Suami Minum Asi Istri Hingga Dicampur Ke Kopi, Amankah Menurut Ahli?

Jul 18, 2026 09:10 PM - 8 jam yang lalu 384

Jakarta -

Suami minum ASI istri ramai diperbincangkan setelah sejumlah publik figur membagikan pengalaman mencapurkan ASI ke dalam kopi. Ini membikin banyak orang bertanya-tanya, apa kebiasaan tersebut kondusif dan apakah manfaatnya untuk laki-laki dewasa?

Menurut para ahli, ASI menjadi makanan terbaik untuk bayi lantaran kandungan nutrisinya, antibodi, serta komponen krusial yang mendukung tumbuh kembang anak. Namun, faedah tersebut belum terbukti dirasakan laki-laki dewasa.

Suami minum ASI istri, amankah?

Pria mungkin ragu tentang keamanan praktik minum ASI istri. Umumnya, suami minum ASI istri tidak membahayakan selama ASI tersebut berasal dari pasangan sendiri yang sehat. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi ASI memberikan faedah kesehatan untuk orang dewasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut konselor laktasi dr Ratih Ayu Wulandari IBCLC, suami alias apalagi kita sendiri sebenarnya kondusif saja meminum ASI. Bahkan dr Ratih menyarankan ibu-ibu untuk mencicipi ASI-nya sendiri agar tahu rasa ASI seperti apa.

Hal senada disampaikan juga ahli laktasi sekaligus Registered Nurse, Dawn Cedrone. Ia mengatakan bahwa ASI kondusif dikonsumsi pasangan selama ibu dalam kondisi sehat dan tidak mempunyai penyakit yang dapat menular melalui ASI, seperti HIV.

"Selama Anda sehat (dan bebas HIV), tidak ada yang rawan dalam ASI Anda. Bagaimanapun juga, ASI memang dibuat untuk dikonsumsi manusia," ujar Cedrone, dikutip dari The Bump.

Virus imunodefisiensi manusia (HIV) dan beberapa penyakit jangkitan tertentu memang dapat ditularkan melalui ASI. Karena itu, krusial memastikan ASI berasal dari ibu yang sehat dan tidak mempunyai kondisi medis yang berisiko menularkan penyakit

Apakah orang dewasa mendapat faedah dari minum ASI?

Banyak orang beranggapan ASI merupakan superfood sehingga dianggap berfaedah untuk semua usia. Bahkan beberapa orang dewasa di Amerika Serikat ada yang sengaja mengonsumsi ASI dalam jumlah cukup banyak untuk membantu membentuk otot tubuhnya. 

Tapi dikutip dari detikHealth, dr Phaidon L Toruan bilang klaim bahwa ASI bisa menjadi sumber daya dan protein untuk binaragawan dianggap 'abal-abal' namalain tidak ada dasarnya.

Melansir Parents, hingga sekarang belum ada penelitian yang membuktikan konsumsi ASI memberikan faedah kesehatan unik untuk orang dewasa. Kandungan nutrisi dan antibodi di dalam ASI memang sangat krusial untuk bayi, tetapi tidak berfaedah memberikan pengaruh yang sama pada tubuh orang dewasa.

Kapan sebaiknya suami menghindari minum ASI istri?

Suami minum ASI istri umumnya aman. Namun, ada beberapa kondisi yang sebaiknya dihindari. Misalnya jika ibu sedang mengalami jangkitan yang dapat menular, terdapat luka pada puting alias payudara, mengalami sariawan (thrush), alias ibu menderita HIV maupun penyakit lain yang dapat ditularkan melalui ASI.

Selain itu, jika kehamilan istri tergolong berisiko tinggi, seperti mempunyai riwayat persalinan prematur alias komplikasi tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan master sebelum melakukan stimulasi tetek secara intens.

Pada akhirnya, suami minum ASI istri umumnya tidak rawan jika berasal dari pasangan sendiri yang sehat.

Namun, hingga sekarang belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut memberikan faedah kesehatan unik pada orang dewasa. Yang terpenting, kebutuhan nutrisi bayi tetap menjadi prioritas selama masa menyusui.

Bagaimana norma suami minum ASI istri?

Melansir detikhikmah yang mengutip buku Islam dan Kebidanan yang disusun Mokhamad Rohma Rozikin, norma dari suami meminum ASI istri adalah tidak ada akibat norma ridho'ah alias persusuan apa pun. Sebab, akibat persusuan hanya bertindak andaikan yang meminum air susu usianya maksimal 2 (dua) tahun hijriah.

Artinya, jika yang meminum air susu usianya 0-2 tahun dalam hitungan tahun hijriah, maka bertindak hukum-hukum persusuan. Tetapi, jika yang meminum air susu tersebut berumur lebih dari dua tahun, maka norma persusuan sudah tidak lagi berlaku. Syarat dari maksimal dua tahun ini didasarkan pada surah Al-Baqarah ayat 233 yang berbunyi,

وَٱلْوَٰلِدَٰتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَٰدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ ٱلرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَآرَّ وَٰلِدَةٌۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُۥ بِوَلَدِهِۦ ۚ وَعَلَى ٱلْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوٓا۟ أَوْلَٰدَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآ ءَاتَيْتُم بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Arab-Latin: Wal-wālidātu yurḍi'na aulādahunna ḥaulaini kāmilaini liman arāda ay yutimmar-raḍā'ah, wa 'alal-maulụdi lahụ rizquhunna wa kiswatuhunna bil-ma'rụf, lā tukallafu nafsun illā wus'ahā, lā tuḍārra wālidatum biwaladihā wa lā maulụdul lahụ biwaladihī wa 'alal-wāriṡi miṡlu żālik, fa in arādā fiṣālan 'an tarāḍim min-humā wa tasyāwurin fa lā junāḥa 'alaihimā, wa in arattum an tastarḍi'ū aulādakum fa lā junāḥa 'alaikum iżā sallamtum mā ātaitum bil-ma'rụf, wattaqullāha wa'lamū annallāha bimā ta'malụna baṣīr.

Artinya: "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, ialah bagi yang mau menyempurnakan penyusuan. Dan tanggungjawab ayah memberi makan dan busana kepada para ibu dengan langkah ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan lantaran anaknya dan seorang ayah lantaran anaknya, dan warispun bertanggung jawab demikian. Apabila keduanya mau menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika Anda mau anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu andaikan Anda memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah Anda kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang Anda kerjakan." (QS. Al-Baqarah: 233).

Berdasarkan penjelasan tersebut, kebanyakan ustadz beranggapan bahwa suami yang meminum ASI istrinya tidak menimbulkan hubungan mahram lantaran persusuan (radha'ah).

Sebab, norma persusuan hanya bertindak pada anak yang menyusu dalam pemisah usia yang telah ditetapkan syariat.

Sementara itu dari sisi medis, suami minum ASI istri pada dasarnya tidak terbukti memberikan faedah kesehatan unik pada laki-laki dewasa. Jika tetap dilakukan, pastikan Bunda dalam kondisi sehat dan kebutuhan ASI bayi tetap menjadi prioritas utama.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya