Cara Mengenali Anak Yang Punya Kecerdasan Luar Biasa, Ternyata Bukan Dari Skor Iq Saja

Jun 05, 2026 09:30 AM - 1 hari yang lalu 2379

Jakarta -

Cara mengenali anak yang punya kepintaran luar biasa tidak bisa hanya dilihat dari Intelligence Quotient (IQ) saja. Penelitian menunjukkan bahwa keahlian anak itu melibatkan banyak perihal yang saling berasosiasi dalam proses tumbuh kembangnya.

Menilik dari The Economic Times, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Intelligence menjelaskan bahwa kepintaran anak perlu dilihat dari beberapa hal. Temuan ini juga menegaskan bahwa IQ saja tidak cukup untuk menggambarkan keahlian berpikir anak.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengawasi 65 anak berbakat usia 6 hingga 14 tahun. Seluruh anak mempunyai skor minimal 120 pada tes WISC-IV, ialah salah satu tes yang selama ini digunakan sebagai salah satu referensi keahlian kognitif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Selain itu, orang tua dari anak-anak tersebut juga turut dilibatkan dalam penilaian menggunakan WAIS-IV. Kepribadian mereka dianalisis untuk memandang hubungan antara aspek family dan perkembangan anak.

Hasilnya menunjukkan bahwa ada empat aspek kognitif yang konsisten muncul pada anak dengan kepintaran tinggi. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Cara mengenali anak yang punya kepintaran luar biasa

Ada sejumlah langkah untuk mengenali anak dengan kepintaran luar biasa yang tidak hanya dilihat dari skor IQ saja. Berikut penjelasan selengkapnya yang dikutip dari laman The Economic Times.

1. Kemampuan memahami info dengan cepat

Salah satu perihal yang cukup sering terlihat pada anak dengan kepintaran tinggi adalah keahlian memahami informasi. Anak biasanya lebih sigap mengerti hal-hal baru di sekitarnya.

Menariknya, keahlian yang mirip juga terlihat pada Bunda dan bisa berangkaian dengan anak. Baik dalam tugas sederhana maupun yang lebih rumit, polanya bisa sejalan.

Selain itu, suasana rumah yang terbiasa bergerak sigap juga ikut berperan. Anak jadi terbiasa merespons sesuatu dengan lebih sigap, Bunda.

2. Memori kerja anak

Memori kerja adalah keahlian anak untuk menyerap info dalam waktu yang singkat. Kemampuan ini terlihat mempunyai kaitan yang cukup kuat dengan skor memori jangka pendek pada Ayah.

Hubungan tersebut tetap konsisten meskipun dianalisis melalui beberapa model penelitian yang berbeda. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang cukup spesifik dalam keahlian kognitif anak.

Selain itu, para peneliti juga menjelaskan bahwa temuan ini memperkuat pendapat bahwa talenta tidak selalu diwariskan dengan langkah yang sama, Bunda. Justru, keahlian anak bisa berkembang dari jalur yang juga turut dipengaruhi oleh orang tua.

3. Penalaran perseptual

Penalaran perseptual adalah keahlian anak dalam memahami info yang mereka lihat di sekitarnya. Kemampuan ini rupanya mempunyai banyak keterkaitan dengan kondisi orang tua.

Hasil kajian awal menunjukkan adanya hubungan dengan latar belakang pendidikan Bunda. Semakin beragam pengalaman pendidikan, semakin terlihat pengaruhnya pada langkah anak dalam memahami hal-hal di sekitarnya.

Pada model yang lebih lanjut, ditemukan bahwa ketelitian Bunda juga ikut berkedudukan dalam perkembangan keahlian ini. Para peneliti menyebut, perihal ini bisa berangkaian dengan lingkungan yang lebih teratur dan mendukung langkah berpikir anak agar lebih berkembang.

4. Pemahaman verbal anak

Bunda perlu tahu, bahwa pemahaman verbal merupakan keahlian anak dalam menggunakan bahasa sehari-hari. Dalam kajian sederhana, keahlian ini terlihat mempunyai hubungan dengan pendidikan Bunda.

Namun, keterkaitan tersebut menjadi lebih lemah setelah aspek lain ikut diperhitungkan. Dijelaskan dalam studi, bahwa keahlian bahasa anak dipengaruhi oleh banyak perihal sekaligus.

Mulai dari hubungan di rumah, pengalaman pendidikan, hingga aspek bawaan yang dimiliki anak, Bunda.

Mengapa temuan ini penting?

Para penulis, ialah Lina Pezzuti, Morena Farese, James Dawe, dan Marco Lauriola, menjelaskan bahwa perbedaan pengaruh orang tua bisa dipengaruhi oleh beragam peran dalam pengasuhan anak.

Selain itu, jumlah waktu yang dihabiskan berbareng anak juga dapat memberikan akibat yang berbeda, lho. Mereka menyebut bahwa aspek bawaan dari orang tua kemungkinan ikut berperan, meski perihal ini belum diuji dalam penelitian.

Para peneliti menegaskan bahwa talenta anak tidak hanya ditentukan oleh satu perihal saja. Justru, keahlian anak itu tampak dari beragam aspek yang saling berangkaian dalam proses tumbuh kembangnya.

Itulah langkah mengenali anak yang mempunyai kepintaran luar biasa, Bunda. Ternyata, perihal ini tidak hanya dilihat dari skor IQ saja.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya