Bolehkah Bayi 1 Bulan Tidur Miring? Simak Penjelasannya Bun

May 22, 2026 08:20 PM - 1 minggu yang lalu 2308

Jakarta -

Bayi 1 bulan biasanya sudah mulai lebih banyak bergerak dan eksplorasi dibandingkan sebelumnya. Nah, sebenarnya bolehkah bayi 1 bulan tidur miring?

American Academy of Pediatrics (AAP) sebenarnya mengatakan bahwa posisi tidur paling kondusif adalah telentang. Posisi tidur miring maupun tengkurap sebaiknya tak dulu dilakukan, sampai bayi bisa bergulir ke dua arah.

Meski begitu, orang tua perlu ekstra hati-hati lantaran bayi banyak bergerak dan terkadang bisa berubah posisi tanpa bantuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tidur miring tidak disarankan untuk bayi baru lahir dan bayi usia 1 bulan ya, Bunda.

"Ada akibat penyumbatan saluran napas jika bayi berguling, tidur miring alias tidur tengkurap," ungkap master ahli anak, Nada Mallick, MD, dikutip dari Healthline.

Alasannya, otot leher bayi tetap lemah. Hal ini membikin kepala mereka bakal menunduk ke depan dan lidah bakal terdorong ke belakang akibat gravitasi. Kondisi tersebut mempersempit saluran napas dan menyebabkan penurunan kadar oksigen.

Menurut Mallick, bayi baru lahir juga mempunyai karakter tubuh unik yang membikin posisi tidur miring alias tengkurap menjadi sangat berbahaya.

Pada usia 1 bulan, bayi pun belum bisa menopang kepalanya sendiri dengan baik. Kemampuan ini baru bisa mulai dilakukan bayi pada usia 4 bulan. 

Apa akibat posisi tidur miring untuk bayi?

Menurut AAP, tidur miring membikin bayi mempunyai akibat lebih tinggi mengalami sudden infant death syndrome (SIDS).

Sindrom kematian mendadak ini rentan terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun tanpa penyebab yang jelas. Umumnya, SIDS terjadi saat bayi sedang tertidur.

"Ketika bayi tidur menyamping alias miring, mereka lebih mudah bergulir ke posisi tengkurap," imbuh Mallick.

Dalam posisi tidur tengkurap, wajah bayi dapat tertutup kasur, sehingga membuatnya susah dan apalagi tidak bisa bernapas sama sekali.

Sebagian orang tua tetap percaya bahwa tidur miring lebih kondusif untuk bayi yang sering muntah alias mengalami refluks, tetapi ini belum terbukti secara ilmiah.

Penelitian tidak memberikan rekomendasi unik tentang kapan bayi dapat tidur miring dengan aman. Karena argumen ini, AAP merekomendasikan untuk menidurkan bayi telentang selama tahun pertama kehidupannya.

Perubahan posisi tidur bayi sesuai usia

Pada usia sekitar 3 alias 4 bulan, sebagian besar bayi mulai mencoba berguling. Kemudian di antara usia 4 hingga 6 bulan, banyak bayi sudah dapat bergulir dari telentang ke tengkurap lampau kembali lagi.

Pada usia sekitar 6 bulan, bayi biasanya mulai menjadi lebih aktif saat tidur dan bergulir sepanjang malam. Meski begitu, tetap tidak kondusif untuk menidurkan bayi dalam posisi miring alias tengkurap. 

Namun, andaikan bayi bergulir dalam posisi ini, tidak perlu membangunkan alias memindahkannya. Pada fase perkembangan normal usia tersebut, bayi sudah bisa menggulingkan tubuh dan mengubah posisi tidur secara mandiri.

Hal yang terpenting, selama lingkungan tidur bayi kondusif dan dapat beradaptasi dengan posisi tidurnya, maka kemungkinan besar sudah aman.

Kapan bayi boleh tidur miring alias menyamping?

Seperti yang telah disebutkan, menidurkan bayi dalam posisi menyamping dapat mempermudah mereka bergulir secara tidak sengaja ke posisi tengkurap. Hal ini tidak aman, terutama jika bayi tetap berumur kurang dari 4 bulan.

Jika Si Kecil hanya bisa tertidur dalam posisi menyamping, sorong perlahan tubuhnya kembali ke posisi telentang sesegera mungkin tanpa membangunkannya.

AAP menyatakan bahwa kondusif membiarkan bayi tidur menyamping jika mereka sudah bisa bergulir sendiri dengan nyaman. Tepatnya setelah usia sekitar 4 bulan, di mana otot tubuh bayi sudah lebih kuat dan mempunyai keahlian motorik yang lebih baik.

Tips menjaga keamanan bayi saat tidur

Memahami Pola Tidur Bayi 0-3 Bulan dan Kapan Sleep Training Boleh Dimulai?Ilustrasi bayi tidur/Foto: Getty Images/Edwin Tan

Untuk menjaga keamanan bayi saat tidur, ada beberapa tips yang krusial Bunda selalu terapkan, seperti:

1. Gunakan permukaan tidur yang keras

Pastikan dasar tidur bayi mempunyai kasur yang kokoh. Ini berfaedah tubuh bayi tidak meninggalkan cekungan pada kasur.

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jangan gunakan dasar tidur yang terlalu lembek alias lembut. Hal ini memudahkan bayi bergulir ke samping.

Gunakan matras padat yang dibungkus oleh pelapis dengan ukuran pas. Bantal alias guling sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti dasar tidur.

Perhatikan juga pengaturan kasur dan seprai tidur bayi. Seprai juga kudu pas dan tidak terlalu lenggang ya, Bunda. 

2. Terapkan posisi telentang sampai usia 1 tahun

IDAI juga menyebut bahwa posisi tidur miring alias tengkurap tidak kondusif dan tidak dianjurkan. Sebaiknya pilih posisi telentang sampai anak berumur 1 tahun, karena posisi ini tidak meningkatkan akibat tersedak.

3. Hindari penggunaan selimut yang tebal dan berat

Penggunaan selimut yang terlalu tebal dan berat berisiko membikin bayi tertimpa, berujung pada akibat kesulitan bernapas. 

Untuk mencegah bayi kedinginan, sebaiknya pakaikan busana panjang dan sesuaikan suhu bilik agar tidak terlalu rendah.

Jangan letakkan terlalu banyak barang juga di tempat tidur bayi dan sekitarnya. Termasuk seperti mainan, selimut, bantal, alias boneka.

4. Tidur di bilik yang sama dengan bayi

Supaya lebih aman, bayi dapat tidur di bilik yang sama dengan orang tua, tapi tetap berbeda kasur. 

Misalnya, gunakan bassinet alias crib di samping tempat tidur Bunda, sehingga bisa lebih mudah untuk memeriksa bayi saat dia terbangun.

Jadi, tidur telentang adalah posisi terbaik untuk bayi lantaran mencegah SIDS ya, Bunda. Sebisa mungkin hindari posisi tidur miring untuk bayi 1 bulan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya