Jakarta -
Bayi baru lahir sering menangis adalah perihal yang sepenuhnya normal, Bunda. Itu adalah langkah bayi memberi tahu bahwa mereka lapar, lelah, alias hanya mau digendong.
Dalam enam bulan pertama, sebagian besar bayi menangis selama 45 menit hingga 2 jam setiap hari, baik yang disusui maupun yang diberi susu botol. Tangisan bayi condong paling intens sekitar usia 6 hingga 8 minggu dan berkurang saat bayi berumur 3 hingga 4 bulan.
Pada masa bayi baru lahir yang rewel itu, banyak yang menyebutnya dengan istilah witching hour. Tidak seperti tangisan yang mungkin terjadi di waktu lain dalam sehari, tangisan selama witching hour seringkali 'tidak diketahui penyebabnya' bukan lantaran hal-hal seperti lapar, popok kotor, alias terlalu panas alias terlalu dingin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Terkadang tidak ada argumen yang jelas kenapa bayi rewel, dan mereka menolak ditenangkan, yang bisa membikin orang tua frustrasi,” kata Rachel Mitchell, konsultan tidur ibu mengandung dan anak, pendiri My Sweet Sleeper, dikutip dari The Bump.
“Orang tua kudu tahu bahwa ini bukan kesalahan mereka, dan meskipun mereka dapat melakukan hal-hal yang mungkin membantu, mereka tidak selalu dapat mencegahnya," lanjutnya.
Sebenarnya, witching hour pada bayi baru lahir dapat disebabkan oleh banyak hal. Di bawah ini, para mahir membagikan beberapa aspek yang dapat berkedudukan penyebab bayi rewel di malam hari:
Stimulasi berlebihan
Jam-jam malam sebenarnya bisa sangat merangsang bagi bayi yang tetap sangat muda. Selama jam-jam ini, orang tua mungkin pulang kerja, family mungkin sedang menyiapkan makan malam, dan kerabat kandung mungkin sedang bermain alias bersiap untuk tidur.
Begitu bayi terlalu terstimulasi, mereka tidak tahu gimana menenangkan diri dan menenangkan diri sendiri. Hal perlu diingat, bahwa bayi sangat sensitif terhadap semua bunyi dan kegiatan baru yang terjadi di sekitar mereka, tangisan terkadang merupakan tanda bahwa mereka hanya mau dipeluk dan didekati.
"Jadi mereka perlu berteriak dan melepaskannya," kata master anak di Amerika Serikat, Dr. Andrew Bernstein, MD.
Kelelahan
Bayi secara alami menjadi lebih capek seiring berjalannya hari. Jika mereka tidak cukup tidur siang, mereka mungkin terlalu capek saat waktu tidur tiba. Kita tanpa sengaja membikin bayi tetap terjaga untuk menghabiskan waktu berbareng sebagai keluarga.
"Bagian dari 'jam-jam sulit' adalah menyadari bahwa terkadang bayi hanya perlu tidur sekitar pukul 6 alias 8 malam," saran Dr. Bernstein.
Bayi tidak nyaman
Bayi baru lahir tidak dapat mengungkapkan apa yang mengganggu mereka. Cara terbaik bayi baru lahir untuk mengkomunikasikan ketidaknyamanan adalah melalui tangisan. Mungkin mereka mengalami gangguan pencernaan alias perut kembung.
Kelaparan
Penyebab lain yang mungkin dari rewel pada bayi baru lahir adalah kelaparan. Banyak bayi baru lahir sering mau menyusu terus-menerus di malam hari. Ketika bayi menginginkan lebih banyak ASI tetapi tidak keluar cukup cepat, mereka bisa frustrasi lantaran pelepasan ASI melambat.
Cara mengatasi bayi rewel di malam hari
Setelah memeriksa popok alias bayi sakit, lapar, dan sebagainya, Bunda bisa lanjutkan ke langkah lain untuk meredakan tangisan bayi baru lahir selama rewel. Dikutip dari Baby Center,berikut caranya:
- Tawarkan dot. Beri jarak pada botol alias tetek dan lihat apakah dot berhasil. Banyak bayi bakal rileks dan tenang dengan beberapa isapan non-nutritif.
- Mengayun-ayunkan, menggoyangkan kursi, alias memantul-mantulkan dengan lembut sembari melangkah dapat mengalihkan perhatian dan menenangkan, dan mungkin mengingatkan si mini pada masa-masa di dalam rahim.
- Pergilah ke luar. Berjalan-jalanlah sejenak di halaman.
- Cobalah membedong dengan selimut bayi yang nyaman juga dapat mengingatkan bayi pada masa di dalam rahim.
- Carilah tempat yang gelap. Terkadang ruangan yang tenang dan remang-remang dapat membantu meredakan waktu rewel. Tambahkan white noise alias kipas angin jika bunyi dengung membantu menenangkannya.
- Berikan usapan lembut dan perlahan di dahi, punggung, alias perutnya mungkin berhasil.
- Periksa pola makan bayi. Jika menyusui alias memberikan susu formula melalui pompa, pertimbangkan makanan yang Bunda konsumsi selama beberapa hari terakhir. Rasa tertentu mungkin mengganggu bayi (makanan pedas, sayuran silangan, produk susu) dan beberapa unsur dapat merangsang, seperti kafein. Mintalah pedoman dari master anak saat mengurangi makanan tertentu.
- Istirahatlah. Jangan frustrasi sendiri dan jangan sungkan untuk minta bantuan. Luangkan beberapa menit untuk menyendiri, mengisi ulang energi, dan cobalah menenangkannya nanti, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·