Jakarta -
Artis Acha Sinaga baru-baru ini membagikan kisahnya yang didiagnosis hydrosalpinx alias saluran tuba terpelintir. Akibat kondisi medis ini, Acha memutuskan untuk menjalani tindakan operasi, Bunda.
Melalui unggahan di Instagram, Acha mengungkap indikasi asal yang dialaminya sebelum didiagnosis hydrosalpinx. Perempuan 36 tahun ini mengaku sempat mengalami sakit perut yang parah saat bakal menidurkan anaknya.
"Jadi berasal di hari ini ketika nidurin anak2 jam7/8an saya ngerasa perutku sakit, awalnya kupikir sakit maag karna abis dinner yg pedesss dan kopi tadi pagi. Setelah 30 menitan sakit makin parah, saya coba minum obat lambung, enggak ada berasa perubahan. 30 menit kemudian minum panad*l, enggak ada perubahan juga dan makin lama sakitnya saya enggak tahan lagi, kudu nekukin badan, akhirnya Andy (suami) bilang, mari kita ke UGD," tulisnya di Instagram Stories akun @achasinaga.
Acha akhirnya memutuskan pergi ke rumah sakit. Sesampainya di sana, Acha diobservasi oleh master dan diberikan obat penahan sakit. Namun meski obat sudah diberikan sampai habis, rasa sakit yang dirasakannya tak kunjung hilang.
Dokter lampau menyarankan Acha untuk melakukan CT Scan. Saat itu, master berprasangka jika Acha mempunyai kista sekitar 4 cm di dalam tubuhnya.
Acha pun dirujuk ke master lain untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Dari pemeriksaan ini, master malah menemukan saluran tubanya dalam kondisi bengkak dan terpelintir.
Dalam kondisi perut yang sakit, Acha memutuskan untuk pindah ke rumah sakit lain lantaran master pertama yang pernah menanganinya mengatakan bahwa dia mempunyai kista. Di rumah sakit yang baru, Acha menjalani MRI hingga akhirnya master mendiagnosis hydrosalpinx.
"Lalu dia (dokter yang baru) menjelaskan saya itu ada hydrosalpinx. Kondisi di mana saluran tubaku terpelintir, jadi master blg sakitnya seperti jari kejepit pintu lantaran darah enggak bisa lewat. Tapi biasanya hydrosalpinx itu terjadi lantaran jangkitan yg berasal dari memek alias STD, dan menyebabkan kedua saluran tuba pasti kena," ungkapnya.
"Kalau kasusku hanya 1 saluran yang kena, hanya di sebelah kiri, sedangkan tidak mungkin jika bakteri/ virus/ apa un itu sumber penyakit pilih2 kasih (menurut penjelasan dokter), dan juga hasil darahku enggak ada jangkitan apa2 (terlihat dari nomor CRP), demam pun tidak. Atau biasanya kasus ini terjadi pada orang2 yg punya kista, sehingga menyebabkan mereka susah hamil. Namun, hasil MRI ku menunjukkan enggak ada kista."
Dokter lampau menyarankan Acha untuk menjalani operasi pengangkatan saluran tuba. Tapi lantaran saat itu Acha sudah tidak merasakan sakit di area perutnya, master memintanya pulang dan melakukan check up lanjutan dua minggu kemudian.
"Dokter bilang, solusinya dianggkat saluran tubanya. Namun lantaran saat itu saya sudah enggak sakit, dia perbolehkan saya pulang dan kembali 2 minggu lagi untuk USG, dengan kasih saya antibiotik. Sejauh ini penjelasan dr. R ini yg paling masuk logika buat saya dan Andy. Akhirnya, kita pulang hari itu," ujar Bunda tiga anak ini.
Saat kembali kontrol, Acha mengetahui bahwa kondisinya jauh lebih baik. Meski begitu, master tetap menyarankannya untuk menjalani operasi.
"Dua minggu lagi saya kembali ke RS ketemu dr R. Hasil ultrasound vaginanya menunjukkan tuba keplintirnya berkurang jadi 3 cm. Dokter bilang setelah minum antibiotik, master tetap saranin saya operasi menggunakan metode Laparoskopi, lantaran saluran tubaku itu sudah enggak ada gunanya lagi di situ," tulisnya.
Di pemeriksaan terakhir, Acha mendapati kondisi saluran tubanya kembali membesar. Ia pun memutuskan untuk operasi yang bakal dilakukan dalam waktu dekat.
"Aku ajak Andy kembali lagi untuk ultrasound lantaran saya mau lihat gimana kondisi saluran tubaku. Ternyata kembali membesar lagi jadi 4 cm. Jadi akhirnya saya sama Andy sepakat untuk melakukan tindakan operasi, saluran tubaku dibersihkan dan diangkat," kata Acha.
Apa itu saluran tuba terpelintir?
Menurut ulasan di laman Radiopedia, hydrosalpinx merupakan satu aspek akibat dari torsi tuba fallopi alias kondisi ketika saluran tuba terpelintir. Pada torsi tuba fallopi, seorang wanita bisa mengalami nyeri perut yang tiba-tiba dan hebat.
Dalam pemeriksaan ultrasonografi, master biasanya menemukan kondisi saluran tuba yang melebar dengan tembok menebal. Pada hasil CT scan, saluran tuba tampak terbelit dengan pelebaran lebih dari 15 milimeter (mm).
Melansir dari beberapa sumber, torsi tuba fallopi dapat memutus suplai darah tanpa memengaruhi ovarium. Pada kebanyakan kasus, saluran tuba terpelintir hanya bisa didiagnosis selama operasi laparoskopi.
Apa itu hidrosalping?
Hydrosalpinx alias hidrosalping adalah kondisi medis yang dapat dialami seorang wanita di usia reproduktif. Dilansir Cleveland Clinic, hidrosalping didefinisikan sebagai kondisi cairan menumpuk di salah satu alias kedua tuba fallopi yang menyebabkan penyumbatan.
Hidrosalping dapat mempersulit terjadinya kehamilan, Bunda. Setidaknya, 20 hingga 30 persen kasus infertilitas melibatkan masalah yang berangkaian dengan tuba fallopi, dan 10 sampai 20 persen dikaitkan dengan hidrosalping.
"Banyak wanita dengan hidrosalping tidak mengalami indikasi apa pun. Akibatnya, mereka mungkin baru mengetahui kondisi tersebut ketika mereka tidak dapat hamil," kata mahir endokrinologi reproduksi, Dr. Amanda N. Kallen, dikutip dari Medical News Today.
"Namun, mereka dengan indikasi hidrosalpinx mungkin mengalami keputihan yang tidak biasa serta nyeri perut dan panggul yang dapat memburuk selama periode menstruasi," sambungnya.
Penyebab hidrosalping
Ada beberapa penyebab yang dikaitkan dengan terjadinya hidrosalping, yakni:
- Infeksi menular seksual (IMS)
- Endometriosis
- Infeksi pada saluran tuba
- Peradangan akibat radang usus buntu
- Bekas luka akibat operasi radang usus buntu dan kondisi lainnya
- Operasi yang pernah dilakukan pada saluran tuba
Infeksi yang tidak diobati adalah penyebab paling umum dari hidrosalping. Bakteri rawan dapat merusak tuba fallopi Anda dan menyebabkan peradangan.
Demikian kisah Acha Sinaga yang membagikan kondisinya ketika didiagnosis hidrosalping alias saluran tuba terpelintir.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·