Bayi tengkurap umur berapa perlu dipahami orang tua agar bisa memberi stimulasi tepat sesuai waktu. Bagaimana ciri-ciri bayi mau tengkurap?
Meskipun tampak sederhana, posisi tengkurap mempunyai peran besar dalam mendukung tumbuh kembang Si Kecil.
Salah satunya membantu mencegah terbentuknya area datar pada bagian belakang kepala bayi. Selain itu, tengkurap juga melatih bayi merangkak dan berguling.
Saat tengkurap alias tummy time, bayi juga terstimulasi untuk mengangkat kepala. Aktivitas ini membantu memperkuat otot kepala, leher, dan bahu, serta mendukung perkembangan keahlian motorik.
Tahapan usia bayi bisa tengkurap
Saat baru lahir, otot leher bayi umumnya tetap belum cukup kuat. Namun, seiring bertambahnya usia, keahlian tersebut bakal berkembang sampai kemudian Si Kecil bisa mengangkat kepalanya sendiri.
Secara umum, bayi mulai belajar tengkurap pada usia sekitar 2 bulan sembari berlatih mengangkat kepala. Memahami tentang kapan bayi bisa tengkurap dan mengangkat kepala pun dapat memastikan Bunda memberi stimulasi sesuai usianya.
1. Usia 1-2 Bulan: Mengangkat Kepala
Dikutip dari Kids Health, bayi baru lahir dan bayi usia 1–2 bulan tetap dalam tahap mengembangkan kontrol otot lehernya.
Mereka juga baru mulai bakal mencoba untuk belajar mengangkat kepalanya sendiri secara perlahan. Nah, sebaiknya di tahap awal belajar bayi tengkurap berapa lama, ya?
Saat memasuki usia 2 bulan, bayi sebaiknya mulai rutin tummy time dengan total lama sekitar 15–30 menit setiap hari.
2. Usia 3-4 Bulan: Berguling dari Perut ke Punggung
Memasuki usia 3 bulan, sebagian besar bayi sudah bisa mengangkat kepala hingga membentuk perspektif sekitar 90 derajat. Mereka juga mulai menunjukkan aktivitas yang menyerupai posisi push-up saat tengkurap.
Pada tahap ini, kepala bayi tetap perlu ditopang ketika digendong alias diajak bermain ya, Bunda. Kemampuan bayi tengkurap di usia 3 bulan bakal semakin meningkat, lantaran otot leher dan bahunya semakin kuat.
3. Usia 5-6 Bulan: Berguling dari Punggung ke Perut (Tengkurap Penuh)
Pada usia 6 bulan, bayi sebaiknya rutin tummy time setidaknya 30 menit setiap hari.
Beberapa penelitian apalagi menunjukkan bahwa lama hingga 2 jam per hari dapat berangkaian dengan perkembangan yang lebih optimal. Di periode ini, Bunda bisa sembari melatih bayi duduk dan bergulir secara bertahap.
Sebagian bayi bisa tengkurap dan duduk dalam waktu yang nyaris bersamaan. Sebab setelah bisa berguling, mereka bakal lebih mudah mengubah posisi tubuhnya secara mandiri.
Manfaat krusial posisi tengkurap (tummy time) bagi bayi
Dikutip dari Children's Health, bayi menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi telentang. Tapi posisi ini berkarakter pasif lantaran tidak banyak melibatkan penggunaan dan penguatan otot.
Nah, posisi bayi tengkurap memberikan kesempatan bagi bayi untuk lebih aktif mengeksplorasi lingkungan dan memandang bumi dari perspektif pandang yang berbeda.
Berikut beberapa faedah krusial dari posisi tengkurap untuk Si Kecil:
1. Melatih otot dan keahlian motorik
Tummy time membantu meningkatkan kekuatan otot inti dan koordinasi tubuh. Kegiatan ini juga melatih keahlian motorik dengan mendorong bayi untuk mengangkat kepala dan mengontrol aktivitas leher.
Saat tengkurap, bayi juga belajar menggerakkan tangan dan kakinya. Kemampuan ini menjadi bekal krusial sebelum bayi merangkak dan beranjak posisi secara mandiri.
2. Eksplorasi
Saat berada dalam posisi tengkurap, bayi lebih leluasa menggerakkan personil tubuh dan mengawasi sekelilingnya.
Aktivitas eksplorasi ini membantu mereka melatih keahlian mengikuti objek dengan pandangan mata dan mempertahankan fokus. Dengan tengkurap, bayi juga mengenal beragam perspektif pandang baru di sekitarnya.
3. Mencegah sindrom kepala datar
Munculnya area datar alias botak di bagian belakang kepala bayi dapat menjadi tanda bahwa dia terlalu sering berada dalam posisi telentang.
Rutin tummy time dan mengubah posisi berebahan saat terjaga dapat membantu mengurangi tekanan terus-menerus pada bagian belakang kepala.
5 Ciri-ciri bayi mau tengkurap
Saat bayi mulai menunjukkan kemauan untuk belajar tengkurap, biasanya bakal muncul beberapa tanda yang dapat dikenali. Berikut beberapa ciri-ciri bayi mau tengkurap yang bisa Bunda perhatikan:
1. Berusaha meraih mainan dengan tangan
Perhatikan ketika bayi mulai bisa menopang sebagian berat tubuhnya dengan tangan saat tengkurap. Ia juga mulai berupaya meraih mainan yang berada di depannya.
Seiring bertambahnya usia, keahlian ini bakal membantu bayi belajar bergulir dari posisi telentang ke tengkurap.
2. Mampu menoleh ke samping
Tanda berikutnya adalah bayi mulai lebih sering menolehkan kepala ke kanan dan kiri. Gerakan sederhana ini menunjukkan bahwa otot leher Si Kecil semakin kuat.
3. Mulai bisa mengangkat kepala
Lalu kapan bayi bisa tengkurap dan mengangkat kepala sendiri? Ini umumnya bisa mulai dilakukan secara berjenjang sejak usia sekitar 1–2 bulan.
Kemampuan ini menjadi dasar krusial saat belajar tengkurap, lantaran membantu bayi menopang tubuh bagian atas dengan kedua tangannya.
4. Berlatih mengangkat dada
Ketika otot tubuh bagian atas semakin kuat, bayi umumnya mulai bisa mengangkat dada saat berada dalam posisi tengkurap.
Memasuki usia sekitar 6 bulan, banyak bayi juga sudah dapat menopang dada dengan support lengan bawahnya. Pada usia ini, sebagian bayi bisa tengkurap dan duduk pada tahap penyesuaian awal.
5. Mampu memutar kepala ke beragam arah
Leher yang semakin kuat menjadi salah satu tanda bahwa bayi siap belajar tengkurap. Salah satunya terlihat ketika dia bisa memutar kepala ke beragam arah, Bunda.
Kemampuan ini termasuk dalam ciri-ciri bayi mau tengkurap yang paling mudah diamati.
Cara kondusif dan efektif melatih bayi tengkurap
Ilustrasi bayi tengkurap/Foto: Getty Images/iStockphoto/eclipse_images
Lalu apa saja kegiatan yang dapat dilakukan sebagai langkah efektif melatih bayi tengkurap? Intip ulasan berikut:
1. Gunakan cermin
Siapkan cermin yang kondusif dan tidak mudah pecah, lampau letakkan di depan Si Kecil saat dia sedang tengkurap.
Pantulan dirinya di cermin dapat menarik perhatian bayi, sehingga dia lebih antusias saat tummy time.
2. Perkenalkan tummy time sejak awal
Pada minggu-minggu pertama kehidupannya, Bunda bisa memulai tummy time selama 1–2 menit terlebih dahulu. Baru kemudian, tingkatkan durasinya menjadi 3–5 menit beberapa kali dalam sehari.
Dikutip dari Raising Children, pada tahap awal sebaiknya sesi tengkurap dilakukan dalam lama singkat agar bayi merasa lebih nyaman. Bayi tengkurap berapa lama biasanya perlu disesuaikan dengan usia dan kenyamanan Si Kecil juga.
3. Pilih area yang aman
Pastikan bayi berlatih tengkurap di tempat yang aman. Jangan meninggalkan bayi tanpa pengawasan lantaran terdapat akibat terjatuh alias apalagi tertimpa furnitur.
4. Gunakan penopang seperti bantal menyusui
Jika pada tahap awal bayi kurang menyukai posisi tengkurap, Bunda dapat mencoba menopangnya dengan bantal menyusui yang diletakkan di bawah dada.
Cara ini diharapkan membantu bayi terbiasa dengan posisi tersebut, sampai kelak dia dapat tengkurap sendiri secara berjenjang tanpa bantuan.
