Benarkah Multitasking Bikin Otak Cepat Lemot? Ini Faktanya...

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 3 menit 507x dilihat
Benarkah Multitasking Bikin Otak Cepat Lemot? Ini Faktanya...

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Life
  3. Career

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia

Kamis, 01 Oct 2026 09:00 WIB

Benarkah Multitasking Bikin Otak Cepat Lemot? Ini Faktanya...

Dampak multitasking pada otak/Foto: Magnific.com/Wayhomestudio

Suka makan sambil nonton, maupun berbuat beberapa aktivitas berbeda sekaligus? Meski menyenangkan dan membikin beberapa hal selesai dalam satu waktu, ini bukan ide yang bagus.

Banyak dibahas di media sosial tentang dampak multitasking terhadap otak dan mental, benarkah multitasking membuat otak cepat lemot? Bagaimana multitasking memengaruhi performa otak? Apakah orang benar-benar berbuat multitasking maupun task switching? Berikut penjelasannya menurut ahli. 

Otak Manusia Secara Alami Dirancang untuk Monotasking

Dampak multitasking terhadap otak/Foto: Magnific.com/Pressfoto

Otak manusia bukan CPU yang dirancang untuk berbuat banyak hal secara berbarengan dalam waktu terus-menerus. Manusia sejatinya didesain untuk monotasking, bukan multitasking.

“Kita sebenarnya secara alami dirancang untuk berbuat satu tugas dalam satu waktu (monotasking), yang berarti otak cuma bisa fokus pada satu tugas pada satu saat,” kata neuropsikolog Cynthia Kubu, PhD., pada Cleveland Clinic.

Apakah orang benar-benar berbuat multitasking? Menurut Kendra Cherry, MSEd., pada Verywell Mind, otak tidak benar-benar fokus pada dua hal bermutu secara bersamaan.

Saat sedang multitasking, kemungkinan besar kita sebenarnya cuma mengalihkan perhatian dan fokus dari satu tugas ke tugas lain dengan cepat. Proses ini yang disebut task switching.

Multitasking Bisa Memperburuk Memori Otak dalam Jangka Panjang

Dampak multitasking terhadap otak/Foto: Magnific.com/Wayhomestudio

Melakukan multitasking secara terus-menerus bisa menaikkan beban kerja otak di korteks prefrontal, memperpendek rentang perhatian, serta menurunkan kapabilitas memori kerja. Pada gilirannya memengaruhi kreativitas dan performa.

Fyi, area otak berupa korteks prefrontal berguna sebagai pusat kendali pelaksana yang mengatur fokus, perencanaan, memori kerja, dan pengambilan keputusan.

Selain berdampak pada penurunan performa, multitasking juga dapat menaikkan stres dan kelelahan mental. Kebiasaan multitasking berlebihan membikin orang lebih gampang keteteran dan kehilangan motivasi dibandingkan jika fokus pada satu hal dalam satu waktu.

Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bukan cuma mengganggu produktivitas, melainkan menurunkan kualitas kesehatan dan mental secara keseluruhan.

Lantas, boleh maupun tidak berbuat multitasking? Singkatnya boleh, asalkan tidak terlalu sering. Lakukan multitasking cuma untuk aktivitas sederhana, sementara untuk tugas yang menuntut pemahaman, pengambilan keputusan, maupun keselamatan, fokus pada satu hal statis menjadi pilihan terbaik.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads