Jakarta -
Menyusui merupakan sebuah proses yang terlihat sederhana, tetapi sangat kompleks di dalamnya. Selama menyusui, Bunda perlu memperhatikan beragam aspek, seperti produksi ASI, teknik menyusui, hingga kondisi kesehatan mental.
Aspek yang disebut terakhir merupakan aspek yang saat ini tengah disoroti oleh beragam mahir laktasi. Menurut mereka, kesehatan mental adalah perihal yang paling utama dalam menopang kesiapan Bunda selama menyusui karena bakal memengaruhi banyak hal.
Seperti contoh, produksi ASI, semangat dan motivasi menyusui, hingga baik buruknya teknik menyusui sangat dipengaruhi oleh kondisi mental. Jika Bunda merasa stres, cemas, dan kewalahan, maka ketiga aspek tersebut bakal menjadi terhambat.
Hal ini turut disampaikan oleh seorang konsultan laktasi di Cloudnine Group Hospitals, Dr. Vidhi Mehta. “Sebagai konsultan laktasi, saya memandang langsung gimana kesehatan mental seorang ibu sangat mempengaruhi pengalaman mereka selama menyusui,” katanya yang dikutip dari MSN.
Pengaruh kesehatan mental terhadap produksi ASI
Seperti yang disampaikan oleh sejumlah pakar, tubuh manusia dapat menghasilkan hormon oksitosin yang berfaedah untuk menyeimbangkan suasana hati. Hormon tersebut diketahui dapat membikin tubuh seseorang lebih positif dan bahagia, termasuk saat menyusui.
Untuk melepaskan hormon tersebut, tubuh setidaknya kudu berada dalam kondisi yang tenang, nyaman, dan bebas tekanan. Apabila tubuh stres, cemas, dan penuh tekanan, maka hormon tersebut tidak bakal dilepaskan.
Akibatnya, tubuh menjadi kurang optimal dalam menjalankan fungsinya. Pada ibu menyusui, kondisi ini apalagi dapat menghalang produksi ASI. Oleh lantaran itu, para master sering menyarankan agar ibu menyusui menjaga kondisi tubuh, mood, serta kesehatan mentalnya.
“Bukan berfaedah ASI seorang ibu tidak ada, melainkan hanya tersendat dan susah dikeluarkan ketika merasa stres. Karena itu, kesehatan mental sama pentingnya dengan kondisi fisik, karena emosi tertekan dan stres dapat membikin proses menyusui terasa lebih berat,” jelas Dr. Mehta.
Manfaat ASI Eksklusif/ Foto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari
Bagaimana support emosional berkedudukan dalam menjaga kesehatan mental
Pernahkah Bunda merasa lebih tenang saat ada seseorang yang menemani alias mendukung kita di masa-masa sulit. Nah, itulah satu dari sekian banyak perihal yang sangat dibutuhkan oleh ibu menyusui.
Dukungan emosional dari pasangan, personil keluarga, apalagi teman, dapat menjadi sumber penyemangat selama menjalani proses menyusui. Bahkan menurut sejumlah ahli, support yang diberikan bisa membikin perbedaan besar bagi seorang ibu.
“Kalimat sederhana yang menenangkan, seperti apresiasi, tawaran bantuan, dan afirmasi positif dapat meringankan beban yang terasa sangat besar. Terlebih jika pasangan turut membantu mengurus kebutuhan rumah tangga dan bersedia menjadi pendengar,” tutur Dr. Mehta.
Selain itu, Dr. Mehta juga menjelaskan bahwa tekanan mental yang dirasakan selama proses menyusui kudu segera diatasi agar tidak berkepanjangan. Jika Bunda merasa tekanan tersebut sudah mengganggu, maka sebaiknya segera hubungi ahli agar mendapatkan treatment yang tepat.
Kapan ibu menyusui perlu berkonsultasi mengenai kesehatan mental dengan ahli
Sebenarnya, konseling alias mengunjungi ahli tidak kudu selalu menunggu kondisi mental memburuk, Bunda. Konseling juga dapat dilakukan sebagai ruang untuk bercerita, berkeluh kesah, alias sekadar meminta saran mengenai proses menyusui.
Pakar menyebut bahwa melalui konseling, banyak wanita yang mulai terbuka untuk mengungkapkan ketidaknyamanan, tekanan, alias beban yang dirasakan. Nantinya, konsultan bakal memberikan beragam macam perspektif sehingga meningkatkan kepercayaan diri mereka.
“Sebagai konsultan laktasi, mereka diberi tanggung jawab dan kewenangan untuk mendampingi para ibu menyusui di setiap pengalamannya. Tidak hanya memperbaiki teknik menyusui, tetapi juga membantu memperbaiki kesehatan mentalnya,” tegas Dr. Mehta.
Pentingnya menerapkan perawatan diri saat menyusui
Untuk menjaga kondisi mental tetap sehat selama masa menyusui, Bunda perlu memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan bentuk dan emosional. Berikut beberapa perihal yang perlu diperhatikan menurut beberapa ahli:
- Mengambil jarak waktu rehat saat bayi sedang tertidur
- Minum air yang cukup dan konsumsi makanan bergizi
- Saat merasa kesulitan, segera mintalah bantuan
- Menunda menerima tamu saat Bunda memerlukan waktu untuk beristirahat
- Melakukan kegiatan yang disukai, seperti berjalan-jalan, mendengarkan musik, serta meditasi ringan
Demikian penjelasan mengenai gimana stres dan kekhawatiran dapat memengaruhi produksi ASI pada ibu menyusui. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·