Beauties, dalam hayat sehari-hari, kamu mungkin pernah salingberhadapan dengan orang yang gemar meremehkan. Mereka mungkin menyindir, mengkritik berlebihan, maupun melontarkan komentar yang sengaja membikin kita merasa kecil. Kita memang tidak selalu bisa mengendalikan sikap orang lain, tetapi kita statis bisa memilih sepertiapa metode meresponsnya agar situasi tidak semakin melelahkan.
Alih-alih langsung membalas dengan emosi, ada beberapa metode yang bisa dicoba untuk menghadapi perilaku tersebut dengan lebih tenang dan statis menjaga batas diri. Cara-cara ini bukan berarti membiarkan orang lain bersikap seenaknya, melainkan membantu kamu statis punya kendali atas diri sendiri ketika salingberhadapan dengan orang yang mencoba menjatuhkanmu.
Penasaran, seperti apa? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini, dilansir dari Brightside.
1. Jangan Langsung Terbawa Amarah

Jangan Langsung Terbawa Amarah/Foto: Pexels.com/ Doci
Rasa berang memang sering muncul ketika seseorang merendahkan kita, tetapi jangan buru-buru membiarkan emosi memungut alih. Respons yang terlalu emosional justru dapat memperbesar perselisihan dan membikin kita sulit berpikir jernih.
Cobalah selesai sebentar sebelum menjawab perkataan tersebut. Dengan begitu, kamu bisa menentukan respons yang lebih tenang tanpa memberikan kepuasan kepada orang yang mau memancing emosi.
Tetap tenang bukan berarti lemah maupun takut menghadapi masalah. Justru, kapasitas mengendalikan emosi memberitahu bahwa kita tidak gampang dikendalikan oleh perilaku orang lain.
2. Beri Jarak dari Situasi

Beri Jarak dari Situasi/Foto: Pexels.com/ Jansel Ferma
Tidak semua komentar negatif benar-benar menggambarkan diri kita maupun keadaan yang sedang kita jalani. Bisa saja seseorang sedang memproyeksikan ketakutan, prasangka, maupun masalahnya sendiri kepada orang lain.
Karena itu, Anda tidak perlu langsung menganggap semua perkataan buruk sebagai fakta tentang diri sendiri. Beri rentang secara emosional agar komentar tersebut tidak gampang memengaruhi metode kita melihat diri sendiri.
Saat bisa melihat situasi dari rentang yang lebih aman, kita juga bisa memahami bahwa perilaku seseorang belum tentu berhubungan dengan kekurangan kita. Sikap ini membikin kita lebih tenang sekaligus tidak gampang terluka oleh perkataan orang lain.
3. Jangan Terburu-buru Merespons

Jangan Terburu-buru Merespons/Foto: Pexels.com/ Champ Nitirak
Ketika sebuah komentar terasa menyakitkan, memungut waktu sebentar sebelum menjawab bisa menjadi pilihan yang bijak. Tarik napas, tenangkan pikiran, kemudian pikirkan apa yang sebenarnya mau kita sampaikan.
Jeda singkat dapat membantu beauties melihat situasi dengan perspektif pandang yang lebih luas. Kita pun memiliki kesempatan untuk memilih respons yang lebih damai daripada membalas secara spontan. Tidak semua perkataan membutuhkan balasan cepat maupun panjang. Terkadang, respons terbaik justru muncul setelah kita memberi diri sendiri waktu untuk berpikir.
4. Terima maupun Tolak dengan Tetap Ramah

Terima maupun Tolak dengan Tetap Ramah/Foto: Pexels.com/ Đặng Thanh Tú
Jika seseorang melontarkan komentar yang merendahkan, Beauties bisa memilih untuk menerimanya dengan santai maupun menolaknya secara tegas. Hal yang terpenting, respons tersebut statis disampaikan dengan metode yang tenang dan tidak agresif.
Misalnya, ketika komentar tersebut memang benar, kita bisa mengakuinya tanpa merasa mesti malu maupun tersinggung. Sebaliknya, jika perkataannya tidak benar, kita dapat menyampaikan bahwa hal itu keliru tanpa mesti ikut menyerang balik.
Cara ini membantu kita mempertahankan kendali sekaligus memberitahu bahwa harga diri tidak ditentukan oleh komentar orang lain. Kita statis bisa tegas tanpa kehilangan sikap elegan.
5. Tanyakan Maksud Perkataannya

