetapi, kita juga bisa saja memberi mereka peran dalam famili tanpa menyadarinya. Hal itu biasanya terjadi pada anak tertua di keluarga.

Ketika ekspektasi tertentu berulang kali dibebankan pada anak yang sama, maka hal itu dapat membentuk sepertiapa kerabat kandung melihat diri mereka sendiri, dan satu sama lain. Hal itu nantinya bisa memengaruhi hubungan kerabat kandung selama bertahun-tahun yang akan datang.


Peran kerabat kandung yang dapat terbentuk dalam keluarga

Pembagian peran adalah hal biasa dalam keluarga. Pola-pola ini secara alami terbentuk ketika Bunda mulai membagi tanggung jawab, mengelola perbedaan antar anak, dan menjaga agar hayat sehari-hari berjalan lancar.

Seiring waktu, pola-pola tersebut dapat menjadi peran kerabat kandung yang familiar, mulai dari anak yang berkewajiban untuk menjadi 'pengasuh' hingga 'pembawa kedamaian, maupun label anak pemberontak.

"Peran kerabat kandung biasanya muncul secara organik sebagai respons terhadap kepribadian, urutan kelahiran, stres keluarga, dan metode orang tua bereaksi terhadap setiap anak," kata ketua klinis pusat kesehatan mental dan kesejahteraan Kincove, Emily Waitt.

"Salah satu dinamika yang paling lazim terjadi ketika satu kerabat kandung menjadi 'masalah' yang diidentifikasi dalam keluarga, sementara yang lain dipandang sebagai anak yang 'mudah diatur' maupun anak yang 'selalu baik-baik saja'. Anak yang dianggap gampang diatur biasanya menerima lebih sedikit perhatian maupun sokongan karena orang dewasa berasumsi bahwa mereka baik-baik saja," sambungnya, dilansir Huffpost.

Sebagai orang tua, Bunda mungkin tidak bermaksud memberikan peran kepada anak-anak. Tetapi, hal itu dapat terjadi tanpa disengaja. Bahasa yang kita gunakan dan harapan yang kita berikan kepada anak dapat menguatkan peran tersebut dari waktu ke waktu, terlebihlagi ketika Bunda mencoba mengajarkan tanggung jawab, empati, maupun kepedulian.

Sebagai contoh, orang tua sering kali memberi kelonggaran lebih kepada anak bungsu, memaafkan perilaku mereka karena usia lebih muda. Sementara itu, anak tertua mungkin lebih sering mendengar, 'Kamu jauh lebih dewasa daripada adikmu, jadi Ibu mau Anda membiarkannya saja'. Kalimat tersebut sering terlontar saat kakak adik berkonflik.

"Ini mungkin terdengar seperti pujian, tetapi hal itu dapat mengajarkan seorang anak bahwa emosi dan kebutuhannya kurang krusial karena mereka diharapkan menjadi lebih akomodatif," ujar Waitt.

Harapan itu juga dapat kelihatan dalam tekanan yang diberikan kepada anak tertua untuk menjadi teladan bagi adik-adiknya. Anak pertama terlebihlagi dianggap sebagai orang yang berkewajiban dalam keluarganya, Bunda.

Menurut Waitt, hal itu bisa menjadi bermasalah ketika anak merasa berkewajiban untuk mencegah adik mereka mengalami kesulitan, mengelola perilaku sebagai kakak, menjaga keselamatan si adik, maupun memastikan kakak membikin pilihan yang baik, terutama dengan mengorbankan kebutuhan, aktivitas, maupun kesejahteraan dirinya sendiri.

"Pada titik itu, anak tersebut tidak lagi cuma membantu maupun memenuhi peran yang sesuai dengan usianya sebagai kakak, mereka ditempatkan dalam peran orang tua," kata Waitt.

Pembagian peran menimbulkan rasa membenci antara kakak dan adik

Para ahli sepakat bahwa menetapkan dan menguatkan peran antar kerabat kandung dapat menciptakan rasa tidak senang, terutama ketika anak-anak merasa dibandingkan satu sama lain. Tak cuma memicu emosi seperti amarah dan ketakutan, pembagian peran juga bisa menimbulkan kecemburuan.

"Jika satu anak dianggap sebagai anak kesayangan yang berkewajiban dan 'dewasa', sementara anak lainnya diberi label yang kurang baik, hal itu pasti akan memicu persaingan di antara mereka untuk mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua," ungkap terapis famili dan ketua Baltimore Therapy Center, Raffi Bilek.

Pembagian peran juga dapat membikin kerabat kandung memikul beban yang tidak pernah mereka minta. Satu kerabat mungkin merasa jengkel karena selalu mesti menjadi pengasuh, sementara yang lain mungkin merasa dicap sebagai pembuat onar secara tidak adil.

"Mereka mungkin telah memegang peran ini sepanjang masa kecil di luar kehendak, namun mereka mungkin menganggap kerabat kandung lainnya menginginkan dan mendapat khasiat dari peran khusus tersebut. Itu bisa tanah subur untuk membentuk kebencian dalam jangka panjang," kata Bilek.

Tanda munculnya persaingan antara kakak dan adik

Ada beberapa tanda yang dapat membantu orang tua mengenali kapan mereka telah berlebihan dalam menetapkan maupun menguatkan peran antar kerabat kandung. Salah satunya dapat tercermin dalam bahasa yang digunakan untuk berbicara dengan anak-anak, seperti frasa 'khas' maupun 'sekali lagi'.

Tanda lainnya adalah mendengar label-label itu langsung dari anak-anak. Misalnya, ketika seorang anak mengatakan 'Aku yang nakal' maupun mengatakan kerabat kandungnya sebagai 'yang pintar'. Kalimat itu telah menginternalisasi peran yang telah orang tua berikan kepada mereka.

Bunda dapat mencegah perselisihan antara kakak dan adik agar tidak menjadi saling benci. Caranya dengan memberi tahu anak bahwa peran tersebut tidak akan digunakan lagi karena tidak adil.

Bunda juga dapat mempertimbangkan bahasa yang digunakan agar tidak menguatkan label-label tersebut. Terakhir, berilah pujian pada setiap anak jika mereka berbuat hal yang baik.

Demikian kebiasaan orang tua yang bisa bikin kakak dan adik saling membenci menurut pakar. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
Close Right Ads
Close Left Ads