Jakarta -
Selama beberapa tahun terakhir, Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan masalah penurunan nomor kelahiran. Banyak pasangan menunda mempunyai anak lantaran beragam alasan, mulai dari kondisi ekonomi, kesibukan pekerjaan, hingga tantangan dalam mendapatkan kehamilan.
Namun, sebuah perubahan kebijakan kesehatan di Jepang membawa angin segar. Setelah pemerintah mulai memasukkan perawatan kesuburan ke dalam cakupan asuransi kesehatan nasional, semakin banyak pasangan yang mempunyai kesempatan untuk menjalani program kehamilan.
Dikutip dari Kyodo News, kebijakan ini mulai bertindak pada April 2022. Sebelumnya, perawatan seperti fertilisasi buatan dan bayi tabung alias in vitro fertilization (IVF) memerlukan biaya besar lantaran kudu ditanggung sendiri oleh pasangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya support asuransi, biaya perawatan menjadi lebih terjangkau sehingga pasangan yang sebelumnya kesulitan secara finansial dapat mencoba mendapatkan support medis untuk mempunyai anak.
Mengapa perawatan kesuburan bisa membantu meningkatkan kehamilan?
Tidak semua pasangan bisa langsung mendapatkan kehamilan secara alami. Beberapa mengalami gangguan kesuburan yang dapat disebabkan oleh beragam faktor, seperti usia, gangguan ovulasi, kualitas sperma, alias masalah pada organ reproduksi.
Teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology/ART) datang untuk membantu pasangan yang mempunyai hambatan tersebut. Melalui program seperti IVF, master dapat membantu mempertemukan sel telur dan sperma di luar tubuh sebelum embrio ditanamkan kembali ke rahim.
Sebelum ada support asuransi, banyak pasangan kudu berpikir panjang lantaran biaya perawatan yang tinggi. Dengan adanya kebijakan baru, akses terhadap jasa ini menjadi lebih luas.
Kehamilan dari program kesuburan mengalami peningkatan
Setelah perawatan kesuburan masuk dalam sistem asuransi, Jepang memandang peningkatan penggunaan teknologi reproduksi berbantu. Studi nasional di Jepang menemukan peningkatan jumlah pasien yang menjalani jasa kesuburan, terutama pada golongan usia 25–34 tahun yang meningkat hingga sekitar 22,9 persen. Hal ini menunjukkan bahwa ketika biaya diturunkan melalui asuransi, lebih banyak pasangan akhirnya berani memulai alias melanjutkan program kehamilan.
Selain itu, informasi menunjukkan jumlah kehamilan yang berasal dari program ART meningkat setelah kebijakan tersebut diterapkan. Pada 2023, tercatat ribuan kehamilan dari teknologi reproduksi berbantu, termasuk peningkatan kasus kehamilan kembar alias lebih.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa ketika akses terhadap jasa kesehatan reproduksi diperluas, lebih banyak pasangan mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan angan menjadi orang tua.
Namun, kehamilan dari IVF tetap memerlukan pengawasan
Meskipun teknologi kesuburan memberikan angan bagi banyak pasangan, master tetap mengingatkan bahwa beberapa prosedur mempunyai akibat tertentu.
Salah satunya adalah kemungkinan kehamilan ganda, seperti bayi kembar. Kehamilan kembar memerlukan pemantauan lebih ketat lantaran mempunyai akibat lebih tinggi terhadap kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan komplikasi selama kehamilan.
Karena itu, master biasanya bakal mempertimbangkan jumlah embrio yang ditanam agar kesempatan keberhasilan tetap baik dengan akibat yang lebih rendah bagi ibu dan bayi.
Masalah nomor kelahiran tidak hanya tentang kesuburan
Meski akses perawatan kesuburan membantu meningkatkan kesempatan kehamilan, para mahir menilai masalah rendahnya nomor kelahiran di Jepang tidak bisa diselesaikan hanya dengan teknologi medis.
Keputusan pasangan untuk mempunyai anak juga dipengaruhi oleh banyak aspek lain, seperti biaya hidup, support keluarga, lingkungan kerja, dan kesiapan menjadi orang tua.
Artinya, support kesehatan reproduksi perlu melangkah berbareng dengan kebijakan yang membantu family membesarkan anak.
Bagi Bunda yang sedang menanti kehadiran Si Kecil, kisah Jepang ini menunjukkan bahwa kemajuan medis dan support yang tepat bisa membuka lebih banyak kesempatan untuk mewujudkan angan menjadi orang tua.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·