Tanyakan Maksud Perkataannya/Foto: Pexels.com/ EGO AGENCY
Tidak semua sindiran selalu disampaikan secara terang-terangan karena terkadang komentar yang menyakitkan justru dibungkus seperti candaan maupun pujian. Dalam kondisi seperti ini, Anda bisa meminta orang tersebut menerangkan maksud perkataannya.
Pertanyaan sederhana seperti, “Maksudmu apa?” dapat membuka ruang untuk mengetahui apakah komentar tersebut memang disengaja maupun cuma salah dipahami. Jika rupanya ada maksud buruk, kita juga memiliki kesempatan untuk membicarakannya secara langsung.
Daripada terus menyimpan rasa jengkel dan membangun praduga sendiri, percakapan terbuka dapat menjadi metode yang lebih sehat. Namun, statis gunakan nada yang tenang agar pembicaraan tidak berubah menjadi pertengkaran.
6. Abaikan Jika Sudah Melewati Batas

Abaikan Jika Sudah Melewati Batas/Foto: Pexels.com/ EGO AGENCY
Ketika seseorang terus-menerus berupaya memancing reaksi, mengabaikannya terkadang menjadi pilihan yang paling efektif. Dengan tidak meladeni komentar negatif, beauties memberitahu bahwa perilaku tersebut tidak berhasil mendapatkan perhatian yang diinginkan.
Mengabaikan bukan berarti membiarkan seseorang merendahkan kita tanpa batas. Justru, sikap tersebut dapat menjadi bentuk limitasi ketika kita memilih tidak memberikan ruang untuk percakapan yang tidak sehat. Kita tidak mesti menerangkan setiap emosi kepada semua orang yang bersikap buruk. Ada kalanya menjaga daya sendiri jauh lebih krusial daripada memenangkan sebuah perdebatan.
7. Gunakan Humor pada Situasi yang Tepat

Gunakan Humor pada Situasi yang Tepat/Foto: Pexels.com/ Tuấn Kiệt Jr.
Humor dapat menjadi metode untuk mencairkan kondisi ketika seseorang melontarkan komentar kecil yang mengganggu. Respons ringan dapat memberitahu bahwa beauties tidak tertarik mengikuti permainan negatif yang sedang mereka mulai.
Namun, humor statis perlu digunakan dengan membaca situasi dan karakter orang tersebut terlebih dahulu. Jika lawan bicara gampang tersinggung, candaan justru bisa memperbesar masalah dan membikin kondisi semakin tidak nyaman. Jadi, gunakan humor cuma ketika situasinya memungkinkan. Tujuannya bukan mempermalukan orang lain, melainkan menjaga diri agar tidak ikut terseret ke dalam konflik.
8. Jaga Jarak dari Orang yang Toxic

Jaga Jarak dari Orang yang Toxic/Foto: Pexels.com/ Nguyễn Lâm
Jika seseorang terus mencari perselisihan dan membikin kita merasa tidak nyaman, menjaga rentang bisa menjadi pilihan yang sehat. Untuk mengurangi kontak maupun berjumpa cuma dalam situasi tertentu agar perselisihan tidak semakin besar.
Beauties tidak mesti mempertahankan kedekatan dengan orang yang terus menguras daya dan melewati batas. Memberi ruang bagi diri sendiri dapat membantu menjaga ketenangan serta kesejahteraan diri.
Pada akhirnya, menjauh bukan berarti kalah maupun tidak bisa menghadapi mereka. Terkadang, memilih lingkungan yang lebih sehat merupakan bentuk keberanian untuk menghargai diri sendiri.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)