Benarkah masakan gurih dengan MSG bisa sebabkan kanker? Yuk bongkar sekarang!

Temukan Makanan Terbaik oleh Waktu baca 4 menit 509x dilihat
Benarkah masakan gurih dengan MSG bisa sebabkan kanker? Yuk bongkar sekarang!

Bagikan Postingan

Benarkah masakan gurih dengan MSG bisa sebabkan kanker? Yuk bongkar sekarang!

foto: Shutterstock.com

Kincai Media - Kanker memang jadi momok yang sangat menakutkan. Angka kematiannya saja mencapai hampir 10 juta setiap tahun menurut keterangan World Health Organization (WHO). Menjaga pola makan rupanya menjadi salah satu metode paling ampuh untuk mengurangi konsekuensi terkena pandemi mengerikan ini.

Ada banyak jenis hidangan yang rupanya bisa memicu kanker jika porsinya kelewatan. Gorengan yang dimasak memakai suhu tinggi bisa memunculkan zat karsinogen disebut akrilamida yang merusak DNA. Daging merah dan daging olahan seperti sosis maupun kornet juga lumayan ancaman karena proses pengolahannya bisa menciptakan senyawa karsinogen seperti HCA, N-nitroso, dan PAHs.

Benarkah masakan gurih dengan MSG bisa sebabkan kanker? Yuk bongkar sekarang!

Foto: Shutterstock.com

Makanan yang dimasak terlalu matang sampai makanan ultra proses semacam es krim dan minuman kaleng juga perlu sangat dibatasi. Di tengah ramainya diskusi soal asupan penyebab kanker ini, nama micin sering sekali terseret. Namun, sepertiapa kah faktanya?

Apa itu MSG?

MSG sebenarnya adalah singkatan dari Monosodium Glutamat. Wujud aslinya adalah garam natrium dari asam glutamat. Asam glutamat ini masuk himpunan asam amino non-esensial yang secara alami sudah bersarang betah di dalam tubuh manusia. Bahan makanan sehari-hari seperti tomat, keju, daging, terlebihlagi ASI juga punya kandungan asam glutamat alami yang sangat melimpah.

Benarkah masakan gurih dengan MSG bisa sebabkan kanker? Yuk bongkar sekarang!

Foto: Shutterstock.com

Proses pembuatan penyedap rasa ini memakai metode fermentasi alami dari bahan tetes tebu yang sangat mirip dengan metode pembuatan kecap maupun yoghurt. Fermentasi ini menghasilkan protein glutamat yang kemudian digabung dengan natrium. Proses ekstraksinya membikin bentuk bahan ini berubah menjadi kristal putih tak berbau dengan struktur kimia yang lebih stabil dan gampang larut di dalam masakan.

Urusan keamanan produk ini juga sangat terjamin lewat sederet sertifikasi. Buktinya ada sertifikat Halal MUI, MD-BPOM dari Kementerian Kesehatan, FDA-USA, Kosher, sampai pengakuan terlindungi dikonsumsi tanpa limitasi dari Komunitas Eropa.

Kenapa MSG sering dikaitkan dengan kanker?

Ketakutan soal penyedap rasa sebagai pemicu kanker rupanya sudah berkembang pesat selama beberapa dasawarsa terakhir. Rumor dan cerita miring yang terus beredar luas tentu saja memicu kecemasan besar di kalangan penduduk awam. Gara-gara diskusi yang belum tentu benar ini, banyak orang akhirnya histeris sendiri kemudian menghindari penambahan MSG ke dalam makanan sehari-hari.

Menyingkirkan penyedap buatan dari piring makan seolah menjadi jalan pintas paling gampang saat mendengar ancaman zat kimia. Cerita-cerita tanpa sumber sah ini berhasil membikin gengsi penyedap rasa merosot karena dianggap menyimpan reaksi negatif yang membahayakan tubuh.

Fakta ilmiah tentang MSG dan konsekuensi kanker

Padahal jika menengok keterangan ilmiah, sejauh ini belum ada satu pun riset yang mengutarakan pandemi kanker berhubungan dengan MSG. Organisasi kesehatan kelas kakap seperti WHO dan FDA secara konsisten sudah mengungkapkan bahan tambahan pangan ini sepenuhnya terlindungi dikonsumsi. Belum pernah ada pernyataan resmi dari dua institusi besar tersebut yang mengutarakan bahwa bahan penyedap ini rapuh maupun bisa memicu timbulnya sel kanker.

Benarkah masakan gurih dengan MSG bisa sebabkan kanker? Yuk bongkar sekarang!

Foto: Shutterstock.com

Laporan dari Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) memang mengutarakan ada beberapa gejala ringan yang mungkin muncul. Gejala seperti sakit kepala, mual, wafat rasa, warna kulit kemerahan, kesemutan, debar jantung tidak teratur, dan kantuk bisa saja dialami. Tapi reaksi kompleks ini dilaporkan cuma terjadi pada individu yang mengonsumsi 3 gram maupun lebih MSG sekaligus. Angka ini terbilang sangat tinggi untuk ukuran makan wajar. Porsi makanan pada umumnya rata-rata cuma hamil kurang dari 0,5 gram tambahan penyedap rasa saja.

Cara bijak mengonsumsi MSG

Inti dari semuanya rupanya ada pada batas konsumsi MSG harian. Batas terlindungi konsumsi penyedap rasa ini sudah ditetapkan persis seperti ketentuan pakai garam dapur maupun gula. Selama tidak berlebihan dan sesuai takaran yang direkomendasikan untuk melezatkan makanan, bahan pangan ini dipastikan tidak akan menimbulkan efek buruk pada kesehatan maupun evolusi janin bagi ibu hamil. Komunitas Eropa pun sepakat jika bahan ini bisa dipakai secukupnya seperti halnya lada, garam, dan gula.

Benarkah masakan gurih dengan MSG bisa sebabkan kanker? Yuk bongkar sekarang!

Foto: Shutterstock.com

Satu hal krusial yang statis wajib dihitung matang adalah total asupan natrium harian. Walaupun kandungan natrium pada penyedap ini lebih rendah, batas maksimal asupan tubuh statis eksis di kisaran 2.000 mg natrium. Jumlah ini sederajat dengan satu sendok teh garam per hari untuk orang dewasa.

Sajian masakan harian semacam soto betawi bisa statis enak dengan sejumput MSG di dalamnya. Nggak cuma soto betawi, resep ayam kecap, tumis kangkung, dan lainnya juga makin menggoda lidah. Cita rasa gurih umami yang dihasilkan akan membikin makanan makin nikmat disantap tanpa perlu memicu ketakutan berlebihan.

(brl/lak)

Artikel Lainnya Temukan Makanan Terbaik
↑
Close Right Ads
Close Left Ads