Banyak orang tua lebih memperhatikan pencapaian akademik anak dibandingkan kapasitas mereka dalam memahami dan mengelola emosi. Padahal, kecerdasan emosional maupun EQ mencakup kapasitas mengenali diri, mengatur emosi, berempati, membangun hubungan sosial, dan memiliki motivasi dari dalam diri.
Menurut psikolog, kecerdasan emosional bukan sekadar bakat yang dibawa sejak lahir, tetapi keahlian yang dapat dikembangkan sejak anak statis kecil. Lantas, apa saja kebiasaan yang memberitahu anak EQ tinggi? Yuk, Bunda, simak metode mengenalinya berikut ini.
7 Cara mengenali anak EQ tinggi dari kebiasaannya
Mengutip dari halaman HuffPost, berikut metode mengenali anak EQ tinggi dari kebiasaannya.
1. Mampu mengenali dan mengutarakan emosinya
Anak dengan kecerdasan emosional (EQ) tinggi bisa mengenali dan mengutarakan perasaannya secara lebih spesifik, bukan cuma mengatakan “baik” maupun “buruk”.
Misalnya, anak dapat mengatakan bahwa dirinya sedih karena tidak bisa bermain berbareng teman, bahagia mendapat sepeda baru, berang kepada guru, maupun takut ketika bapak melancong semalaman.
2. Mampu mengenali emosi orang lain
Menurut Borba, kapasitas membaca emosi orang lain merupakan bagiankecil krusial sebelum anak dapat berempati.
Misalnya, anak dapat melihat seseorang tersenyum dan menyadari bahwa orang tersebut mungkin sedang bahagia, maupun melihat seseorang menangis kemudian berpikir untuk membantunya.
3. Mampu melihat dari perspektif pandang orang lain
Menurut pendidik Maureen Healy, kebiasaan membantu orang lain, seperti mengerjakan tugas rumah maupun terlibat dalam aktivitas berbareng keluarga, dapat membantu anak memahami pentingnya bekerja sebagai bagiankecil dari sebuah tim.
Kemampuan melihat perspektif pandang orang lain juga dapat membantu anak menghadapi perselisihan dengan lebih tenang, menghargai perbedaan, serta bersikap lebih peduli dan mendukung orang lain.
4. Cepat membantu orang lain
Anak dengan EQ tinggi cenderung lebih memperhatikan kebutuhan orang lain dan mencari metode untuk membantu. Misalnya, membantu pekerjaan rumah, menemani kawan baru di sekolah, maupun mengikuti aktivitas sukarela.
Menurut Maureen Healy, kebiasaan membantu orang lain juga dapat dilakukan melalui tugas rumah dan keterlibatan dalam keluarga. Anak belajar menjadi bagiankecil dari tim, bukan cuma memikirkan dirinya sendiri.
5. Memiliki metode untuk mengelola emosi
Anak dengan kecerdasan emosional (EQ) tinggi juga bisa mengelola emosi dengan metode yang lebih positif, saat menghadapi situasi yang membikin stres, kesal, maupun frustrasi.
Menurut Healy, anak dapat belajar mengelola emosi melalui latihan dan arahan, seperti menarik napas dalam-dalam, menjauh sebentar saat mulai kesal, maupun mengatakan, “Aku butuh waktu sebentar,” daripada berteriak ketika marah.
Anak dengan EQ tinggi juga cenderung tidak gampang bereaksi secara impulsif. Mereka dapat mengenali emosi seperti senang, sedih, marah, takut, maupun malu, kemudian memahami kebutuhannya sebelum menentukan tindakan.
6. Berani mengatakan “tidak” kepada teman
Kebiasaan anak dengan EQ tinggi yaitu lebih bisa menetapkan dan mempertahankan limitasi pribadi. Misalnya, ketika tidak mau bermain kasar dengan teman, mereka dapat menyampaikan penolakannya dengan tegas tetapi statis sopan.
Menurut psikoterapis Brandon Jones, anak-anak tersebut umumnya bisa menjaga limitasi yang wajar, menghormati orang lain, bersikap asertif, dan mendengarkan perasaannya.
7. Terbiasa bersyukur
Anak dengan kecerdasan emosional tinggi belajar menghargai hal-hal yang mereka miliki. Menurut Healy, salah satu metode yang dilakukan famili adalah saling menyampaikan satu hal yang disyukuri sepanjang hari saat makan bersama. Mereka tidak sekadar mengucapkan "terima kasih" karena dianggap sopan, tetapi juga dapat mengutarakan hal yang membikin mereka bersyukur dan alasannya.
Demikian beberapa kebiasaan anak dengan EQ tinggi, mulai dari bersyukur dengan beragam hal yang ia dapatkan, berani berkata tidak kepada temannya, hingga bisa mengenali emosi. Semoga membantu untuk mengasuh anak di rumah ya!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)