5. Ikut memberikan contoh
Bunda juga dapat ikut mendampinginya selama belajar tengkurap. Gerakkan tangannya, perkenalkan pengalaman baru, bacakan cerita, alias ajak dia menyanyi agar lebih bersemangat.
Panduan keamanan saat bayi belajar tengkurap
Supaya sesi tengkurap jadi lebih aman, pastikan Bunda selalu mendampingi bayi.
Selain itu, tengkurap juga hanya kondusif dilakukan saat bayi sedang terjaga ya, Bunda. Ketika dia tidur, atur posisinya dalam posisi telentang.
Hal ini untuk membantu mengurangi akibat SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) alias sindrom kematian mendadak pada bayi. Perhatikan juga kondisi permukaan tempat bayi tengkurap, pastikan sudah rendah dan aman.
Hindari meletakkan bayi di sofa alias tempat tidur lantaran mereka berisiko terguling alias mengalami sesak akibat bantal maupun permukaan yang terlalu empuk.
Kapan bayi dikatakan terlambat tengkurap?
Dikutip dari Medical News Today, sebagian besar bayi mulai mencoba bergulir dari posisi tengkurap ke telentang pada usia sekitar 2 bulan. Sebagian bayi sukses melakukannya, tetapi ada juga yang perlu waktu 1-2 bulan lebih lama.
Pada usia 4 bulan, banyak bayi sudah bisa bergulir dari posisi tengkurap ke telentang. Kondisi bayi tengkurap di usia 3 bulan hingga 4 bulan umumnya sudah menunjukkan perkembangan kontrol kepala yang semakin baik.
Memasuki usia 6 bulan, banyak bayi mulai dapat bergulir dari posisi telentang ke tengkurap.
Jika bayi belum bisa bergulir ke kedua arah hingga usia 6 bulan, kondisi ini dapat menjadi tanda keterlambatan perkembangan alias adanya masalah kesehatan tertentu yang mendasarinya.
Bunda sebaiknya melakukan konsultasi ke master untuk menemukan penyebab pastinya lebih lanjut.
Penyebab bayi 4 bulan belum bisa tengkurap
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Vajirawich Wongpuvarak
Setiap bayi berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda sehingga pencapaian keahlian bergulir dapat bervariasi.
Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah lantaran belum terbiasa dengan posisi tengkurap.
"Posisi tidur yang direkomendasikan adalah telentang, dan bayi biasanya menghabiskan beberapa bulan pertama kehidupannya dalam posisi tersebut. Karena itu, mereka sering kali kurang nyaman ketika tubuhnya dibalik menjadi tengkurap," jelas master ahli anak Denise Scott, MD, seperti dikutip dari The Bump.
Beberapa aspek lain yang dapat memengaruhi waktu bayi mulai bergulir antara lain:
1. Perkembangan motorik
Kemampuan tengkurap dan bergulir merupakan salah satu parameter keahlian motorik.
Karena itu, bayi yang perkembangan motoriknya lebih lambat lantaran beragam argumen mungkin bakal lebih lambat pula dalam belajar tengkurap dan berguling.
2. Kurang stimulasi dan latihan
Meskipun tengkurap tampak sederhana, keahlian ini juga memerlukan latihan. Bayi dapat belajar tengkurap dan bergulir lebih sigap jika sering diajak bermain di lantai dan diberi stimulasi.
Kemampuan tersebut nantinya bakal mendukung proses bayi duduk dan bayi merangkak pada tahap perkembangan berikutnya.
3. Lahir prematur
Bayi yang lahir prematur umumnya mengalami perkembangan yang lebih lambat pada masa awal kehidupan, meskipun sebagian besar bakal menyusul ketertinggalannya seiring waktu.
Kapan kudu waspada dengan perkembangan bayi?
Segera konsultasikan dengan master alias tenaga kesehatan jika bayi:
- Belum bisa bergulir ke kedua arah, baik dari tengkurap ke telentang maupun dari telentang ke tengkurap, hingga usia 6 bulan.
- Sempat menguasai keahlian motorik tertentu, misalnya tengkurap dan berguling, tetapi kemudian kehilangan keahlian tersebut.
- Tampak kesulitan mengendalikan alias mengoordinasikan aktivitas tubuhnya.
Itulah penjelasan tentang bayi tengkurap umur berapa, serta tahapan ideal dan langkah melatih bayi tengkurap di rumah. Semoga berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·