Btc Berisiko Masuk Bull Trap Besar, Menurut Founder Alphractal

Apr 30, 2026 10:01 AM - 3 jam yang lalu 154

Kincai Media – Salah satu founder sekaligus CEO dari Alphractal, ialah Joao Wedson memperingatkan bahwa Bitcoin (BTC) saat ini sedang berada di fase krusial setelah parameter Realized Cap Impulse menunjukkan potensi pelemahan demand.

Salah satu perihal yang dia soroti adalah jika aliran modal baru kandas kembali masuk ke market, BTC beresiko mengalami penurunan tajam dalam waktu dekat.

Meski begitu, Wedson menegaskan bahwa dirinya belum sepenuhnya bearish terhadap Bitcoin.

“Salah satu parameter utama yang telah saya gunakan adalah Realized Cap Impulse,” ungkap Wedson.

Sebagai informasi, parameter ini digunakan untuk memandang arus modal on-chain Bitcoin dan memahami perilaku smart money di market.

Dalam perihal ini, dia sering mengombinasikannya dengan pendekatan Wyckoff untuk membaca fase akumulasi dan distribusi.

“Saat fase akumulasi terjadi, market biasanya mengalami capitulation garang sebelum akhirnya modal kembali masuk dengan cepat,” ujarnya.

Ketika parameter sukses menembus level nol, perihal tersebut biasanya menjadi tanda bahwa fase kapitulasi mulai berakhir.

Dalam analisisnya, Wedson menyoroti area yang dia tandai sebagai region 1, 2 dan 3 pada chart.

Awal 2024 menjadi periode dengan impuls on-chain terkuat, namun beberapa bulan setelahnya parameter mulai melemah.

“Pelemahan ini adalah sinyal awal bahwa siklus bullish mulai kehilangan segalanya,” kata Wedson.

Meski demikian, dia menjelaskan bahwa demand test tetap sering terjadi dalam kondisi seperti ini.

Baca Juga: Analis Kripto Prediksi Bitcoin Sulit Tembus Resisten Ini

Demand test adalah situasi ketika market maker alias strong hands mendorong nilai naik untuk menguji apakah buyer tetap kuat.

Dia juga memperingatkan bahwa andaikan demand test kandas bertahan, market bisa memasuki fase sign of weakness.

Berdasarkan penjelasannya, kondisi tersebut sering menjadi jebakan bullish besar alias bull trap.

“Ketika buying strength lenyap setelah supply test, capitulation bisa kembali muncul,” paparnya.

Ia apalagi mengatakan bahwa dalam situasi seperti itu trader semestinya tidak ragu keluar dari market lantaran probabilitas kerugian menjadi sangat tinggi.

Menariknya, Wedson juga menyinggung kejadian umum saat market melemah.

Biasanya pada fase tersebut banyak pihak mulai mengatakan nilai sudah murah dan penanammodal besar menyatakan sedang melakukan akumulasi. Namun menurutnya, kondisi itu belum tentu menandakan bottom sudah terbentuk.

Wedson menilai beberapa minggu ke depan bakal menjadi periode paling krusial untuk menentukan arah market.

Jika Bitcoin bisa bergerak lebih tinggi dan parameter kembali menguat, maka siklus bullish baru bisa dimulai lebih cepat.

“Namun jika BTC kandas mempertahankan demand dan turun lagi, market bisa mengalami satu capitulation besar terakhir sebelum betul-betul membentuk bottom baru,” pungkas Wedson.

Bitcoin is testing supply, and if demand does not return, it could drop hard soon.

I am not saying I am bearish, and I do not want to send that message. But I need to say this: on-chain informasi is extremely powerful.

One of the indicators I always use is the Realized Cap Impulse.… pic.twitter.com/cJAmOf5RB5

— Joao Wedson (@joao_wedson) April 29, 2026

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya