Jakarta -
Cara seseorang berbicara dapat mencerminkan sepertiapa ia memahami emosi orang lain sekaligus menghadapi sebuah persoalan.
Pilihan kata yang digunakan sering kali memberitahu apakah seseorang bisa berempati tanpa mengesampingkan logika.
Orang dengan empati yang tinggi cenderung memikirkan emosi dan akibat perkataannya sebelum bertindak. Di sisi lain, pola pikir logis membikin seseorang bisa melihat permasalahan secara objektif dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
Ketika keduanya berjalan seimbang, seseorang dapat menyikapi beragam situasi dengan lebih bijak tanpa mengabaikan emosi orang lain. Ciri tersebut pun dapat kelihatan dari beberapa kalimat yang sering diucapkan dalam percakapan sehari-hari.
7 Kalimat yang sering diucapkan orang empati tinggi dan berpikir logis
Melansir dari Your Tango, berikut beberapa kalimat yang dapat Bunda kenali dari orang dengan empati tinggi dan berpikir logis.
1. “Sepertinya dia menyebabkan masalah bagimu”
Ungkapan ini membikin orang lain merasa diperhatikan. Atau, jika pembicara salah, ungkapan ini memungkinkan orang lain untuk mengoreksinya tanpa ada ikatan emosional. Di tempat kerja, ini adalah keahlian yang sangat berharga, terutama bagi para atasan.
Dalam riset yang dilakukan oleh Yang Woon Chun, Seunghee Im, dan Jung Eun Kim, mereka menemukan bahwa karyawan dengan kepedulian empatik dapat memperoleh banyak khasiat individu, organisasi, dan masyarakat.
2. “Kamu boleh merasa seperti itu”
Orang yang empati dan logis memahami bahwa orang lain perlu merasakan emosinya agar akhirnya dapat melihat suatu situasi dengan jelas.
Jika orang tidak diizinkan untuk merasakan emosinya, mereka cuma akan merasakan frustrasi yang menumpuk, yang cuma akan bertambah seiring waktu. Ungkapan ini mengungkapkan bahwa validitas emosi tidak sama dengan kenyataan kejadian, tetapi statis penting.
3. “Mari kita pisahkan apa yang terjadi dari sepertiapa emosi kita”
Sangat gampang bagi kita untuk terjebak dalam pikiran sendiri. Terkadang, kita melihat suatu situasi sebagai serangan pribadi, padahal kenyataannya mungkin tidak demikian.
Orang yang empati dan analitis dapat membantu orang lain mengatasi masalah mereka dengan membantu mereka memisahkan emosi dari fakta.
4. “Bantu aku memahami apa yang sebenarnya terjadi”
Ungkapan ini mendorong seseorang untuk berbagi masalah tanpa merasa diserang. Ada tiga jenis empati, kognitif, emosional, dan welas asih.
Empati kognitif adalah kapasitas untuk mengidentifikasi dan memahami emosi orang lain. Empati emosional adalah ketika Bunda merasakan apa yang dirasakan orang lain.
Terakhir, empati welas asih adalah kapasitas tidak cuma untuk memahami apa yang dialami orang lain, tetapi juga untuk membantu mereka.
Kalimat “Bantu aku memahami” menggunakan ketiga jenis empati, memungkinkan pembicara untuk mengidentifikasi emosi, merasakannya, dan menemukan solusi.
5. “Mari kita cari tahu kenapa ini terus terjadi”
Orang yang sangat analitis akan melihat masalah dari perspektif pandang logis. Namun, mereka berupaya menemukan akar penyebabnya sambil mempertimbangkan emosi orang lain dan membuatnya merasa aman.
Jadi, mereka akan mendengarkan keluhan-keluhan untuk memahami pola sebenarnya. Kemudian, mereka dapat menemukan solusi yang memperbaiki masalah sekaligus membangun hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.
6. “Bagaimana aku bisa membantu”
Ketika dihadapkan pada suatu masalah, orang-orang dengan pikiran yang logis mencoba untuk mengatasi situasi tersebut. Alih-alih panik, yang pada akhirnya akan menyebabkan lebih banyak masalah, mereka cuma mencoba untuk membantu.
7. “Apa yang Anda butuhkan saat ini?”
Ini adalah ungkapan yang benar-benar menggunakan pikiran analitis sekaligus memvalidasi orang lain. Membiarkan orang lain mendapatkan sumber daya yang merek butuhkan adalah hal terbaik yang dapat dilakukan dalam situasi krisis.
Nah, itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan orang dengan empati tinggi dan berpikir logis. Bunda juga termasuk?
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)